Rabu, 04 Januari 2017

Bercinta Dengan Istri Tetangga Yang Bohai...


karena keadaan ekonomiku yang bisa dibilang tidak baik, aku dan istriku terpaksa harus
menetap disebuah perumahan yang sangat kecil dan juga padat sekali warganya, sehingga
rumah yang aku tinggali berdempet-dempetan dengan sebelahku. Kamar mandinya pun juga
menjadi satu dengan sebelah rumahku.

Sungguh keadaan yang sangat aku tidak inginkan. Ketika itu aku belum begitu kenal dengan tetanggaku itu tetapi aku sudah mendengar dari isteriku bahwa tetanggaku isterinya cantik dan putih walaupun badannya agak besar sedikit.
Aku jadi penasaran ingin tahu seberapa cantik tetanggaku itu. Pada suatu hari kamipun
bertemu dan berkenalan dengan suami dan isteri tetanggaku mereka bernama Mas Andi dan Mbak
Fira. Mbak Fira masih muda sekali bahkan lebih muda dari aku beberapa tahun.
Kamipun menjadi akrab. Mas Andi memiliki usaha sendiri di bidang accu mobil dan motor di
dekat rumah mertuanya yang cukup jauh dari tempat tinggal kami. Mas Andi selalu berangkat
pagi dan pulang maghrib. Karena sudah terlalu akrab aku dan isteriku sering nonton TV di
rumah mereka, maklumlah kami masih baru menikah jadi belum punya barang apa-apa hanya
lemari plastik, ranjang dan peralatan dapur bahkan kami masih sama-sama kuliah.
Karena saking akrabnya aku sudah tidak sungkan lagi untuk masuk ke rumah mereka. Pada
suatu siang, ketika isteriku sedang pergi kuliah dan aku sendirian di rumah aku bertandang
ke rumah tetanggaku untuk nonton TV. Kebetulan di rumahnya hanya ada Mbak Fira dan anaknya
yang baru berumur 2 tahun. Sewaktu nonton TV kami mengomentari tentang film yang kebetulan
tentang percintaan. Semakin asyik mengobrol isteri tetanggaku menanyakan tentang bagaimana
hubungan sex.. tadinya aku kaget sewaktu dia bicara tentang sex, lalu aku beranikan diri
untuk menanyakan bagaimana hubungan sex mereka.

Mbak Fira bilang bahwa dia belum pernah merasakan enaknya hubungan sex karena suaminya
tidak pernah melakukan pemanasan. Lalu aku berlagak banyak pengalaman memberikan petunjuk
dia senang sekali mendengarnya. Ketika itu Mbak Fira sedang menyusui anaknya lalu aku goda
dia dengan gurauan yang berbau sex dan aku goda juga anaknya dengan memegang payudara Mbak
Fira untuk melepaskan pentilnya dari mulut anaknya seolah-olah aku melarangnya menyusu
lagi karena memang anaknya sudah terlalu besar untuk menyusui.
Ternyata Mbak Fira diam saja, setelah itu dia menyuruh anaknya main keluar. Setelah
anaknya pergi aku beranikan diri untuk mendekatinya dan memeluknya, tanpa berfikir panjang
aku langsung mengecup bibirnya dan kami berciuman, ternyata Mbak Fira membalas ciumanku
dengan erangannya yang merangsang.
Lama kami saling berpagut ciuman hingga Mbak Fira mengerang seperti keenakan kemudian aku
mainkan payudaranya yang besar dan aku mainkan pentilnya dengan jari-jemariku. Sebelumnya
dia sudah bilang bahwa vaginanya sudah basah dari sewaktu kami ngobrol tentang sex.
Kemudian setelah puas kami berciuman aku bimbing Mbak Fira untuk tiduran dan aku beralih
posisi di atas badannya.

Kamipun berciuman lagi sambila aku tekan tonjolan penisku yang sudah menegang di balik
celanaku. Aku gesek-gesekkan penisku di vaginanya dengan masih memakai pakaian lengkap.
Tentu saja Mbak Fira semakin liar merasakan rangsangan yang aku timbulkan di daerah
kemaluannya. Rasanya aku sudah tidak dapat menahan penisku lagi yang sudah begitu menegang
dan ingin rasanya aku masukkan ke dalam lubang vaginanya.
Tiba-tiba aku mendengar suara ketuk pintu, kemudian aku hentikan ciumanku dan kami saling
menatap dengan penuh kesal dan sedikit marah karena mengganggu kami yang sedang nikmatnya
memadu kasih. Aku tidak dapat meneruskan ciuman lagi dan tanpa fikir panjang aku langsung
pulang dengan hati kecewa dan penisku masih menegang 100%, aku semakin gelisah karena
tidak dapat menyalurkan gairah sexku lagi.

Kemudian Aku ke kamar mandi dan mencoba mengingat kembali peristiwa tadi dengan Mbak Fira
sambil aku bermasturbasi. Tiba-tiba terdengar suara orang mandi di rumah kontrakan
sebelahku, kemudian aku melongok dan kulihat seorang gadis cantik, putih mulus sedang
mandi telanjang bulat. Aku berhayal lagi hingga akhirnya aku bisa menyalurkan sexku lewat
masturbasi.

Setelah kejadian itu aku tidak memiliki waktu lagi untuk berduaan dengan Mbak Fira karena
selain isteriku sering di rumah akupun sibuk dengan kuliahku. Setelah beberpa bulan kami
tinggal di rumah kontrakan tersebut kamipun pindah rumah. Dengan sedikit berat hati Mbak
Fira melepaskan kami pindah rumah, tetapi aku masih menitipkan beberapa barang di rumahnya
karena tidak muat dalam mobil.

Seminggu kemudian aku datang siang hari ke rumah Mbak Fira untuk mengambil barangku.
Kebetulan Mbak Fira sedang berduaan dengan anaknya. Pikiran kotorku mulai muncul, “Inilah
saatnya aku bisa bermain cinta dengannya”. Setelah mengobrol beberapa saat aku memberikan
uang kepada anaknya dan menyuruhnya jajan di luar. Kesempatan itu tidak aku sia-siakan,
setelah anaknya pergi aku langsung menciuminya dan diapun membalasnya bahkan dengan
erangan yang lebih liar dari sebelumnya.

Sambila berciuman tanganku langsung kuarahkan ke dalam celana dalamnya dan memainkan
gundukkan rambut kemaluannya dengan mengelus-elusnya. Kemudian mulutku beralih ke gundukan
dua bukit yang menggemaskan. Kumainkan lidahku di sekitar puting sambil tanganku tetap
bermain di lubang kemaluannya. Mbak Fira tidak dapat menahan seranganku karena rangsangan
yang aku berikan membuatnya semakin mengerang dan memelukku erat-erat.
Aku buka resluiting celana jeansku kemudian tangan Mbak Fira ku bimbing untuk memainkan
penisku yang sudah mulai tegang. Dengan lembutnya Mbak Fira mengelus dan mengocok penisku.
Keruan saja semakin lama penisku semakin tegang keras, dan rangsangan yang timbulkannya
membuatku ingin sesegera mungkin memasukkannya ke liang kenikmatan Mbak Fira.

Kami berdua sudah tidak dapat menahan rangsangan lagi selanjutnya aku berjongkok untuk
membuka celana pendek dan celana dalamnya. Kami sempat saling bertatapan seolah-olah sudah
tidak bisa membendung lagi gairah yang muncul dan ingin secepatnya memasukkan rudalku ke
lubang kemaluannya.

Dengan hanya membuka setengah celana jeansku sebatas dengkul aku mulai mengambil alih
posisi di atasnya. Untuk memberikan sensasi yang lebih aku gesekkan penisku di kemaluan
Mbak Fira sehingga membuat Mbak Fira tidak kuat menahan rasa geli. Lama aku menggesek-
gesekan penisku di atas lubang kemaluannya hingga aku lihat Mbak Fira sudah tidak tahan
lagi, kemudian kau masukkan rudalku ke lubang kemaluan Mbak Fira yang wangi.
Perlahan aku tusuk rudalku dan Mbak Fira membuka lebar-lebar kakinya agar memudahkan
rudalku masuk ke lubang kewanitaannya. Perlahan tapi pasti kejantananku memasuki lubang
kenikmatan Mbak Fira dan eranganpun keluar dari mulut Mbak Fira yang semakin liar: “Oohh..
ohh Mas.. enak”. Sambil memegang panggul dan pantatku Mbak Fira membantuku memasukkan dan
mengeluarkan penisku dari lubang kemaluannya. Pada saat rudalku menusuk Mbak Fira menekan
pantatku sehingga seluruh penisku masuk semuanya ke dalam lubang kenikmatan tersebut
sambil aku putar pantatku.

“Oohh enak Mas.. terus.. Mas terus.. yang cepet ooh.. enak”.

Vagina Mbak Fira memang kuakui sangatlah lain dan memiliki daya tarik dan daya rangsangan
yang tinggi. Sewaktu aku menarik dan memasukkan penisku ke dalam kemaluannya sensasi yang
aku terima begitu dasyat sekali karena dinding vaginanya menyempit ketika penisku masuk
dan memijit-mijit batang penisku, ini sensasi yang baru buatku. Begitu nikmatnya vagina
Mbak Fira, selain batang penisku dipijit-pijit oleh dinding vaginanya juga penisku serasa
disedot setiap kali penisku di dalam vaginanya. Walaupun ukuran penisku standar tidak
seukuran orang bule tapi sensasi lubang vagina Mbak Fira seakan-akan menyempit. Kami
berdua saling mengerang kenikmatan, terlebih-lebih aku karena nikmatnya yang tiada tara.
Peluh keringat terus mengucur dan Mbak Fira masih tahan dengan gempuran rudalku. Kepala
Mbak Fira semakin bergerak ke kiri dan ke kanan sambil terus tidak henti-hentinya
mengerang dengan mata tetap tertutup merasakan kenikmatan gesekan rudalku. Aku ingin
berganti posisi di bawah untuk menambah sensasi tapi Mbak Fira menolaknya karena takut dia
tidak mendapatkan orgasme yang sebentar lagi akan datang.

Dengan kecewa aku menuruti kemauannya walaupun aku merasa dengan posisinya di atas
kenikmatan yang luar biasa akan kami peroleh. Aku semakin mempercepat gerakanku dengan
maju mundur. Semakin cepat gerakkanku semakin aku merasakan ledakan akan keluar dari dalam
tubuhku. Aku tidak tahan lagi dengan sensasi yang diberikan oleh lubang kemaluannya Mbak
Fira yang dasyat itu, maka aku merasakan orgasmeku akan datang.

“Mbak enak banget.. ohh.. aku sampe nggak tahan nih.. ohh enak”
“Ohh Mas eenaak.. sekali.. terus Mas.. terus.. oohh.. hmm” aku semakin tidak tahan dengan
erangannya yang membuatku semakin bernafsu.
“Ohh Mbak aku mau keluar Mbak.. bareng Mbak”..
“Oohh aku juga.. enak.terus.yang kenceng Mas.. ohooh.. Mas aku keluaarr.. hmm”
“Aku juga Mbak.. oohh.. aku keluar Mbak”.

Lalu aku muncratkan spermaku di dalam vaginanya sambil aku peluk dia dan kukulum bibirnya
yang mungil dan kami saling berpagutan berciuman merasakan kenikmatan yang sedang
berlangsung. Semakin kencang spermaku keluar semakin kencang aku mencium dan menyedot
bibirnya yang tentu saja membuatnya semakin menyedot pula dan mencengkeram serta memelukku
erat karena tidak tahan dengan nikmatnya orgasme. Kami berdua sama-sama lemas dan masih
merasakan sisa kenikmatan yang terakhir. Sambil masih terus berciuman dan rudalku masih
menancap di lubang kemaluannya. Denyutan dari dinding kewanitaan Mbak Fira masih bisa aku
rasakan di batang rudalku yang begitu nikmatnya.
“Aku senang Mas bisa ngeseks sama Mas,.. aku nggak nyesel kok” katanya sewaktu kami masih
berpelukan.
“Aku juga seneng Mbak.. enak banget.. abis memek Mbak legit sih.. he he.. ” candaku
“Mas bisa aja ah.. ” sambil mencubit pinggangku Mbak Fira menunduk malu dan senang dengar
pujianku.

kemudian kami membersihkan diri bersama-sama dan setelah itu berciuman lagi sambil
berpelukan. Lama kami berpelukan sampai pada akhirnya aku pamitan karena takut suaminya
pulang atau tetangga yang lain akan curiga. Dengan pandangan mata yang sendu Mbak Fira
melepas aku pergi, aku tahu bahwa sebetulnya dia masih menginginkan penisku untuk
dimasukkan ke dalam lubang kemaluannya lagi tapi karena sesuatu hal dia mengerti tidak
mungkin melakukannya lagi.
Ini adalah pengalaman yang tidak bisa aku lupakan karena sampai saat ini belum pernah aku
merasakan vagina yang senikmat Mbak Fira. Sebenarnya aku ingin sekali mencicipi vaginanya
Mbak Fira tapi setelah kejadian itu kami tidak pernah bertemu lagi karena rumahku dan
rumahnya berjauhan, selain itu aku dengar bahwa mereka juga telah pindah rumah ke
orangtuanya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

WELLCOME TO OSEX39.BLOGSPOT.CO.ID

NEW AHLICASINO 2017


Entri Populer

Blog Archive

Blog Archive

About Me

Total Tayangan Laman

HOT VIDEO