Kamis, 10 November 2016

Jilatan Liar Om ku....


Sudah hampir 2 bulan aku berada di rumah tanteku, karena aku baru lulus kuliah dan mencari pekerjaan di kota ini. Namun hingga menginjak 2 bulan berada di rumah tanteku belum juga akumendapatkan pekerjaan itu, padahal aku ingin sekali keluar dari rumah ini karena tidak nyaman juga bersama tanteku yang masih satu tahun menikah dengan suaminya dan belum mempunyai keturunan juga.

Namaku Intan dengan umur masih 22 tahun, sedangkan tanteku yang merupakan adik dari papaku juga baru 27 tahun dan suaminya Om Rossi 32 tahun. Suami tante Intan bekerja di sebuah perusahaan yang sama dengan tanteku juga, mereka memang saling mengenal di satu kantor tersebut. Kemudian melanjutkan ke jenjang pernikahan setelah hampir dua tahun menjalani proses pacaran.

Dari yang aku dengar kalau Om Rossi selama berpacaran dengan tante Intan selalu melakukan perselingkuhan. Namun tante Intan selalu sabar menghadapinya, mungkin karena Om Rossi begitu tampan apalagi dia memliki postur tubuh yang begitu atletis, dan aku pikir dia begitu lihai di dalam melakukan adegan cerita ngentot. Karena otot-ototnya begitu besar.

Mungkin karena hal itu juga yang membuatku terpikat pada Om Rossi, suami dari tanteku sendiri. Hampir setiap hari aku melihat mereka selalu romantis setiap berduaan bahkan disaat ada aku di samping mereka. Dan beberapa kali jiuga aku melihat Om Rossi menatapku ketika dia melakukan adegan ciuman layaknya dalam cerita ngentot, seakan sengaja melakukan hal itu.

Hingga akupun sering menghayalkan bagaimana jika aku melakukan adegan cerita ngentot dengan Om Rossi. Dan pada suatu hari ketika aku berada di dalam rumah sedangkan Om Rossi dan tante Intan sudah berangkat ke kantor mereka, namun sebelum jam makan siang Om Rossi sudah datang. Dari yang aku lihat dia sendirian sambil membawa buah tangan untukku.

ketika aku buka ternyata beberapa cemilan ringan dan juga beberapa baju, aku senang dia melakukan hal itu. Akupun masuk kedalam kamarnya untuk mengucapkan terima kasih padanya, tapi betapa terkejutnya aku ketika melihat Om Rossi sedang rebahan di tempat tidurnya dengan menggunakan celana pendek saja. Tanpa merasa malu akupun mendekatinya perlahan.

Ketika aku mendekat saat itu juga Om Rossi membuka matanya padahal kala itu wajahku begitu dekat dengan wajahnya. Tidak berlangsung lama kami saling bertatapan muka karena setelah itu Om Rossi sudah mencium bibirku. Bagai dalam adegan ceriuta ngentot akupun membalasnya dengan lebih hot lagi karena aku memanag sudah menginginkan hal ini begitu lama.

Dengan mesranya Om Rossi terus melumat bibirku, bahkan tangannya kini sudah merangkulku buat lebih dekat padanya. Semakin lama diapun bangun perlahan dari tidurnya kemudian dia mengangkat tubuhku buat rebahan di atas tubuhnya, dengan masih menggunakan baju dia terus menciumku dengan begitu bergairah dapat aku dengar deru nafasnya begitu memburu di telingaku.

Aku hanya memejamkan mata menikmati elusan lembut tangannya menggerayangi tubuhku. Hingga akhirnya aku merasakan kalau tangan Om Rossi sudah melepas bajuku satu persatu, aneh memang karena akupun tidak merasa takut lagi kalau-kalau ada orang yang menemukan kami kala itu, yang ada hanya nafsu yang ingin segera aku salurkan pada Om Rossi yang ganteng menurutku.

Diapun membuka pakaiannya sendiri tanpa harus aku bantu, kini setelah pakaian kami sudah sama-sama lepas. Kamipun bergumiul di atas tempat tidurnya, mulai dari wajah hingga turun pada tetekku selanjutnya. Di sana Om Rossi menjilat dan menghisap putingku ” OOoggghh… aaaaagghhh… aaaaaggggggghhh…….. aaaaaagggghhhh….” Nikmatnya kurasakan jilatan Om Rossi.

Dia beralih dari tetek yang satu ke tetek yang lain. Membuatku semakin menggelinjang saja merasakan geli yang teramat sangat pada kedua tetekku di tambah dengan rasa nikmat yang sulit di ungkap dengan kata-kata ” Oooogghh… aaaaaggghh… Om… aaaaaggghhh… aaaaaggghhhhhh…. ” Aku jambak lembut rambut Om Rossi dan diapun bergerilya dengan mulutnya.

Hingga akhirnya dia merebahkan dan merapikan kakiku dengan melebarkannya, dan aku lihat dia sudah siap dengan kontolnya yang sudah mengacung dari tadi. Om Rossi menekan kontolnya pada memekku, kemudian dia bergerak di atas tubuhku ” Oouuwwww… aaaaggghhh… aaaagghh… pelan dong Om… aaaaggghh.. ” Nikmat pangkal pahaku saat itu, apalagi kontol Om Rossi begitu besarnya.

Diapun semakin mempercepat goyangannya ketika lama dia lakukan hal itu ” OOoggghh… ooooggghhh…… oooouuuuugghh.. ini.. sa… yang.. aaaaaggghhhhh….. ” Terdengar erangan Om Rossi setelah lama juga dia menggoyang pinggulnya. Dan tidak berapa lama kemudian dia sudah mengejang sambil terus menekan kontolnya semakin dalam pada lubang memekku.

Hingga akhirnya aku merasakan kalau ada yang tumpah dalam kontol Om Rossi memenuhi memekku, yang dari tadi sudah basah karena beberapakali juga ku merasakan kenikmatan dari goyangan pinggulnya. Kini tubuh kami berdua sudah sama-sama tidak ada tenaga lagi. Bagai pemain dalam adegan cerita ngentot aku peluk tubuh Om Rossi yang masih telanjang bugil sama sepertiku.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

WELLCOME TO OSEX39.BLOGSPOT.CO.ID

TOP AHLICASINO 2017


Entri Populer

Blog Archive

Blog Archive

About Me

Total Tayangan Halaman

BEST POKER


HOT POKER