Minggu, 06 November 2016

Curhatan ABG Cantik Yang Jadi Budak Seks


Seorang gadis muda dari komunitas agama minoritas Yazidi yang ditangkap Negara Islam di Irak dan Suriah
atau yang lebih dikenal dengan nama ISIS melukiskan horor yang dialaminya selama disekap menjadi budak seks kelompok
ekstremis itu.

Gadis 17 tahun itu mengatakan, dia merupakan salah satu dari sekelompok 40- an perempuan Yazidi yang masih disekap
dan hingga kini setiap hari mengalami pelecehan seksual oleh kaum militan ISIS.
Gadis itu mengatakan, dirinya ditangkap 3 Agustus lalu dalam sebuah serangan ISIS terhadap kota Sinjar di Irak utara dan
sekarang sedang disekap dalam
perbudakan seksual dengan kondisi mengerikan di sebuah desa di selatan Mosul.
Sejumlah ekstremis asal Inggris yang berperang di Suriah dan Irak telah membual di Twitter dan media sosial lainnya bahwa
sejumlah perempuan Yazidi telah diculik dan dijadikan "budak seks".

Gadis muda itu mengatakan, dia sedang ditahan di sebuah bangunan dengan jendela berjeruji dan dijaga sejumlah pria
bersenjata.

"Saya mohon kepada Anda untuk tidak memublikasikan nama saya karena saya sangat malu dengan apa yang mereka lakukan terhadap saya. Sebagian diri saya
sudah ingin mati saja. Namun, yang sebagian masih berharap bahwa saya akan diselamatkan dan sehingga saya akan dapat
merangkul orangtua saya sekali lagi," katanya kepada harian Italia, La Repubblica.
Laporan La Repubblica itu kemudian dikutip sejumlah media lain, antara lain harian The
Telegraph dari Inggris. La Repubblica berhasil mewawancarai gadis itu dengan
menelepon ke telepon genggamnya. Nomor kontaknya diberi oleh orangtuanya yang
kini berada di sebuah kamp pengungsi di Kurdistan, Irak.


Perempuan itu mengatakan, para
penculiknya awalnya menyita ponselnya dan semua ponsel milik perempuan lainnya.
Namun, para penculiknya kemudian "mengubah strategi". Mereka mengembalikan ponsel-ponsel para perempuan itu sehingga mereka bisa menceritakan kepada dunia luar kengerian yang terjadi pada mereka. "Untuk lebih menyakiti kami, mereka mengatakan kepada
kami agar menjelaskan secara rinci kepada orangtua kami apa yang mereka lakukan.
Mereka menertawakan kami karena mereka berpikir mereka tak terkalahkan. Mereka menganggap diri mereka "superman".

Namun, mereka adalah orang-orang yang tidak punya hati.
Gadis itu melanjutkan, "Para penyiksa kami bahkan tidak mengasihani sejumlah perempuan yang (disekap) bersama dengan
anak-anak mereka. Mereka juga tidak mengasihani sejumlah gadis yang masih belia. Beberapa dari kelompok kami bahkan belum genap 13 tahun usianya. Beberapa
dari mereka kini tidak lagi mengucapkan sepatah kata pun."
Perempuan itu, yang oleh La Repubblica diberi nama samaran Mayat, mengatakan bahwa para perempuan itu diperkosa di lantai paling atas bangunan, di dalam tiga bilik. Para gadis dan perempuan dewasa itu diperkosa sampai tiga kali hari oleh kelompok-kelompok pria yang berbeda- beda.

"Mereka memperlakukan kami laksana kami adalah budak mereka. Orang-orang itu memukul dan mengancam kami ketika kami mencoba untuk menolak. Saya sering berharap agar mereka memukul saya
sedemikian parah sehingga saya mati."
Gadis itu mengatakan bahwa beberapa dari kaum militan itu merupakan orang-orang muda yang baru berperang di Suriah,
sementara yang lain merupakan orang- orang tua.
"Jika suatu hari penyiksaan ini berakhir, hidup saya akan selalu ditandai oleh apa yang saya alami dalam minggu-minggu ini.
Bahkan, jika saya bertahan hidup, saya tidak tahu bagaimana saya akan menghilangkan horor ini dari pikiran saya. Kami telah
meminta para sipir untuk menembak mati kami, membunuh kami, tetapi kami terlalu berharga buat mereka.

Mereka terus mengatakan kepada kami bahwa kami adalah orang-orang kafir dan bahwa kami
merupakan milik mereka, seperti rampasan perang. Mereka mengatakan kami seperti
kambing yang dibeli di pasar."


Para perempuan tawanan itu berharap datangnya penyelamatan, baik oleh pasukan
darat anti-ISIS maupun intervensi
internasional.
"Satu-satunya harapan adalah
bahwa Peshmerga (milisi Kurdi) datang dan menyelamatkan kami. Saya tahu Amerika mengebom (posisi ISIS). Saya ingin mereka
bergegas dan mengusir mereka semua keluar karena saya tidak tahu berapa lama lagi saya bisa bertahan. Mereka sudah membunuh tubuh saya. Sekarang mereka sedang membunuh pikiran saya."

Dia mengatakan, dia pernah mendengar sejumlah wanita Kristen Arab juga telah ditangkap dan dipenjarakan sebagai budak
seks oleh ISIS. Namun, kelompoknya hanya terdiri para perempuan Yazidi, yang semuanya berasal dari kota Sinjar.
Kota itu terletak di kaki Gunung Sinjar, di mana ribuan warga Yazidi terpaksa mengungsi bulan lalu setelah dikepung ISIS.
Walau banyak dari pengungsi itu akhirnya berhasil melarikan diri ke gunung, yang lainnya ditangkap kelompok ekstremis.
PBB telah menuduh ISIS melakukan pembersihan etnis di Irak utara.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

WELLCOME TO OSEX39.BLOGSPOT.CO.ID

TOP AHLICASINO 2017


Entri Populer

Blog Archive

Blog Archive

About Me

Total Tayangan Halaman

BEST POKER


HOT POKER