I Like A Beautiful Life

We Will Never Know, Before We Do So. Remember One Thing, The Work We Do Will Be Worth It.

Sexy Girl in World

When We Are Already One Of The Majors, Does Not Mean We Should Be One Of The Future.

How Much Sexy Girl In World

Never Underestimate Yourself. If You Are Unhappy With Your Life, Fix What's Wrong, And Keep Stepping.

Good Looking

If You Can Not Be Intelligent, Be a Good Person.

Can You Get What You Want

Most Millionaires Get a B or C on Campus. They Build Wealth Not Of IQ Alone, But Creativity and Common Sense.

Rabu, 30 November 2016

Li En 莉恩 adalah model Asia cantik dan HOT


Li En 莉恩 adalah model Asia cantik dan panas dari Shenyang, Provinsi Liaoning, Timur Laut Cina. Lahir pada 29 Januari 1995, Li En juga dikenal sebagai Xiao Cao Jie Jie 小曹 姐姐. hobi Li En menonton film, belanja dan bepergian. Apakah Anda suka gadis baru Li En dan foto dia di pos ini?










Share:

Selasa, 29 November 2016

Berbagi Nikmat Dengan Kakak Ipar ku...


Kakak Ipar Butuh Sex : Berbagi Kenikmatan Dengan Kakak Istriku Malam itu, 21 Juni 2013.. “ Kami mau tidur dulu, Mbak..”, kata Sandra kepada Shanty yang masih asyik menonton acara di televisi. “ Tadi anakku tertidur di kamarmu..”, kata Sandra lagi. “ Iya.. Pergilah istirahat sana. Kasihan si Lucky besok harus kerja lagi..”, kata Shanty sambil tersenyum. “ Biar anakmu tidur denganku..”, sambung Shanty. Akhirnya Sandra dan Lucky segera masuk ke kamarnya. “ Kasihan Mbak Shanty ya, Mas?”, kata Sandra sambil memeluk Lucky. “ Betul.. Sudah berapa lama dia pisah ranjang dengan suaminya ?”, tanya Lucky sambil memjamkan matanya. “ Kalau tidak salah sih.. Sudah hampir 4 bulan, Mas ”, kata Sandra sambil menyusupkan tangannya ke sarung Lucky. Berbagi Kenikmatan Dengan Kakak Istriku “ Ha?! Mas nggak pakai celana dalam ya ?”, tanya Sandra agak kaget tapi tangannya erat memegang kontol Lucky. “ Memang tidak pakai kok..”, kata Lucky santai sambil tersenyum menatap Sandra. “ Jadi selama kita tadi nonton TV bersama Mbak Shanty.. Yee nakal ya !”, kata Sandra sambil meremas kontol Lucky agak keras. “ Nggak apa-apa kok.. Nggak kelihatan ini kan?”, kata Lucky sambil memiringkan badannya menghadap Sandra. “ Lagian kalau dia lihat juga.. Anggap saja amal. ”, kata Lucky sambil tersenyum nakal. “ Nakal ya!”, kata Sandra sambil melumat bibir Lucky sementara tangannya tak henti mengocok kontol Lucky hingga tegang. “ Mm.. Enak sayang..”, bisik Lucky ketika kontolnya makin cepat dikocok. “ Buka dulu bajunya, Mas..”, kata Sandra sambil menghentikan tangannya. Lalu Sandra bangkit dari kasur dan melepas seluruh pakaiannya. Lucky juga ikut bangkit lalu segera melepas pakaiannya. “ Jangan dulu ke kasur.. Hisap dulu dong.. ”, kata Lucky sambil mengecup bibir Sandra lalu tangannya agak menekan dan membimbing kepala Sandra ke arah kontolnya. Sandra mengerti dan menuruti kemauan suaminya itu. “ Ohh..”, desah Lucky terdengar ketika mulut Sandra sudah mengulum penuh kontolnya. “ Mm.. Kamu memang pintar.. hh..”, kata Lucky sambil memejamkan matanya ketika tangan Sandra dengan pelan mengocok kontolnya. “ Mm..”, terdengar suara Sandra ketika mulutnya tak henti menghisap kontol Lucky sambil tangannya tak henti mengocoknya. “ Ohh.. Ennakk sayangg..”, kata Lucky sambil memajumundurkan pantatnya seiring hisapan mulut Sandra pada kontolnya. “ Gantian, Mas..”, kata Sandra setelah menghisap kontol Lucky beberapa lama. Sandra lalu membaringkan tubuhnya di kasur kemudian membuka lebar pahanya. Tampak bulu bulu halus tumbuh agak lebat di sekitar memeknya. “ Oww.. Enak sekali Mass..”, desah Sandra dengan mata terpejam ketika lidah Lucky mulai menjilati belahan memeknya dari atas ke bawah bolak-balik. Pantat Sandra langsung bergoyang seiring rasa nikmat yang dirasakannya. “Ohh.. Teruss.. Ohh.”, desah Sandra makin keras ketika jari Lucky keluar masuk lubang memeknya yang sangat basah sambil tetap lidahnya menjilati kelentitnya. Tubuh Sandra melengkung dan menggeliat serta menggelinjang menahan nikmat yang luar biasa.. Sampai akhirnya, serr! Serr! Serr! Sandra mendesakkan kepala Lucky ke memeknya ketika terasa semburan air mani dalam memeknya disertai rasa nikmat dan nyaman yang amat sangat. “ Ohh!! Ohh!!”, suara Sandra serak keluar dari mulutnya.. “ Nikmat sekali Mass..”, desah Sandra dengan tubuh lemas terkulai di atas kasur. “ Kini giliranku..”, kata Lucky tersenyum sambil bangkit lalu menaiki tubuh Sandra. Mulut Lucky yang masih basah oleh cairan memek Sandra segera melumat bibir Sandra. Sandra segera membalas lumatan bibir Lucky sambil memegang kontol Lucky dan mengarahkan ke lubang memeknya. Bless.. Bless.. Kontol Lucky ditekan dan dengan segera sudah keluar masuk memek Sandra. “ Ohh..”, kembali desah Sandra terdengar seiring keluar masuk kontol Lucky ke memeknya. “ Ohh enak sekali rasanya sayang..”, bisik Lucky ke telinga Sandra sambil tak henti memompa kontolnya. “ Kita enak-enakan di sini, sementara Mbak Shanty kesepian.. ”, kata Sandra sambil mengecup bibir Lucky. “ Ya itu sudah nasibnya, sayang..”, kata Lucky sambil terus merengkuh tubuh Sandra dalam kenikmatan. “ Ohh enakk, sayangg..”, desah Sandra sambil menggeliat keenakan. “ Mas suka nggak kepada Mbak Shanty ?”, tanya Sandra di sela persetubuhan itu. “ Ya tentu saja suka, namanya juga kakak sendiri.. ”, kata Lucky sambil terus memompa kontolnya keluar masuk. “ Maksudku, suka secara fisik.. Lelaki suka wanita.. ”, kata Sandra sambil menggoyangkan pantatnya. “ Kok kamu membicarakan orang lain sih ?”, kata Lucky. “Ngak apa-apa kan, Mas? Lagian itu membuatku makin bergairah.. ”, kata Sandra sambil mempercepat goyangannya. “ Benarkah?”, tanya Lucky. “Iyaahh.. Kadang saya suka membayangkan Mas bersetubuh dengan wanita lain. Dan itu membuat saya bergairah.. Nggak marah kan, Mas ?”, tanya Sandra. “Fantasi seperti itu boleh saja, sayang.. ”, kata Lucky sambil mencium dahi Sandra. “ Ohh.. Betulkahh?”, Sandra mendesah. “Kalau saya mau Mas membahagiakan Mbak Shanty, mau nggak ?”, tanya Sandra mengagetkan Lucky. Serta merta mereka menghentikan gerakan sambil organ kenikmatan mereka tetap berpautan. “ Masksud kamu apa, sayang..?”, tanya Lucky. Sandra tidak menjawab pertanyaan Lucky, tapi hanya tersenyum lalu mengecup bibir Lucky. “ Mbak Shanty adalah orang yang paling saya sayang, dan saya ingin dia mendapatkan yang terbaik.. ”, kata Sandra. “ Saya ingin bisa memberikan yang terbaik buat dia.. ”, lanjut Sandra. “Mas adalah yang terbaik buat saya.. ”, kata Sandra sambil tersenyum. “ Saya rela membagi hal terbaik yang saya punya dengan Mbak Shanty.. ”, kata Sandra lagi. “ Mas ngerti kan maksud saya?”, Sandra sambil kembali menggoyang pantatnya. “ Mas ngerti.. Tapi apakah kamu benar-benar.. ”, ucapan Lucky terputus karena Sandra keburu melumat bibirnya. Kembali mereka bersetubuh melanjutkan yang terhenti tadi. “ Saya benar-benar ingin Mas membahagiakan Mbak Shanty.. Juga itu membuat saya makin bergairah..”, kata Sandra sambil menggoyang pantatnya lebih cepat. “ Baiklah.. Ohh.. Ohh..”, desah Lucky sambil mempercepat gerakannya. “ Aku mau keluarr sayangg..”, kata Lucky sambil mendesakkan kontolnya makin dalam ke memek Sandra. Crott! Croott! Croott! Air mani Lucky menyembur banyak di dalam memek Sandra. “ Ohh.. Enak sekali sayang..”, kata Lucky sambil mengecup bibir Sandra. “ Mas mau kan memenuhi permintaan saya.. ?”, tanya Sandra manja. “Iya.. Baiklah..”, kata Lucky sambil tersenyum. “ Terima kasih. Sering saya membayangkan Mas menyetubuhi Mbak Shanty.. ”, bisik Sandra. Dan mereka pun kembali saling berpagutan tanpa melepas kontol dan memek mereka yang masih bertautan. ***** Suatu pagi.. “Mas, Mbak Shanty.. Saya akan ke pasar dengan si kecil.., ada mau titip tidak ?”, kata Sandra kepada mereka berdua. “ Aku ikut, San..”, kata Shanty. “Nggak usah, Mbak.., saya mau ke rumah ibu Heru dulu soalnya ”, kata Sandra berdalih. “ Ya sudah kalau begitu..”, kata Shanty. Akhirnya Sandra dan anaknya segera meninggalkan rumah. Tinggal Lucky dan Shanty berdua. “ Tidak ke kantor, Luck?”, tanya Shanty. “ Saya sudah ijin untuk datang agak siang, Mbak.. ”, jawab Lucky sambil mendekati dan duduk di samping Shanty. “ Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, Mbak.. ”, kata Lucky. “Apa itu?”, tanya Shanty sambil menatap mata Lucky. “ Bagaimana urusan Mbak dengan Mas Rudy? Saya kasihan kepada Mbak.. ”, kata Lucky. “ Nggak tahulah, Luck.. Kita lihat saja nanti.. ”, kata Shanty sambil menyenderkan tubuhnya di kursi. “ Mbak putus asa?”, tanya Lucky sambil tangannya mencoba memegang tangan Shanty. Shanty hanya diam ketika Lucky menggenggam tangannya. Hanya air mata yang terlihat menetes di sudut matanya. “Aku tidak ingin hidup lebih lama lagi..”, kata Sandra sambil terisak. “ Saya mengerti bagaimana perasaan Mbak.. ”, kata Lucky air mata Shanty makin deras membasahi pipinya.. “ Boleh aku pinjam bahumu, Luck? Aku nggak tahan.. ”, kata Shanty. Lucky mengangguk. Dan Shanty segera merebahkan kepalanya di bahu Lucky dan menangis terisak. Lucky mengusap-ngusap rambut dan punggung Shanty untuk menenangkannya. “Sudahlah, Mbak.. Mbak masih punya kami.. ”, kata Lucky sambil melepas rangkulan Shanty dan menatap matanya. “ Kami sayang Mbak.. Saya sayang Mbak.. ”, kata Lucky. “Benarkah?”, tanya Shanty sambil meyeka air matanya. Lucky tak menjawab hanya mengangguk sambil menatap mata Shanty. Lama mereka saling bertatapan. Ada rasa tak menentu ketika Shanty menatap mata Lucky. Apalagi ketika Lucky sedikit demi sedikit mendekatkan wajahnya hingga hampir bersentuhan. Shanty tak bisa berkata apa-apa ketika terasa ada rasa hangat dan nyaman ketika bibir Lucky menyentuh bibirnya. Ketika Lucky mengecup bibirnya, Shanty hanya bisa terpejam merasakan rasa nyaman dan rasa berdesir di hatinya. “ Mmhh..”, hanya itu yang keluar dari mulut Shanty ketika Lucky mulai melumat bibirnya. “ Luck.. Jangan.. Mmhh..”, kata Shanty ingin menolak tapi gairahnya telah mulai naik. Lucky tak menjawab, tapi makin hangta melumat bibir Shanty. “ Mmhh..”, Shanty mendesah dan mulai terbawa aliran gairahnya yang bangkit perlahan. Dibalasnya ciuman Lucky dengan panas dan liar. Sebagai wanita yang telah lama tidak merasakan kehangatan sentuhan laki-laki, perlakuan Lucky membuat Shanty bergairah tinggi dan mulai melupakan kesedihannya saat itu. “ Luck.. Aku.. Aku.. Ohh..”, suara Shanty terputus putus serak ketika tangan Lucky mulai menggerayangi bagian depan baju dasternya. Dua gumpalan empuk di dada Shanty diremas perlahan oleh Lucky sambil tetap berciuman. “Mbak, kita pindah ke kamar..”, ajak Lucky sambil menarik tangan Shanty. “ Tapi.. Tapi.. Bagaimana dengan Sandra ?”, tanya Shanty ragu. “Saya bisa menyayangi Mbak seperti ini karena Sandra sayang kepada Mbak.. ”, kata Lucky sambil menarik Shanty ke kamar. “ Maksudnya apa, Luck..”, tanya Shanty. Lucky tidak langsung menjawab, tapi langsung memeluk dan melumat bibir Shanty. Shantypun karena sudah terbawa gairahnya langsung membalas pagutan Lucky. Keduanya terus berciuman sambil melepas pakaian masing-masing. Lucky merebahkan tubuh telanjang Shanty ke atas kasur. “ Ohh.. Luckyy.. Mmhh..”, desah Shanty keras ketika lidah dan mulut Lucky menggigit dan menjilati buah dadanya, apalagi ketika satu tangan Lucky turun ke perut lalu turun lagi ke memeknya yang sudah sangat basah. “Saya sayang Mbak..”, kata Lucky sambil menatap Shanty lalu kepalanya mulai turun ke perut lalu turun lagi ke memek. “ Oohh.. Ohh.. Oww.. Sshh..”, jerit lirih Shanty sambil mata terpejam ketika lidah Lucky liar mengoral vagina dan clitorisnya bergantian. Serr! Serr! Serr! Shanty merasakan rasa nikmat yang sangat luar biasa ketika cairan cintanya menyembur disertai dengan geliatan dan gelinjang tubuh ketika rasa nikmat itu menjalar. “ Ohh, Lucky.. Aku sudah lama tidak merasakan hal seperti ini.. Makanya aku keluar cepat.. ”, kata Shanty sambil menatap Lucky yang sudah berada di atas tubuhnya. “ Saya akan membahagiakan Mbak.. Kapan saja Mbak mau.. ”, kata Lucky sambil tersenyum lalu mengecup bibir Shanty. “ Tapi.. Sandra..”, tanya Shanty. “Sandra sangat sayang pada Mbak..”, kata Lucky sambil mengarahkan kontolnya ke lubang memek Shanty. Shanty meraih kontol Lucky dan membimbing ke lubang memeknya. Tak lama Lucky sudah turun naik memompa kontolnya di lubang memek Shanty. “ Ohh.. Mhh..”, desah Lucky dengan mata terpejam sambil memeluk Shanty. “ Ohh.. Enak sekaliihh.. Ohh..”, desah Shanty sambil menggoyangkan pinggulnya cepat. Setelah beberapa lama, serr! Serr! Serr! Kembali Shanty menyemburkan spermanya disertai jeritan kenikmatan dari mulutnya. “Nikmat sekali.. Ohh..”, bisik Shanty dengan tubuh lunglai. “ Tengkurap, Mbak..”, pinta Lucky sambil mencabut kontolnya. Shanty menuruti permintaan Lucky tersebut. Shanty membalikkan badannya tanpa menungging, lalu melebarkan kakinya agar kontol Lucky bisa mudah masuk lubang memeknya. Bless..! Lucky mengarahkan kontol ke vagina Shanty dari belakang lalu menekan dan akhirnya kontol Lucky leluasa keluar masuk. Mata Lucky terpejam merasakan kenikmatan memompa kontolnya di memek Shanty sambil memegangi bongkahan pantat Shanty yang bulat padat. “ Ohh.. Saya mau keluarrhh..”, kata Lucky serak. “ Jangan dikeluarkan di dalam, Luck.. Aku nggak KB.. ”, kata Shanty cepat. Lucky makin mempercepat pompaan kontolnya lalu dengan segera mengeluarkan kontolnya kemudian digesek-gesekkan di belahan pantat Shanty, sampai.. Croott! Croott! Croott! Air mani Lucky menyembur banyak dan jauh hingga punggung Shanty. “ Ohh.. Enak sekali, Mbak..”, kata Lucky sambil berbaring di samping tubuh Shanty yang masih tengkurap berlumuran air mani Lucky di punggung dan pantatnya. “ Apakah ini akan menjadi masalah, Luck ?”, tanya Shanty. “Tidak akan, Mbak.. Percaya kepada kata-kata saya.. ”, kata Lucky sambil tersenyum lalu mengecup bibir Shanty.
Share:

Genjotan Maut Cewek Yang Kukenal di Mall...


Genjotan Dahsyat Kenalanku di Mall, Satu hari aku jajan di satu mal sama sodara sepupuku, orangnya si cantik, chubby dan tonjolan dibadannya lebi nampak nyata dari yang ada di badanku. Hari itu kami berdua hanya pake tenk top ketat dan aku berhins ketat sedang dia pake jins 3/4 yang juga ketat, sehingga banyak cowok2 menyusuri bodi sodara sepupuku dari rambut ampe ke kaki. Dia si seneng banget jadi pusat perhatian banyak lelaki yang makan di foodcourt mall. Deket mejaku ada seorang lelaki, yang pasti bukan abege dan belon om2, kutaksir umurnya 30an, ganteng, kumisan dan atletis badannya, tipeku bangetz. Sodaraku berbisik, "Nez tu ada cowok keren banget". "Mana", tanyaku. "Seblah kanan rada kedepan, dia lagi ngliatin kita". Aku menatap kearah yang ditunjukkan Santi, sodaraku itu. Si abang, sebut ja demikian, juga lagi menatap kearah kami, tatapanku amprokan dengan tatapan matanya, dia ngangguk, akupun ngangguk dan senyum. "Ganteng banget San". "Iya, aku suka banget ngeliat dia", Santipun menatap wajah si abang dan senyum, dibales senyum juga. Waktu Santi ke toliet, si abang nyamperin mejaku dan kenalan, dia nanya siapa yang bareng aku, aku bilang Santi, dia minta nomer hape Santi, wah rupanya matanya dah kelilipan bodinya Santi. aku kasi ja no hapeku, dan dia pamit duluan karena dah beres makannya. Ketika Santi balik dia kecewa karena si abang dah pergi. Aku bilang, "Di mal kan banyak lelaki ganteng yang bakalan kelilipan bodi kamu kan, satu pergi dateng seribu". "Bisa ja kamu Nez". Peristiwa itu berlalu begitu aja. Sampe satu waktu d hapeku ada message, "San, ini aku yang ketemu di mal waktu itu, yang di foodcourt itu". "Wah dari si abang rupanya". "Wah abang, pa kabar, Santi tunggu2 kok gak da kabarnya, baru skarang ada kabar, sibuk banget ya bang". Aku nyaru jadi Santi aja. "Ketemuan lagi yuk San, berdua aja". "Dimana bang". "Di mal, di foodcourt ja, sore jam ... (dia menyebutkan waktunya), bisa kan". "Bisa bang". "aku pake (dia nyebutkan warna pakeannya)". Sampe di foodcourt, dia belon dateng, aku duduk di meja yang strategis yang pandangannya bisa kemana2, tak lama datenglah lelaki dengan pakean yang disebutkan tadi. aku bangun dan menyambutnya. "Santinya mana", tampak da kekecewaan diwajahnya, kok aku yang nongol. "Santi dadakan sakit perut bang, diare kayanya, makanya dia nyuru aku nemuin abang, takut abang kecewa". "O gitu ya, gak apa deh, kamu bisa nemenin aku". "Kalo gak bisa, Inez ya gak kemari lah bang". "Kita makan dulu yuk". "ayuk", jawabku. kita brosing makanan, pesen kesukaan masing2, ketika aku mo bayar makananku, si abang yang bayarin duluan. “Lama juga ya cap cay-nya. Hhh!” keluhnya karena pesanannya gak dateng2 sedang pesananku udah. “Sabar saja bang, maklum malming gini pengunjungnya banyak”. Tidak berapa lama pesanannya datang. Dia menambahkan lada putih ke dalam capcaynya. Setelah itu dia masih minta cabe rawit beberapa butir pada pelayan. aku tersenyum kecil. “Biasanya orang yang kuat makan pedas nafsunya gede,” komentarku. dia hampir tersedak mendengar candaanku. Namun kemudian dia menguasai diri, dia minum air putih dan menjawab, “Kalau ada sambal atau cabe memang nafsu makan jadi kuat”. aku tertawa tertahan. Dia tersenyum sambil memandang deretan gigiku yang rapi dan gingsulku kelihatan. Dia membalas godaanku tadi,”Orang yang giginya gingsul kudengar juga gede nafsunya”. Gingsul itu gigi tarning yang letaknya lebi kedepan dari deretan gigi laennya, kaya bintang sinetron Chelsi olivia gitulah, ato bintang jepang banyakan juga gingsul. Aku gak mo kalah, "Kalo gitu abang pasti cewek dan ttm nya banyak". "Napa gitu". "Kan napsu makan dan napsu laennya gede". Dia tertawa. "sama dong, kamu pasti gak pena puas cuma ma 1 lelaki kan". Guyonan vulgar gitu mencairkan suasana, kami jadi lebi akrab, gak nampak kekecewaan diwajahnya karena yang dateng bukan santi. "Kok skarang malming Inez gak ma cowoknya, malah becanda ma aku". "Kan demi abang biar abang gak kecewa". "Gak tersalurkan ma cowoknya dong malem ini". "Panya yang disalurkan bang, sembako?" "he he, kura2 dalam perahu". "Mana ada kura2 disimpen di perahu bang", aku belaga pilon ja. "kan gingsul". "kok?" "iya kan kalo prempuan gingsul napsunya gede, trus malming gak ketemu cowoknya, jadi gak tersalurkan dong napsunya". "Kan ada abang", sengaja aku to the point ja menyatakan kalo aku suka ma dia, "cocok kan penggemar cabe ketemu ma gigi gingsul, sama2 napsu gede". tertawanya berderai. "Bisa aja kamu, mangnya kamu mau ma aku". "Bangetz, sejak pertama kali ketemu Inez dah suka liat abang, tipe inez bangetz". "Masak si". "iya, Inez tu seukanya lelaki dewasa kaya abang, macho". Aku makin to the point aja, "Palagi kalo napsunya gede, he he". Dia tertawa juga. "abang suka gak ma prempuan kaya Inez", aku uber dia terus. "Suka juga, kamu cantik, proporsional lagi bodinya". "Tapi kan gak semok kaya Santi bang". "iya Santi napsuin, kamu juga kok, imut tapi napsuin juga". Wah dia dah to the point juga. "Mau dong abang gantiin cowok Inez". "Hm gimana ya, gak enak lah nyrobot cewek orang laen". "Gak apa kok bang, cowok Inez juga klayapan tau kemana, makanya bisa ktemuan ma abang, semua ada hikmahnya". "Tadi bilangnya demi aku". "iya demi abang dan demikian", candaku. Dia tertawa lagi. "Kamu asik juga ya Nez orangnya". "asik apanya bang". "Ya asik diajak bertemen, gak tau asik gak diajak bercinta". "Wah, gawat". "Kok gawat si". "abang to the point jadi pengen neh Inez, hayo abang tanggung jawab lo". "Pengen paan". "pengen nonton", aku tertawa. "Yuk kita nonton, kamu beneran kan gak da cowoknya malem ini". aku menggangguk. Dia menggandengku menuju ke cinema yang ada di mal, kami milih filmnya, "inez ikut abang ja deh nonton yang mana". Dia milih film percintaan. "biar jadi mood bercinta ya Nez". "abang mo bercinta ma Inez ya". "Kalo kamu mau". "Mau bang". Kami masuk ke gedung, bole milih tempat duduk bebas, dia milih yang agak disudut seblah atas, ternyata setelah filmnya maen, yang nonton gak banyak, jadi kami terpisah dari pnonton yang laen. "Inez sering ya bercinta ma cowoknya". Aku cuma ngangguk. "Dimana maennya". "ditempat kok Inez, kadan dirumah dia kalo sepi, kadang di motel kalo pengen all nite". "Mangnya kalo allnite maennya brapa kali". "Kalo dah lama gak maen, dia bisa 4 kali bang". "wah lemes dong". "bangetz bang, tapi nikmatnya juga bangetz. abang kuat brapa kali maennya bang". "ya segitu itu". "Wah asik dong, bisa abis2an tu maennya ampe lemes". Dia memeluk pundaku, mukaku diarahkan kemukanya dan dengan lembut dia mencium bibirku. Lidahnya segera menerobos mulutku dan membelit lidahku. Sementara lidah kami saling bergelut, tangannya milai mengelus2 toketku. "Kecil ya bang", kataku setelah bibirnya melepas bibirku, dia meremes toketku sambil mencium telingaku, sampe aku menggelinjang. "Segini mah gak kecil, proporsioanl, jadi gemes ni". "Kalo gemes ya ditemes2 trus ja bang". "Kamu enak ya diremes gini". "Suka ja bang". Dia mencium bibirku lagi. Dia memegang tanganku dan meletakkannya diselangkangannya. terasa ada sesuatu yang keras banget dibalik clananya. "Bang ngacengnya keras banget, cabenya dah kerja ya". Dia gak menjawab malah meremas2 toketku lagi. aku elus2 tonjolan keras diselangkangannya. "diremes dong Nez". Aku meremes sebisanya, terasa besar tonjolan itu. "Abang punya besar ya". "besaran mana ma punya cowok kamu". "besaran abang punya deh". "Mo ngrasain?" "Bangetz bang". Dia mengelus selangkanganku, aku mengangkangkan pahaku, gak bisa lebar2 karena terhalang kursi, aku duduk rada selonjor, biar pahaku bisa lebi lebar ngangkangnya. Memekku jadi gatel dielus kasar dari luar clanaku gitu. "dah basah ya Nez". Aku ngangguk, "Inez dah pengen bang". "Bener kan prempuan gingsul napsunya gede". "Abang..." lenguhku manja sambil merems tonjolan di slangakngannya dengan keras. Gak lama kemudian film usai, lampu menyala. Segera kami memisahkan diri, bangkit dari tempat duduk dan kluar beriringan dengan penonton laen. “aku anterin pulang ya, ujan lagi". Saat itu ujan deres. "Kamu tinggal dimana". "Di kos bang". "Gak bebas dong". "bebas kok, Inez tinggal sendiri". "Mahal tu". "Kan dibayarin cowok Inez bang". Kami berlari-lari di pelataran parkir menuju ke mobilnya. Dia membuka pintu depan sebelah kiri setelah mematikan alarm mobilnya, aku masuk dan diapun segera masuk, baju kami basah karena hujan yang deres gitu. "Dingin ya Nez, gak usah pasang Ac deh ya". "ya bang". "Ntar pilek lagi". Tempat kos ku kebetluan gak jauh dari mal, sehingga kami gak lama di mobilnya. Mobilnya parkir persis didepan kamar kosku, segera aku membuka pintu mobil dan berlari menembus ujan ke depan kamarku, diapun menyusul. "Basah semuanya bang, ntar dikeringin deh pake hair dryer". "Kamar kamu gede banget Nez, ada ruang tamunya lagi". Memang kamar kosku lumayan gede, furnitur lengkap, pake Ac lagi, bayarannya juga lumayan mahal, gak peduli aku toh cowokku yang bayarin semuanya. Ada ruang tamu merangkap ruang makan dan pantri, dan kamar tidur + kamar mandinya. Aku segera mengambil handuk dan hair dryer untu si abang, aku pun masuk ke kamar mandi, melepaskan semua yang menempel dibadanku dan menggantinya dengan kaus dan celana pendek longgar. aku melap rambutku yang basah dan kukeringkan dengan hiar dryer satu lagi biar gak pusing. Aku keluar dari kamar sambil membawa kaosku yang paling gede ukurannya, dia duduk di sofa sambil melap rambutnya yang basah, "Kok gak di hairdryer bang". "Gak usah, pake anduk ja cukup kok". "Bajunya basah semuanya tu bang. Ganti ma kaos Inez ja ya, iar gak masuk angin, gak tau cukup gak. Kalo celena pendek gak da yang ukuran abang". Dia melepas bajunya didepanku, aku suka banget melihat dadana yang bidang, samar keliatan muali terbentuk sixpack diperutnya. "Wah abang sering fitness ya, ada sixpacknya gitu, sexy banget deh bang". Baeknya bajuku muat walaupun rada ketat untuknya. "celananya basah bang, dilepas ja, pake daleman kan". Dia senyum dan beneran melepas celananya. Tampak tonjolan besar di selangkangannya yang sekarang cuma tertutup cd. Dia memperhatikan toketku yang tetap terlihat membusung di balik kaus longgarku. “Minumannya sebentar lagi ya. Airnya lagi dimasak. Termosnya pas kosong. Mau minum apa bang?” Dia terkejut, kelamaan memperhatikan toketku. “Ahh.. E.. E. Eeh. Susu.. Eh.. Teh susu,” sambil tergagap kata-katanya keluar begitu saja. Namun disaat terakhir dia masih tetap bisa menguasai dirinya. “Teh saja atau kopi. Susunya habis. Sorry,” aku tersenyum melihatnya terbata-bata kemudian menuju ke pantri menyiapkan segelas teh panas. Aku duduk di depannya. Dia menyeruput tehnya yang masi panas. "Manis gak bang". "manis, kaya yang buat". Aku mencibirkan bibirku. “Jadi gak kita mau adu kekuatan cabe dengan gingsul?” tanyanya dengan bergurau. Aku segera pindah kesebelahnya di sofa dan merapatkan kepalaku di dadanya. Diciumnya pipiku dan aku mulai membuka kancing bajunya. “Di kamar Inez aja yuk bang”. "Dah gak nahan ya gingsulnya". Aku memejamkan mata. bibirnya kembali memagut bibirku yang merekah. Lidahnya menerobos lagi ke mulutku dan menggelitik lidahku. Aku menggeliat dan membalas ciumannya dengan meliukkan lidahku yang langsung dihisapnya. Tangannya mulai menari di atas dadaku. Diremasnya toketku yang sudah mengeras. Jarinya terus menjalar mulai dari dada, perut terus ke bawah hingga pangkal pahanya, masi dari luar pakeanku. Aku makin menggeliat kegelian. Lidahnya sudah beraksi di lubang telingaku dan giginya menggigit daun telingaku. Pelukan dilepas dan dia bergerak berputar ke belakangku. Tangannya mendekap dadaku. Rambutku diciumnya. Mulutnya menggigit tengkukku. Badanku mulai menghangat. Bibir dan hidungnya makin lancar menyelusuri kepala dan leherku. Aku makin menggelinjang apalagi waktu tangannya meremas toketku yang masih tertutup baju kaus itu dari belakang. Diletakkannya mukanya dibahuku dan disapukan napasnya di telingaku. Aku menjerit kecil menahan geli tapi malah menikmati. Aku dipeluknya dari belakang, kami berdiri sambil pelukan dan berjalan beriringan ke arah kamarku. Tanganku ke belakang dan meremas isi cdnya yang mulai memberontak. Setelah masuk ke dalam kamar dilepaskannya pelukannya. Aku mematikan lampu besar dan mengantinya dengan lampu tidur. ranjang yang besar telah menanti kami. Dia merendahkan badan dan mulai mencium dan menggigit pinggulku. Aku mendongakkan kepala dan berdesis lirih. Dia dibelakangku berlutut dengan meneruskan aksi tangannya ke betisku, sementara bibirnya masih bergerilya di lipatan lutut belakangku. Aku merentangkan kedua kakiku dan bergetar meliuk-liuk. Diciumnya pahaku dan diberikan gigitan kecil. Aku makin meliukkan badannya, napasku mulai memburu. Pada saat aku sedang menggeliat, dihentikannya ciumannya di lututku dan dia berdiri di hadapanku. Diusapnya pantat dan pinggulku. Kembali aku berdesis pelan. Dengan cepat langsung disapukannya bibirnya ke leherku dan ditarik pelan-pelan ke bawah sambil menciumi dan menjilati leher mulusku. Aku semakin merepatkan tubuhku ke dadanya. Dengan sebuah tarikan pelan aku melepas kaosnya. Kuusap-usapnya dadanya dan kemudian pentilnya kumainkan dengan jari. Diciumnya bibirku, aku membalas dengan lembut. Lumatannya mulai berubah menjadi lumatan ganas. Ia melepaskan ciumannya. Dia menyingkapkan kausku. Aku mengangkat kedua tanganku. Dengan mudah dibukanya kaosku. Kini tangannya membuka celana pendekku. Kini kami tinggal mengenalan pakaian dalam saja. Bra dan celana dalamku berwarna krem berpadu dengan kulitnya yang sawo matang. Braku memang tidak penuh menutupi toketku sehingga dapat terlihat lingkaran kemerahan di sekitar pentilku. Cdku dari bahan sutra transparan sehingga padang rumput di bawah perutku terihat membayang. “Eehhngng, ..” aku mendesah ketika leherku dijilatinya. Kulihat ia melirik bayangan kami di cermin dilemari yang besar. Dia mendorongku ke ranjang dan menindih tubuhku. Tangannya bergerak punggungku membuka pengait braku. Disusurinya bahuku dan dilepasnya tali braku bergantian. Toketku yang imut dan kencang dihiasi pentil berwarna coklat kemerahan dan sangat keras. Digesek-gesekkannya dadanya ke pentilku. Bibirnya yang agak tebal dengan lincah menyusuri wajah, bibir dan leherku. Dia mendorong lidahnya jauh ke dalam rongga mulutku kemudian memainkan lidahku dengan menggelitik dan memilinnya. Aku hanya sekedar mengimbangi. Sesekali gantian lidahku yang mendorong lidahnya. Tangan kanannya memilin pentilku serta meremas toketku. Aku menggeserkan tubuhku ke arah bagian atas tubuhnyasehingga toketku tepat berada di depan mukanya. Segera dilumat nya toketku dengan mulutnya. Pentilku diisap pelan dan dijilati. “Aaacchh, Ayo bang.. Lagi.. Teruskan”. aku mulai melenguh keenakan. Kontolnya terasa semakin mengeras. Disedotnya toketku sehingga semuanya masuk ke dalam mulutnya, dihisap pelan namun dalam, pentilku dijilat dan dimainkan dengan lidahnya. Dadaku bergerak kembang kempis dengan cepat, detak jantungku juga meningkat, pertanda nafsuku mulai naik. Tanganku menyusup di balik cdnya, kemudian mengelus, meremas dan mengocoknya dengan lembut. Pantatnya dinaikkan dan dengan sekali tarikan, maka cdnya sudah terlepas. Kini dia sudah dalam keadaan polos tanpa selembar benang. Bibirnya mengarah ke leherku, mengecup, menjilatinya kemudian menggigit daun telingaku. Napasnya dihembuskannya ke dalam lubang telingaku. Kini dia mulai menjilati pentilku. Aku semakin terbuai. Kugigit bibir bawahku untuk menahan rangsangan ini. Kupegang pinggangnya erat-erat. Tangannya kemudian bergerak membuka cdku dan melemparkannya begitu saja. Jembutku tidaklah lebat dan kupotong pendek. Sementara ibu jarinya mengusap dan membuka bibirmemekku, maka jari tengahnya masuk sekitar satu ruas ke dalam lubang memekku . Diuusap dan ditekannya bagian depan dinding memekku dan jarinya sudah menemukan sebuah tonjolan daging seperti kacang. Setiapkali dia memberikan tekanan dan kemudian mengusapnya aku mendesis, “Huuhh.. Aaauhh.. Engngnggnghhk”. Ia melepaskan tangannya dari selangkanganku. Tanganku kembali diarahkan ke kontolnya, bibirku terus menyusuri perutnya, semakin ke bawah. Aku memandang sebentar kepala kontolnya yang lebih besar dari batangnya dan kemudian kukecup. Belum kukulum, hanya mengecup dan menggesekkan hidungku pada batang kontolnya dan dua buah bola yang menggantung di bawahnya. Dia hanya menahan napas setiap aku mengecupnya. Aku kembali bergerak ke atas, tanganku masih memegang dan mengusap kontolnya yang telah berdiri tegak. Dia menggulingkan badannya sehingga berada di atasku. Kembali kami berciuman. toketku diremas dan pentilnya dipilin dengan jarinya sehingga aku mendesis perlahan dengan suara di dalam hidungnya. “SShh.. Ssshh.. Ngghh..” Perlahan lahan dia menurunkan pantatnya sambil memutar-mutarkannya. Kepala kontolnya kupegang, ,kemudian kugesek-gesekkan di mulut memekku. Terasa basah banget. Aku mengarahkan kontolnya untuk masuk ke dalam memekku. Ketika sudah menyentuh lubang memekku, dia menekan pantatnya perlahan. tapi belum bisa masuk. Aku merenggangkan kedua pahaku dan pantat kuangkat sedikit. Kepala kontolnya sudah mulai menyusup di bibir memekku. Digesek-gesekkannya di bibir luarnya sampai terasa keras sekali dan ditekan lagi. Aku merintih dan memohon agar dia segera memasukkannya sampai amblas. “Ayolah bang tekan.. Dorong sekarang. Ayo". Dia mencoba untuk memasukkannya lagi, masih dengan bantuan tangannya, dan Blleessh. setengah batang kontolnya sudah tertelan dalam memekku. “Ouhh.. bang,” desahku setengah berteriak. Dia bergerak naik turun. Kadang gerakan pantatnya dibuat naik turun dan memutar sambil menunggu posisi dan waktu yang tepat. Aku mengimbangi dengan gerakan memutar pada pinggulku. Ketika dirasakan gerakannya sudah lancar, maka dipercepat gerakannya. aku menggeleng dan menahan pantatnya, kemudian mengatur gerakan pantatnya dalam tempo sangat pelan. Untuk meningkatkan kenikmatan maka meskipun pelan namun setiap gerakan pantatnya selalu penuh dan bertenaga. Akibatnya maka keringatpun mulai menitik di pori-porinya. “Bang. Ouhh.. Nikmat.. Ooouuhh. Abang memang betul-betul perkasa” desisku sambil menciumi lehernya. Kini kedua kaki kurapatkan dan dijepit dengan kedua kakinya. Kontolnya hampir-hampir tidak bisa bergerak dalam posisi ini. Tidak ada kontraksi otot memekku namun dia merasa memekku sangat sempit menjepit kontolnya. Dia menggulingkan badan lagi sampai aku menindihnya. Kakiku keluar dari jepitan kakinya dan kembali aku yang menjepit pahanya. Dalam posisi ini gerakan naik turunku menjadi bebas. Kembali dia dalam posisi pasif, hanya mengimbangi dengan gerakan melawan gerakan pinggul dan pantatku. Tanganku menekan dadanya. Dicium dan diremasnya toketku yang menggantung. Kepalaku terangkat dan tangannya menarik rambutku kebelakang sehingga kepalaku semakin terangkat. Setelah dia menjilat dan mengecup leherku, maka kepalaku turun kembali dan bibirku mencari-cari bibirnya. Dia menyambut mulutku dengan satu ciuman yang dalam dan lama. Aku mengatur gerakanku dengan tempo pelan namun sangat intens. Pantat kuturunkan sampai menekan pahanya sehingga kontolnya terbenam dalam-dalam sampai kurasakan menyentuh dinding rahimku. Ketika kontolnya menyentuh rahimku, aku semakin menekan pantatku sehingga tubuh kamipun semakin merapat. Aku menegakkan tubuh sehingga dalam posisi duduk setengah jongkok di atas selangkangannya. Aku kemudian menggerakkan pantatku maju mundur sambil menekan kebawah sehingga kontolnya tertelan dan bergerak ke arah perutnya. Semakin lama-semakin cepat aku mengerakkan pantatku. “Ouhh.. Ssshh.. Akhh!” Desisankupun semakin sering. Aku dah hampir nyampe rasanya. Kontolnya dikeraskan dengan menahan napas dan mengencangkan otot antara biji peler dan anusnya seolah-olah menahan kencing. Aku kembali merebahkan tubuhku ke atas tubuhnya, mataku berkejap-kejap dan bola mataku memutih. Gigiku menggigit bibir bawahku kuat-kuat. Akupun merasa tak tahan lagi dan, "Bang .. Sekarang say.. Hhhuuaahh!” aku memekik kecil. Pantatku menekan kuat sekali di atas pahanya. Dinding memekku berdenyut kuat menghisap kontolnya. Dia menahan tekanan pantatku dengan menaikkan pinggulnya. Bibirku menciuminya dengan pagutan-pagutan ganas dan diakhiri dengan gigitan pada dadanya. Dia memeluk tubuhku erat-erat dan ditekannya kepalaku di dadanya. Napasku yang bergemuruh kemudian disusul napas putus-putus dan setelah tarikan napas panjang aku terkulai lemas di atas tubuhnya. aku dah nyampe. Denyutan demi denyutan dari memekku kemudian melemah. Pejunya yang muncrat bebrarengan dengan klimaxku masuk dalam memekku sebagian tertumpah keluar lagi di atas pahanya. Aku berguling kesampingnya sambil tangan dan mukaku tetap berada di lehernya. Dia memberikan kecupan ringan pada bibirku, dan usapan pada pipiku. “Terima kasih bang. Abang sungguh luar biasa. Perkasa dan romantis". Kami masih berpelukan sampai keringat kami mengering. Setelah mandi dan hendak mengenakan pakaian, aku menahan tangannya yang sudah memegang celana dalam. “Abang tidur disini saja malam ini. Inez.. masih..”, aku tersipu-sipu dan tidak melanjutkan perkataanku. Malam itu kami tidur dengan telanjang dan berpelukan ditutup selimut ditemani dengan suara rintikan hujan. Aku tidak tahu sudah tidur berapa lama ketika kurasakan sebuah lengan melingkar di pinggangku. Aku membuka mata mengambil arloji di atas kepalaku dan melihat sebentar. “Hmm.. Baru jam satu, tidur lagi yuk!” kataku sambil memejamkan mata dan tangannya memelukku kembali. Diciumnya ketiakku dan digelitikin pinggangku. Aku menguap dan meregangkan badan. “Ooahh, abang emang..!” Tangannya menangkap tanganku. Didaratkan sebuah ciuman pada bibirku. Aku mengelak dan berdiri berjalan ke arah kulkas di dalam kamarku. Mengambil air putih, meminum dan mengangsurkannya kepadanya. Dia duduk, menyambut dan menghabiskan sisa air dalam gelas tadi. Aku masih berdiri dalam keadaan telanjang. Dia mengamat-amati tubuhku, "kamu sexy sekali nes kalo bugil gitu". "semua prempuan juga sexy kalo telbul bang". Aku duduk dipinggir ranjang, dia bangun dan memelukku. Bibirnya mendarat di bibirku. Kali ini ia menciumiku dengan ganasnya. Akupun membalas dengan tak kalah ganasnya. Dia meremas toketku dengan keras. Ia mendorongku dan beberapa saat kemudian kami sudah bergulingan di atas ranjang besar yang empuk. Dia menindih dan menjelajahi sekujur tubuhku. Aku menggeliat-geliat hebat dan mengerang. Dari dada, lidahnya pindah ke samping menyusuri pinggul dan pinggangku, ke arah perut dan pahaku. Aku meronta hebat penuh kenikmatan sewaktu tangannya memainkan pentilku. Tangannya ditempelkan di bibir memekku. “Baaang.. nikmat bangetz!” pekikku. Bibirku naik ke leherku lagi dan menjilatinya. Elusan tangannya pada pinggang membuat aku ia meronta kegelian. Dia menghentikan elusannya dan tangannya meremas lembut toketku dari pangkal kemudian ke arah pentil. Dimainkan jemarinya dari bagian bawah, melingkari gundukannya dengan usapan ringan kemudian menuju ke arah pentilku. Sampai batas pentil sebelum menyentuhnya, dia menghentikannya dan kembali mulai lagi dari bagian bawah. Dia menggantikan jari dengan bibirnya, tetap dengan cara yang sama disusuri toketku tanpa berusaha mengenai pentilku. Kini aku bergerak tidak karuan. Semakin bergerak semakin bergoyang toketku dan membuat jilatannya makin ganas mengitari gundukan mulus itu. Setelah sebuah gigitan dia berikan di belahan toketku, bibirnya diarahkan ke pentilku, tapi dijilatnya dulu daerah sekitarnya yang berwarna merah sehingga membikin aku penasaran dan gemas. “Bang.. Jangan dimaenkan gitu dong.. Isep cepetan yang,” pintaku. Dia masih ingin mempermainkan gairahku dengan sekali jilatan halus di pentilku yang makin mengeras itu. Aku mendorong toketku ke mulutnya, sehingga pentilnya langsung masuk, dan mulailah dia kulum, digigit kecil serta dijilat bergantian. Tangannya berpindah dari pinggang ke memekku yang kini menjadi basah. Jari tengah kirinya dimasukkan ke dalam memekku dan tidak lama sudah menekan apa yang dicarinya. Lumatan bibirnya di pentilku makin ganas. Aku berusaha mengulingkan badannya tetapi ditahannya. “Aaagh..”, aku memekik-mekik. Diciuminya lagi bibir dan leherku. Kontolnya makin membesar dan mengganjal di atas perutku. Diangkatnya pantatnya sedikit dan akupun mengerti apa yang harus kulakukan. Kukocok kontolnya sampai keras sekali dan kukangkangkan pahaku lebar-lebar. Diarahkannya kontolnya ke memekku dan “Masukin bang...Cepaat!,” pintaku sambil semakin melebarkan pahaku. Didorongnya kontolnya memasuki memekku, digerakkannya kontolnya pelan-pelan dan semakin lama semakin cepat. Memekku makin lembab, namun tidak sampai becek. Akulangsung mengerang hebat merasakan hunjaman kontolnya yang keras dan bertubi-tubi. Tanganku mencengkeram pinggulnya. Gerakan maju-mundurnya kuimbangi dengan memutar-mutarkan pinggulku, semakin lama gerakan kami semakin cepat. Aku semakin sering memekik dan mengerang. Tanganku kadang memukul-mukul punggungnya. Kepalaku mendongak ketika dia menarik rambutku dengan kasar dan kemudian dikecupnya leherku dan digigitnya bahuku. Setelah beberapa lama aku minta untuk di atas. Dengan cepat kami berguling. Tak berapa lama kemudian kontolnya sudah terbenam di liang memekku. aku menaikturunkan pantatku dengan posisi jongkok. Aku seperti penunggang kuda yang sedang memacu kudanya dalam lembah kenikmatan mendaki menuju puncak. Tubuhku naik turun dengan cepat dan dia mengimbangi dengan putaran pinggulnya, sementara toketku yang tegak menantang diremas-remas dengan tangannya. Gerakan kami makin cepat, eranganku makin hebat. Dia duduk dan memeluk pinggangku. Kami berciuman dalam posisi aku duduk berhadapan di pangkuannya. Dia bebas mengeksplorasi tubuhku dengan tangan dan bibirnya.“Aaagghh.. bang..,” teriakku. Dia membalikkan tubuhku kebawah dan langsung digenjot dengan tempo tinggi dan menghentak-hentak. Nafas kami semakin memburu. Dia mengganti pola gerakan. Dia cabut kontolnya trus dimasukkan kembali setengahnya. Demikianlah dia lakukan berulang-ulang sampai beberapa hitungan dan kemudian dihempaskannya pantatnya dalam-dalam. Aku setengah terpejam sambil mulutku tidak henti-hentinya mengeluarkan desahan seperti orang yang kepedasan. Pinggulku tidak berhenti bergoyang dan berputar semakin menambah kenikmatan. Lubang memekku yang memang sempit ditambah dengan gerakan memutar dari pinggulku membuat dia semakin bernafsu. Ketika dihunjamkannya seluruh kontolnya ke dalam memekku, aku pun menjerit tertahan dan wajahku mendongak. Dia menurunkan tempo dengan membiarkan kontolnya tertanam di dalam memekku tanpa menggerakkannya. Dia mencoba memainkan otot kontolnya. Terasa kontolnya mendesak dinding memekku dan sedetik kemudian ketika dia melepaskan kontraksinya, kurasakan memekku meremas kontolnya. Demikian saling berganti-ganti. Permainan kami sudah berlangsung beberapa saat. Kedua kakiku diangkat dan ditumpangkan di pundaknya. Dengan setengah berdiri di atas lutut dia menggenjotku. Kakiku diusap dan diciumnya lipatan lututku. Aku mengerang dan merintih-rintih. Dia memberi isyarat kepadanya untuk menutup permainan ini. Akupun mengangguk. Kamipun berpelukan dan bergerak liar tanpa menghiraukan keringat kami yang bercucuran. Gerakan demi gerakan, pekikan demi pekikan telah kami lalui. Dia semakin cepat menggerakkan pantatnya. Aku menjambak rambutnya dan membenamkan kepalaku ke dadanya, betisku segera menjepit erat pahanya. Badanku menggelepar-gelepar, kepalaku menggeleng ke kiri dan ke kanan, tanganku semakin kuat menjambak rambutnya dan menekan kepalanya lebih keras lagi. Dia pun semakin agresif memberikan kenikmatan kepada aku yang tidak henti-hentinya menggelinjang sambil mengerang. “Aaahh.. Ssshh.. Ssshh” Gerakan tubuhku semakin liar. “Ouoohh nikmatnyaa.. Inez ingin segera sampai..” Dia juga merasa ada sesuatu yang mendesak-desak di dalam kontolnya ingin keluar. “Ouuwww..!” Dia mengangkat pantatnya, berhenti sejenak mengencangkan ototnya dan segera menghunjamkan kontolnya keras-keras ke dalam memekku. Tubuhku mengejang dan jepitan kaki kuperketat, pinggulku naik menjambut kontolnya. Sejenak kemudian memancarlah pejunya di dalam memekku, diiringi oleh jeritan tertahan dari mulut kami berdua. “Awww.. Aduuh.. Hggkk” Kami pun terkulai lemas dan tidak berapa lama sudah tidak ada suara apapun di dalam kamar. Tangannya memeluk erat tubuhku dengan mesra. lemes banget badanku setelah melalui percumbuan yang sangat panjang, tapi nikmatnya juga bangetz.
Share:

Jumat, 25 November 2016

Janda Kembang Yang Memuaskan...


Sudah belasan tahun membuka praktek aqu di kawasan kumuh ibu kota, tepatnya di kawasan Pelabuhan Rakyat di Jakarta Barat. Pasienku lumayan banyak, tetapi rata-rata dari kelas menengah ke bawah. Jadi sekalipun telah belasan tahun aqu berpraktek dgn jumlah pasien lumayan, aqu tetap saja tak berani membina rumah tangga, karena aqu bener-bener ingin membahagiakan istriku, bila aqu memilikinya kelak, dan kebahagiaan bisa dgn mudah dicapai bila kantongku tebal, simpananku banyak di bank dan rumahku besar.
Tetapi aqu tak pernah mengeluh akan keadaanku ini. Aqu tak ingin membanding-bandingkan diriku pada Dr. Mardiyo yg ahli bedah, atau Dr. Susno yg spesialis kandungan, sekalipun mereka dulu waktu masih sama-sama kuliah di faqultas kedokteran sering aqu bantu dalam menghadapi ujian. Mereka adalah bintang kedokteran yg sangat cemerlang di bumi pertiwi, bukan hanya ketenaran nama, juga kekayaan yg terlihat dari Baby Benz, Toyota Land Cruiser, Pondok Indah, Permata Hijau, Bukit Sentul dll.
Dgn pekerjaanku yg melayani masyarakat kelas bawah, yg sangat memerlukan pelayanan kesehatan yg terjangkau, aqu memperoleh kepuasan secara batiniah, karena aqu bisa melayani sesama dgn baik. Tetapi, dibalik itu, aqu pun memperoleh kepuasan yg amat sangat di bidang non materi lainnya.
Suatu malam hari, aqu diminta mengunjungi pasien yg katanya sedang sakit parah di rumahnya. Seperti biasa, aqu mengunjunginya setelah aqu menutup praktek pada sekitar setengah sepuluh malam. Ternyata sakitnya sebenernya tidaklah parah bila ditinjau dari kacamata kedokteran, hanya flu berat disertai kurang darah, jadi dgn suntikan dan obat yg biasa aqu sediakan bagi mereka yg kesusahan memperoleh obat malam malam, si ibu bisa di ringankan penyakitnya.
Saat aqu mau meninggalkan rumah si ibu, ternyata tanggul di tepi sungai jebol, dan air bah menerjang, hingga mobil kijang bututku serta merta terbenam sampai setinggi kurang lebih 50 senti dan mematikan mesin yg sempat hidup sebentar. Air di mana-mana, dan aqu pun membantu keluarga si ibu untuk mengungsi ke atas, karena kebetulan rumah petaknya terdiri dari 2 lantai dan di lantai atas ada kamar kecil satu-satunya tempat anak gadis si ibu tinggal.
Karena tak ada kemungkinan untuk pulang, maka si Ibu menawarkan aqu untuk menginap sampai air surut. Di kamar yg sempit itu, si ibu segera tertidur dgn pulasnya, dan tinggallah aqu berduaan dgn anak si ibu, yg ternyata dalam sinar remang-remang, terlihat manis sekali, maklum, umurnya aqu perkirakan baru sekitar awal dua puluhan.
“Pak dokter, maaf ya, kami tak bisa menyuguhkan apa apa, agaknya semua perabotan dapur terendam di bawah”, katanya dgn suara yg begitu merdu, sekalipun di luar terdengar hamparan hujan masih mendayu dayu.
“Oh, enggak apa-apa kok Dik”, sahutku.Dan untuk melewati waktu, aqu banyak bertanya padanya, yg ternyata bernama Surti.
Ternyata Surti adalah janda tanpa anak, yg suaminya meninggal karena kecelakaan di laut 2 tahun yg lalu. Karena hanya berdua saja dgn ibunya yg sakit-sakitan, maka Surti tetap menjanda. Surti sekarang bekerja pada pabrik konveksi pakaian anak-anak, tetapi perusahaan tempatnya bekerja pun terkena dampak krisis ekonomi yg berkepanjangan.
Saat aqu melirik ke jam tanganku, ternyata jam telah menunjukkan setengah dua dini hari, dan aqu lihat Surti mulai terkantuk-kantuk, maka aqu sarankan dia untuk tidur saja, dan karena sempitnya kamar ini, aqu terpaksa duduk di samping Surti yg mulai merebahkan diri.
Terlihat rambut Surti yg panjang terburai di atas bantal. Dadanya yg membusung terlihat bergerak naik turun dgn teraturnya mengiringi nafasnya. Ketika Surti berbalik badan dalam tidurnya, belahan bajunya agak tersingkap, sehingga bisa kulihat payudaranya yg montok dgn belahan yg sangat dalam. Pinggangnya yg ramping lebih menonjolkan busungan payudaranya yg terlihat sangat menantang. Aqu coba merebahkan diri di sampingnya dan ternyata Surti tetap lelap dalam tidurnya.
Pikiranku menerawang, teringat aqu akan Wati, yg juga mempunyai payudara montok, yg pernah aqu tiduri malam minggu yg lalu, saat aqu melepaskan lelah di panti pijat tradisional yg terbisa banyak di kawasan aqu berpraktek. Tapi Wati ternyata hanya nikmat di pandang, karena permainan seksnya jauh di bawah harapanku. Waktu itu aqu hampir-hampir tak bisa pulang berjalan tegak, karena burungku masih tetap keras dan mengacung setelah ’selesai’ bergumul dgn Wati. Maklum, aqu tak terpuaskan secara seksual, dan kini, telah seminggu berlalu, dan aqu masih memendam birahi di antara selangkanganku.
Aqu mencoba meraba payudara Surti yg begitu menantang, ternyata dia tak memakai beha di bawah bajunya. Teraba pentil susunya yg mungil. dan ketika aqu mencoba melepaskan bajunya, ternyata dgn mudah bisa kulaqukan tanpa membuat Surti terbangun. Aqu dekatkan bibirku ke pentilnya yg sebelah kanan, ternyata Surti tetap tertidur. Aqu mulai merasakan kemaluanku mulai membesar dan agak menegang, jadi aqu teruskan permainan bibirku ke pentil susu Surti yg sebelah kiri, dan aqu mulai meremas payudara Surti yg montok itu. Terasa Surti bergerak di bawah himpitanku, dan terlihat dia terbangun, tetapi aqu segera menyambar bibirnya, agar dia tak menjerit. Aqu lumatkan bibirku ke bibirnya, sambil menjulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Terasa sekali Surti yg semula agak tegang, mulai rileks, dan agaknya dia menikmati juga permainan bibir dan lidahku, yg disertai dgn remasan gemas pada ke dua payudaranya.
Setalah aqu yakin Surti tak akan berteriak, aqu alihkan bibirku ke arah bawah, sambil tanganku mencoba menyibakkan roknya agar tanganku bisa meraba kulit pahanya. Ternyata Surti sangat bekerja sama, dia gerakkan pantatnya sehingga dgn mudah malah aqu bisa menurunkan roknya sekaligus dgn celana dalamnya, dan saat itu kilat di luar membuat sekilas terlihat pangkal paha Surti yg mulus, dgn bulu kemaluan yg tumbuh lebat di antara pangkal pahanya itu.
Kujulurkan lidahku, kususupi rambut lebat yg tumbuh sampai di tepi bibir besar kemaluannya. Di tengah atas, ternyata klitoris Surti sudah mulai mengeras, dan aqu jilati sepuas hatiku sampai terasa Surti agak menggerakkan pantatnya, pasti dia menahan gejolak birahinya yg mulai terusik oleh jilatan lidahku itu.
Surti membiarkan aqu bermain dgn bibirnya, dan terasa tangannya mulai membuka kancing kemejaqu, lalu melepaskan ikat pinggangku dan mencoba melepaskan celanaqu. Agaknya Surti menbisa sedikit kesulitan karena celanaqu terasa sempit karena kemaluanku yg makin membesar dan makin menegang.
Sambil tetap menjilati kemaluannya, aqu membantu Surti melepaskan celana panjang dan celana dalamku sekaligus, sehingga kini kami telah bertelanjang bulat, berbaring bersama di lantai kamar, sedangkan ibunya masih nyenyak di atas tempat tidur.
Mata Surti terlihat agak terbelalak saat dia memandang ke arah bawah perutku, yg penuh ditumbuhi oleh rambut kemaluanku yg subur, dan gagang kemaluanku yg telah membesar penuh dan dalam keadaan tegang, menjulang dgn kepala kemaluanku yg membesar pada ujungnya dan terlihat merah berkilat.
Kutarik kepala Surti agar mendekat ke kemaluanku, dan kusodorkan kepala kemaluanku ke arah bibirnya yg mungil. Ternyata Surti tak canggung membuka mulutnya dan mengulum kepala kemaluanku dgn lembutnya. Tangan kanannya mengelus gagang kemaluanku sedangkan tangan kirinya meremas buah kemaluanku. Aqu memajukan pantatku dan gagang kemaluanku makin dalam memasuki mulut Surti. Kedua tanganku sibuk meremas payudaranya, lalu pantatnya dan juga kemaluannya. Aqu mainkan jariku di klitoris Surti, yg membuatnya menggelinjang, saat aqu rasakan kemaluan Surti mulai membasah, aqu tahu, saatnya sudah dekat.
Kulepaskan kemaluanku dari kuluman bibir Surti, dan kudorong Surti hingga telentang. Rambut panjangnya kembali terburai di atas bantal. Surti mulai sedikit merenggangkan kedua pahanya, sehingga aqu mudah menempatkan diri di atas badannya, dgn dada menekan kedua payudaranya yg montok, dgn bibir yg melumat bibirnya, dan bagian bawah tubuhku berada di antara kedua pahanya yg makin dilebarkan. Aqu turunkan pantatku, dan terasa kepala kemaluanku menyentuh bulu kemaluan Surti, lalu aqu geserkan agak ke bawah dan kini terasa kepala kemaluanku berada diantara kedua bibir besarnya dan mulai menyentuh mulut kemaluannya.
Kemudian aqu dorongkan gagang kemaluanku perlahan-lahan menyusuri liang sanggama Surti. Terasa agak seret majunya, karena Surti telah menjanda dua tahun, dan agaknya belum merasakan gagang kemaluan laki-laki sejak itu. Dgn sabar aqu majukan terus gagang kemaluanku sampai akhirnya tertahan oleh dasar kemaluan Surti. Ternyata kemaluanku cukup besar dan panjang bagi Surti, tetapi ini hanya sebentar saja, karena segera terasa Surti mulai sedikit menggerakkan pantatnya sehingga aqu bisa mendorong gagang kemaluanku sampai habis, menghunjam ke dalam liang kemaluan Surti.
Aqu membiarkan gagang kemaluanku di dalam liang kemaluan Surti sekitar 20 detik, baru setelah itu aqu mulai menariknya perlahan-lahan, sampai kira-kira setengahnya, lalu aqu dorongkan dgn lebih cepat sampai habis. Gerakan pantatku ternyata membangkitkan birahi Surti yg juga menimpali dgn gerakan pantatnya maju dan mundur, kadangkala ke arah kiri dan kanan dan sesekali bergerak memutar, yg membuat kepala dan gagang kemaluanku terasa di remas-remas oleh liang kemaluan Surti yg makin membasah.
Tak terasa, Surti terdengar mendasah dasah, terbaur dgn dengusan nafasku yg ditimpali dgn hawa nafsu yg makin membubung. Untuk kali pertama aqu menyetubuhi Surti, aqu belum ingin melaqukan gaya yg barangkali akan membuatnya kaget, jadi aqu teruskan gerakan pantatku mengikuti irama bersetubuh yg tradisional, tetapi ini juga membuahkan hasil kenikmatan yg amat sangat. Sekitar 40 menit kemudian, disertai dgn jeritan kecil Surti, aqu hunjamkan seluruh gagang kemaluanku dalam dalam, kutekan dasar kemaluan Surti dan seketika kemudian, terasa kepala kemaluanku menggangguk-angguk di dalam kesempitan liang kemaluan Surti dan memancarkan air maniku yg telah tertahan lebih dari satu minggu.
Terasa badan Surti melamas, dan aqu biarkan berat badanku tergolek di atas payudaranya yg montok. Gagang kemaluanku mulai melemas, tetapi masih cukup besar, dan kubiarkan tergolek dalam jepitan liang kemaluannya. Terasa ada cairan hangat mengalir membasahi pangkal pahaqu. Sambil memeluk tubuh Surti yg berkeringat, aqu bisikan ke telinganya,
“Surti, terima kasih, terima kasih
Share:

Kamis, 24 November 2016

Ini Dia Alasan Mengapa Wanita Tak Kunjung Orgasme


Jika pasangan tidak kunjung orgasme, hal ini mungkin bisa membuat pria frustasi. Bahkan hampir setengah wanita sering kesulitan mendapatkannya, menurut studi dari Valparaiso University.

Para peneliti tersebut menyurvei 866 wanita tentang kehidupan seksnya, dan 48 persen dari mereka mengatakan bahwa mereka mengalami kesulitan mencapai orgasme setidaknya setengah dari hubungan seksual mereka.

Mereka kemudian menanyakan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada kesamaan yang bisa menjelaskan masalah mereka. Hasilnya, ada tiga faktor yang tampaknya terkait dengan kesulitan orgasme pada wanita.

Dilansir dari Menshealth, Kamis (24/11/2016), berikut ini adalah tiga faktor tersebut dan apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya:

1. Usia

Wanita yang usianya lebih muda, tampaknya lebih sering mengalami kesulitan mencapai orgasme. Karena 40 persen dari wanita berusia 20-an tahun dalam studi tersebut, mengalami kesulitan orgasme jika dibandingkan dengan wanita berusia 30 tahun atau lebih.

“Hal ini karena mereka cenderung memiliki pengalaman yang lebih sedikit dalam bercinta. Karena perlu beberapa tahun seorang wanita dapat mengetahui hal apa yang bisa membuatnya mencapai klimaks,” ujar penulis studi, David Rowland, Ph.D.

Ditambah lagi, kata dia, mereka enggan memberitahu Anda apa yang sebenarnya mereka inginkan di tempat tidur.

"Tanyakan padanya apa yang membuat ia merasa baik, dan katakan padanya ketika ia melakukan sesuatu yang luar biasa pada Anda. Membuka pembicaraan tentang ini akan membantu Anda berdua mencari tahu apa saja yang cocok untuknya,” ujar Rowland.

2. Hilangnya gairah

Hampir setengah wanita yang merasa sulit mencapai klimaks mengatakan bahwa mereka juga mengalami kesulitan untuk terangsang secara psikologis.

“Mencapai orgasme bukan hanya tentang menekan tombol yang tepat secara fisik. Namun komponen mental juga penting bagi banyak wanita. Mereka harus merasa bergairah untuk mencapai orgasme,” ujar Rowland.

"Gairah secara psikologis ini intinya terletak pada bagaimana situasi tersebut, dan seberapa ia merasa terhubung dengan Anda.”

3. Mungkin ia memerlukan lebih banyak pelumas untuk mencapai orgasme

“Ada juga kemungkinan bahwa seorang wanita secara mental bergairah, tetapi memiliki kesulitan untuk basah,” tutur Rowland.

Dalam studi tersebut 43 persen wanita yang memiliki masalah dalam mencapai orgasme, juga sulit untuk basah dan mempertahankan pelumas alaminya. Padahal pelumasan membuat seks terasa lebih nyaman dan menyenangkan bagi wanita, jadi ketika pelumas hilang, kemampuan mencapai orgasme pun juga menghilang.

Menurut penelitian dari Indiana University, hampir setengah wanita yang menggunakan pelumas mengatakan bahwa hal tersebut memudahkannya untuk mencapai orgasme.
Share:

Sudah Tau Cara Buat Wanita Orgasme Selama 1 Menit Penuh?


Salah satu hal terbaik yang bisa pria banggakan saat berhubungan seks dengan pasangannya adalah membuat pasangan merasakan orgasme yang berlangsung selama satu menit penuh.

“Ya, klimaks 60 detik benar-benar ada. Hal ini memang tidak khas, karena orgasme wanita biasanya berlangsung selama enam sampai 30 detik. Tapi jika suasana hatinya bahagia dan gerakan Anda juga benar, maka orgasmenya dapat terus berlangsung lebih lama,” ujar penulis buku Come As You Are: The Surprising New Science That Will Transform Your Sex Life, Emily Nagoski, Ph.D.

Untuk memperpanjang orgasmenya, ada lima strategi mudah yang dapat langsung Anda terapkan, seperti dilansir dari Menshealth, Kamis (24/11/2016):

1. Ubah kamar tidur Anda menjadi seperti kamar hotel

“Kunci untuk membuat wanita dapat mencapai orgasme lama ialah membuatnya santai dan fokus hanya pada kesenangan. Semakin ia merasakan kedua hal tersebut, maka semakin baik peluangnya untuk mendapat orgasme yang panjang dan intens,” ujarnya.

Jadi, mulailah dengan memperbaiki suasana hatinya. Jika ia masih terlihat lelah setelah menjalani harinya, berikan ia pijatan punggung untuk membuatnya lebih santai. Matikan ponsel, kunci pintu, buat lampu redup, dan nyalakan musik pengiring yang santai.

“Musik dan lilin akan membantu menenangkan sistem saraf pusatnya,” ujar terapis seks dan pernikahan, Kat Van Kirk, Ph.D.

2. Berikan ia banyak pujian

“Jika ia merasa kurang percaya diri, ini akan membuat seks pun terasa buruk baginya. Rasa ketidakamanan dapat mengalihkan perhatiannya dan menghambat kesenangannya dalam berhubungan seks. Namun jika ia merasa dirinya sangat seksi, ia akan lebih terangsang dan fokus pada sensasi seks. Dan ini dapat membantunya mengalami orgasme yang lebih lama,” ujar Nagoski.

Jadi, tunjukkan betapa ia membuat Anda sangat bergairah. Tarik ia ke arah tubuh Anda secara tiba-tiba, beritahu bahwa dirinya sangat menakjubkan, dan berikan ciuman dan belaian di semua bagian tubuhnya. Selain itu, jangan remehkan kekuatan kata “wow” pada saat ia sedang membuka pakaiannya.

3. Goda dia

"Membawanya ke ambang orgasme secara berulang akan membuat gairahnya menyebar ke seluruh tubuhnya. Hal ini akan membuat dia merasa orgasme lebih lama puncaknya,” ujar Nagoski.

4. Lakukan semua tindakan seks dalam satu sesi

“Melakukan berbagai aksi seks dalam satu sesi, akan dapat membantu memperpanjang orgasmenya, karena variasi menciptakan lebih banyak ketegangan dan gairah,” ujar Van Kirk.

5. Kurangi rangsangan, tapi hanya sedikit

“Ketika beberapa wanita berada di ambang orgasme, klitorisnya menjadi sangat sensitif. Jika itu terjadi, lebih baik stimulasi ia dengan lebih lembut. Ini dapat membantu menjaga klimaksnya berlangsung lebih lama,” kata Van Kirk.
Share:

Korean Girl- Han Ga Eun - G-Star 2016 Event Set V


Berikut adalah beberapa snapshot acara yang menakjubkan dan luar biasa ratu ras Korea Han Ga Eun 한가은 di acara G-Star 2016.









Share:

Rabu, 23 November 2016

Liburan Nakal....


Nama aku Laksmi, dan ini cerita aku yg ketiga. Kisah-kisah aku biasanya terjadi gag sengaja, cuma karena ada kesempatan aja, dan lagi pengen makanya aku kisah. Kayak emang lagi pake rok ke kampus, duduknya agak-agak sembarangan. Atau lagi pake baju belahan rendah, pura-pura ngambil sesuatu di bawah. Hehe.
Tetapi kisah kali ini beda, karena aku udah rencanain dari awal, gag rencana yg lengkap juga, tapi paling gag peralatannya udah ada cuma tinggal ngelakuinnya aja. Dan tujuan kali ini adalah Bali. Sekalian liburan. Udah kebayg gimana nanti aku bakal berenang topless, kalo dapat sekalian bugil. Sip!
Sampe di Bali aku langsung ke Cottage yg udah aku pesen di deket pantai Kuta. Nyampe di Cottage aku langsung buka semua pakaian aku sampe aku bener-bener bugil. Di Cottage aku ada beberapa jendela yg gordennya udah aku buka, tetapi jendelanya gag terlalu besar dan didalem agak gelap jadi walaupun dari luar orang dapat liat aku bugil, tetapi gag terlalu keliatan, harus ngintip dulu baru keliatan. Hehe.
Aku tidur-tiduran dikasur sambil menikmati kebugilan aku. Duh, pengen banget bangun terus keluar kejalan gag pake apa-apa lagi. Full naked, bugil bulet, huf, dapat disangka orang gila kali yak, mungkin juga gag sih, mana ada orang gila yg bersih, dan cantik, hehe narsis dikit, tapi belom segila itu juga sisi kisahisionis aku.
Terus aku inget kalo aku udah mesen makanan tadi direstaurant Cottage ini, terus pesennya minta dianter ke Cottage, aku berdoa mudah-mudahan yg nganter Lelaki. Aku langsung masuk ke kamar mandi terus pasang shower besar biar aku keliatan lagi mandi. Sip, it’s show time. Hehe.
Dan bener sekitar 10 menitan orang yg nganter dateng. Dia langsung ketok pintu. Aku diemin beberapa saat. Hehe, biar disangka gag denger. Terus ketukan selanjutnya agak kerasan. Terus aku jawab dari dalem,
“sebentar.”
aku sekarang pake handuk yg udah aku bawa dari rumah, handuknya ini gag terlalu lebar, jadinya kalo aku pake harus milih, mau nutupin bagian atas, atau mau nutupin bagian bawah. Kali ini aku pake cukup ngelilit bagian bawah, jadi buah dada aku terbuka. Dan handuknya aku agak longgarin iketannya supaya mudah-mudahan nanti jatuh terus kebuka. Sip!
Begitu aku buka pintunya aku agak ngelongo sedikit. Terus aku persilahkan mas-mas yg bawa pesenan aku masuk.
Begitu dia masuk, dia langsung menuju meja makan kecil yg ada terus baru melihat aku yg jalan kearah dia telanjang dada.
“emm, ini billnya mbak, emm…, err, mau di bayar, err, sekarang atau nanti?” tanya dia agak terbata-bata melihat aku yg setengah bugil.
Aku sebenernya agak kaget ama reaksi cupu dia, soalnya kan di Bali udah banyak bule-bule yg teanjang dada, kok dia masih aja gugup yah? Mungkin dia jarang kali ya melihat secara langsung sedeket ini dari orang indonesia. Hehe, yg kayak gini nih yg enak banget dikerjain. Hoho, mudah-mudahan handuk aku jatuh.
“bayar langsung aja, saya ambil dulu uangnya di tas.” Kata aku sambil ambil bill dari tangan dia. Terus aku jalan kearah tas aku, sedangkan dia jalan kearah pintu keluar. Aku ubek-ubek tas aku sambil nyari dompet aku. Abis udah ketemu dompet aku diem-diem sedikit ngelonggarin handuk aku.
Pas beberapa saat aku jalan menuju dia, bener banget handuk aku jatuh meninggalkan aku bugil bulet di depan mas-mas yg lagi melihatin aku. sukses!! Yes! Terus aku pura-pura salting sambil ngambil handuk aku, terus aku tutupin tubuh aku asal-asalan. Yg pasti toked ama rambut pubis aku masih keliatan ama tuh mas-mas yg salting terus pura-pura liat kearah lain tapi sambil intip-intip tubuh aku. haha.
Abis aku bayar, mas-masnya langsung pergi. Hehe, mission accomplished. Hehe.
Abis makan dikit aku nonton tv sebentar supaya perut aku gag kaget abis makan langsung renang. Mungkin nanti aku Cuma berjemur kali ya di pantai, tapi sapa tahu tiba-tiba pengen main air.
Oke, saatnya ke pantai! Aku langsung pake sunblock biar gag kebakar. Terus langsung pake bikini tapi bawahnya doang dan pake sarung bali. Okay, all set, sekarang saatnya berteanjang dada di pantai. Hehe.
Sampai di pantai ternyata lumayan ramai. Udah banyak bule-bule yg pakai bikini. Mulai dari yg tubuhnya bagus, sampe yg kurang bagus. Yg menarik adalah gag terlalu banyak yg topless. Ya udah, aku buka sarung bali aku, terus aku duduk-duduk topless disitu pake sunglasses.
Huah, ini toh rasanya topless di tempat orang udah biasa topless, rasanya gag terlalu spesial karena gag terlalu banyak yg meratiin. Kalaupun ada paling cuma sekilas, mereka udah biasa melihat yg kayak beginian. Gag puas! Berarti harus cari strategi baru nih. cuma waktu itu aku belom dapat ide apa-apa jadinya aku berenang aja akhirnya.
Ombaknya waktu itu lumayan besar, jadinya beberapa kali bikini aku melorot. Bikini aku pake tali di kedia sisinya, dan emang gag terlalu aku iket sampe keras. Ternyata ada meratiin aku daritadi, karena pas aku lagi benerin bikini aku, aku liat ada beberapa bocah abg pada melihatin aku. haha, ternyata ada juga toh yg meratiin.
Beberapa saat aku main-main ombak lagi, aku intip-intip ternyata mereka masih melihatin aku, dan aku gag sadar ada ombak yg lumayan besar. Dan aku terguling-guling, keseret ke daratan. Dan pas aku berdiri ternyata bikini aku udah di tengah paha. Jadi bocah-bocah abg itu dapat melihat rambut pubis aku, sedangkan orang-orang yg di pantai dapat melihat bokong aku. huah, langsung tarik bikini aku. Agak malu juga aku. terus aku langsung ke tempat sendal ama sarung bali aku.
Ditempat sendal ama sarung, aku langsung duduk-duduk gag jelas sambil melihat-liat kearah pantai. Huah, panas juga yah. 5 menitan aku duduk-duduk gag lama setelah itu aku liat salah satu abg yg daritadi melihatin aku jalan ke arah aku. Dan ternyata dia emang jalan ke aku.
“maaf mbak, boleh kenalan ndak?” kata dia yg menurut aku belom lulus SMP atau paling gag baru aja lulus SMP sambil menjulurkan tangan.
Aku melihatin dia beberapa saat, terus berhubung aku orangnya baik hati dan tidak sombong sekaligus rajin membantu orang tua, aku sambut tangannya sambil bilang “Laksmi.”
“Damar, sendirian aja mbak?” tanya dia membuka pembicaraan. Dari sudut matanyanya aku dapat liat kalo dia berusaha dengan keras untuk gag ngelirik-lirik terlalu banyak ke arah toked aku. tapi tetep aja dia sering banget aku liat lagi ngelirik kearah toked aku.
“iya sendirian aja, kenapa emang?” tanya aku ke dia.
“mm, gag nanya aja, gag mau gabung aja ama kita-kita tuh berenangnya mbak? Daripada Cuma sendiri mbak.” Tawar dia sambil menunjuk teman-temannya yg mukanya keliatan udah pada mupeng.
“gag deh, aku juga dikit lagi udah mau balik, capek daritadi” tolak aku.
Keliatan banget rona kecewanya dia, tapi dia cuma senyum terus bilang “ya udah mbak, saya berenang lagi yah,” kata dia sambil ninggalin aku yg langsung siap-siap balik ke Cottage.
Aku pake lagi sarung bali aku, dan ternyata tubuh aku masih agak basah jadinya sarung balinya nempel gitu. Jadinya malah makin seksi, yes, hehe.
Sebenernya aku mau ke minimarket dulu, tapi berhubung aku gag bawa dompet, aku akhirnya langsung ke Cottage.
Sampe di Cottage aku lepas bikini aku, terus aku ke minimarket cuma pake sarung bali yg nyetak tubuh aku.
Sampe di minimarket aku langsung ke bagian cemilan, mas-mas yg lagi beres-beres disitu melihatin aku dari atas sampe bawah. Mungkin dia nyari garis daleman aku kali ya, haha, maaf mas, gag bakal ketemu, gag pake. Hehe.
Pas bayar ternyata yg jaga lagi pas mbak-mbak. Ah gag seru, gag dapat ngasih liat puting aku yg udah mulai nyeplak deh karena mulai mengeras. Tapi ternyata mas-mas yg tadi melihatin aku tiba-tiba dateng lagi terus pura-pura beres-beres sambil melihatin aku. haha.
Sampe di Cottage aku nonton TV sambil makan cemilan aku terus langsung tidur. Haha, biarin, lagi gag diet. Hehe.
Aku bangun udah malem, abis itu aku langsung mandi dan siap-siap untuk jalan-jalan sambil cari makanan. Hari itu aku pake atasan tank top warna putih dan cardigan warna biru muda, bawahannya aku pake rok mini jeans. Hari ini aku masih pake daleman lengkap, hehe, agak dingin waktu itu.
Tujuan pertama aku adalah jalan-jalan sekalian shopping kalo ketemu yg lucu. Dari bunglow aku jalan-jalan ketempat perbelanjaan yg deket-deket aja. Ternyata disana dah cukup ramai, mulai dari bule sampe bocah-bocah gaul yg pakaiannya jauh lebih seksi daripada aku, huah, biarin deh, kali ini lo lo pada yg lebih seksi.
Selesai jalan-jalan ama cuci mata, aku pindah target untuk cari makanan. Hehe, tapi kayaknya aku lagi beruntung karena aku melihat ada tempat buat tato nyempil gitu. Dari situ aku dapat ide untuk bikin tato temporer kalo gag di buah dada aku, ya diatas rambut pubis aku. Sounds like a plan!
Aku masuk ke workshop tato yg gag terlalu besar, didalem aku liat ada seorang Lelakik bertato banyak lagi duduk didepan komputer. Begitu aku masuk dia langsung bangun dan nyapa aku ramah.
Setelah udah deal harga, aku langsung milih-milih bentuk tato, dari dulu aku suka bentuk-bentuk tribal gitu, jadinya aku pilih tribal bentuk sayap buat di dada kanan ama kiri aku, aku mintanya tepat disebelah puting.
Begitu tukang tatonya udah ngerti, aku langsung disuruh buka baju. Btw, ini tato temporer ya, dapat dipites aku kalo ketawan punya tato di daerah situ. Hehe.
Begitu aku udah buka atasan aku, ternyata si abang tukang tato ini keliatan santai aja, kayaknya sih aku bukan yg pertama yg minta di tato ditempat-tempat aneh.
“kok natonya disitu, gag ditempat yg keliatan aja, kan kalo disitu nanti pas pake baju gag keliatan lagi, kalo mau agak diatasan.” Kata abang tukang tato ngasih ide.
“hehe, ini buat surprise pacar, biar kaget tiba-tiba ada tato disini.” kata aku ngasal, padahal kalo dipikir-pikir, pacar aku agak cupu, nyium pipi aku aja jarang. Haha, aku jadi baik kalo didepan pacar aku. hoho.
“oke.” Kata tukang tatonya singkat.
Gag lama aku udah mulai ‘dilukis’. Abangnya keliatan serius banget, tapi beberapa kali buah dada aku agak di pencet-pencet, bahkan agak diremes. Enak juga. Haha.
Selama nato aku, abangnya diem aja, aku ajak ngobrol dia cuma jawab pendek, walaupun kadang-kadang dia balik ngajak ngobrol, tapi kebanyakan sih dia cuma diem aja.
Pas tato aku udah setengah selesai, tiba-tiba masuk kayak 3 orangan bocah muda, 2 Lelaki dan 1 perempuan ketempat. Yg 2 Lelaki itu bengong beberapa saat kemudian melihat-melihat foto-foto tato sambil ngelirik-ngelirik aku. haha, lirikannya gag tahan mas. Sedangkan yg perempuan justru gag malu-malu melihatin aku. Dari cara melihatnya sih kayaknya dia bukannya aneh, tapi juga pengen ditato di daerah buah dada juga.
Pas tato aku hampir selesai, 2 Lelaki tadi tiba-tiba ngajak ngobrol tukang tatonya soal harga. Sebenarnya sih aku dapat aja komplain, tapi aku santai aja sambil ngaca tanpa nutupin buah dada aku.
Mereka nanya-nanya gag jelas banget, kadang-kadang malahan ada pertanyaan yg diulang. Waduh, ini mah mereka emang cuma pengen melihatin buah dada aku doang. Kemudian aku manggil tukangnya lagi buat nyelesain aku dulu, baru ngobrol.
Dan gag lama setelah itu tato aku selesai, terus abangnya langsung ketempat Lelaki-Lelaki tadi lagi melihat model-model tato. Aku gag langsung pake baju, tapi melihat tato aku dulu di kaca sekalian biar gag rusak tatonya kalo aku langsung pake bra.
Dan ternyata pasien selanjutnya adalah perempuan yg tadi sempet melihatin aku serius. Dan ternyata dugaan aku bener perempuan itu langsung nurunin tube topnya, dan ternyata dia gag pake bra. Haha, bravo! Hehe.
Aku jadi semangat untuk cari workshop tato kecil lainnya, soalnya aku mau dibagian bawah sekarang, kalo ditempat yg sama kesannya pamer tubuh banget. Hoho. Abis bayar aku langsung cabut dari tempat itu. Hah! Sampe lupa makan aku, tapi udah keburu gag semangat makan aku, udah keburu pengen yg lain.\
Dan aku kemudian jalan lagi nyari workshop tato. Sebenernya ada beberapa yg ada aku liat, cuma biasanya udah agak rame, agak males aku kalo rame. Hehe, padahal mau kisah, tapi masih milih-milih.
Dan akhirnya ada juga workshop tato yg sepi, tapi pas aku masuk gag ada siapa-siapa, terus tempatnya rada gelap, gag seterang yg tadi. Agak serem juga jadinya.
Gag lama dateng juga tukang tatonya pas aku lagi melihat-melihat foto-foto yg ada didinding. Agak kaget juga keliatannya si abangnya, mungkin tempat ini jarang didatengin pengunjung kali ya.
Akhirnya aku kasih tau gimana yg aku mau, (lagi-lagi) tato sayap, tapi kali ini sayapnya agak lebih panjang, dan aku mintanya di paha kanan dan kiri, mulai dari rambut pubis aku sampe kearah perut kanan dan kiri.
Abang tukang tatonya lagi lagi juga mukanya lempeng-lempeng aja, gag terlalu gimana gitu pas aku minta di tato disitu, ternyata tukang tato cool semua. Hehe.
Begitu udah siap. Aku naikin tanktop aku, terus aku buka rok jeans aku ama celana dalemnya, tetapi kali ini muka abangnya agak berubah, mulai agak gag tenang.
Begitu mau mulai ngasih cetakan dia tanya, “kok gag dicukur rambut situnya, biasanya orang yg bikin tato didaerah sini, udah dicukur rambutnya” tanya abangnya sambil tetap santai.
“haha, gag enak kalo dicukur semua, rasanya ada yg kurang.” Jawab aku.
Abangnya cuma angguk-angguk dikit terus mulai ngerjain tatonya.
Tiba-tiba pas abangnya lagi ngerjain tato, ada 1 abg yg masuk, dia kemudian liat-liat sebentar dan akhirnya nyadar kalo aku gag pake celana. Dan yg parahnya dia adalah Damar abg yg tadi ngajakin aku kenalan. Aku mikirnya mudah-mudahan dia lupa ama aku waktu itu.
“eh, mbak Laksmi yaa?? Ee, lagi ngapain mbak?” tanya dia basa basi.
Sebenernya aku mau jawab lagi masak, tapi gag enak, hayah, ternyata dia masih inget aku.
“lagi iseng buat tato.” Jawab aku sok ramah.
Terus dia malah ngambil kursi terus duduk dideket aku, dan mulai ngajak aku ngobrol. “wah, buat siapa tuh tatonya mbak, buat pacarnya yah..” kata dia dengan muka mesum.
“ada deh, mau tahu ajah” jawab aku asal.
“mbak, aku mau buat tato permanen nih, yg keren di mana ya natonya, akunya sih maunya di tangan kiri sebelah sini..” kata dia sambil menunjuk lengan di deket urat nadinya.
“jadinya nanti mau ditato huruf-huruf india, thailand atau jepang gitu mbak, keren gag mbak kira-kira” tanya dia sambil tetep ngelirik-ngelirik kearah bagian bawah tubuh aku.
“keren aja sih. Tapi emang mau tulisan apa?” jawab aku.
Kemudian dia jalan-jalan sambil liat-liat foto-foto tato di kayak katalog tato gitu. Dan cukup lama dia liat-liatnya, aku udah hampir selesai dia baru dateng lagi sambil bawa katalog.
“wah, tatonya udah hampir selesai ya mbak, keren mbak, dan mbaknya juga seksi sih.” Kata dia.
“haha, terima kasih.” Kata aku sambil senyum.
Kemudian ia ngasih contoh tato yg dia mau, dan menurut aku biasa aja, tapi aku bilang iya keren aja biar cepet. Hehe.
Selesai tatonya aku langsung melihat hasilnya dari kaca, not bad. Aku melihat dari kaca si Damar lagi asik melihatin bokong aku. Aku cuek aja dan merhatiin hasil tato aja, keren juga.
Kemudian si Damar udah disebelah aku, “keren mbak hasilnya, tapi sayg gag dapat dikasih liat ke orang lain, hehe.”
“kamu udah liat nih, yg lain nanti juga ada, paling temen-temennya mbak” kata aku.
“kalo temen-temen aku boleh liat juga gag mbak? Mereka lagi males keluar, haha, pasti mereka nyesel abis nih, ndak mau nemenin aku.” Canda Damar.
“ya gag lah, masa mbak ngasih liat sembarangan, ini kamu lagi beruntung aja.” Kata aku ngeles.
“yaaahh, ya udah deh mbak, aku buat tato dulu yah, mbak mau kemana abis ini?” tanya dia.
“paling langsung pulang, abis capek.” Jawab aku sambil mulai berpakaian.
“hehe, bagusan gag pake rok mbak, lebih seksi, lagipula tatonya jadi jelas keliatan.” Kata Damar dengan senyum mesum.
Aku Cuma senyum, selesai lengkap berpakaian aku langsung pulang ke Cottage ninggalin Damar yg lagi ditato sambil meringis, aku deg-degan abis sambil tiduran. Sensasi abis bugil didepan tukang tato, ditato, ketemu Damar, semua jadi satu. It was great!!
Bener-bener liburan yg menyenangkan.
Share:

Malam Berpacu Dalam Rintik-Rintik Hujan...


Malam terasa semakin larut, sedangkan langit bertambah mendung dan menggelap sebagai tanda akan turunnya hujan. hari ini hatiku sedikit gelisah karena mas Mbelor yg aku tunggu-tunggu belom juga datang menjemputku.
Nama aku Melda, aku bekerja disebuah toko milik seorang keturunan yg kaya di kota S, bos aku bernama Liem, bertubuh gendut tapi kekar, orangnya bermata sipit dan selalu melirik kearah tempat dimana aku duduk menunggu didepan rak barang.
Mbelor adalah lelaki yg sering datang ketoko membeli barang dan selalu menggoda aku, walaupun dia tak membeli apa-apa, bahkan sesekali dia membeli pembalut wanita dan kemudian memberikannya kepadaku.
Akhirnya dia datang juga dibawah hujan rintik tepat pada pukul 21.00, tepat ketika toko mau tutup, dia langsung menuju kearahku, menatap dan berkata kalem,
“Aku mau beli kondom” dengan wajah kalem, kemudian dia tertawa kecil melihat wajahku yg memerah.
”memangnya buat siapa mas Mbelor?” jawabku ,
“Buat kamu dong..” sahutnya langsung.
Wajahku langsung memerah saat itu juga sembari mencubit tngannya yg berada diatas tanganku. Aku langsung berjalan cepat ke arah meja bosku dan mengambil tas kecilku sembari pamit untuk pulang.
Aku menarik dan menggandeng tangan Mbelor, dan mengajaknya ke motor yg dia parkirkan didepan parkiran kami, motornya mas Mbelor adalah motor sport, Tiger 2000, tempat duduknya licin sekali sehingga kalau Melda dibonceng selalu saja terpeleset ke bawah.
Hari ini Mbelor kelihatan kalem sekali, rambutnya diklimis menarik dan senyumannya yg penuh arti seakan memiliki rencana kejutan, apa lagi hujan grimis yg membasahi wajahnya membuatnya terlihat gagah dan menggairahkan hari ini.
Mbelor menghidupkan mesin dan aku naik keatasnya, seperti biasanya dalam perjalanan aku selalu memegang ke belakang supaya tak terpeleset kedepan tapi hari ini entah kenapa aku tak lagi berpegangan dan membiarkan tubuhku terseret kebawah sehingga pantat kami beradu menjadi satu dan dadaku menempel erat dipunggungnya.
”Ih …mas Mbelor, kapan kapan tempat duduknya digantiin sama yg nggak licin aja, habis Melda kan cape kalo pegangan kebelakang terus”, seruku rada merengek.
“sapa yg suruh pegang ke belakang ….ha ah ah” katanya sembari tertawa. Mbelor memang orangnya periang, dan sering tertawa bahkan terbahak jika mendengar sesuatu yg lucu.
Akhirnya kuberanikan melingkarkan tanganku di pinggangnya sembari mempererat tekanan didadaku, entah kenapa hari itu aku ingin sekali memeluk mas Mbelor, terasa hangat disuasana yg gerimis dan dingin itu.
Aku kos dikota S begitu pula dengan mas Mbelor, dia juga anak kos, bahkan keakungan ibu kosnya sehingga tak direlakan pindah walaupun mas Mbelor sekarang sudah mapan kerjanya. Hari sudah larut malam, kami tiba di kos pukul 22 malam, maklum mas Mbelor nyetirnya pelan lagi pula gerimis bikin takut tergelincir.
“Waduh kosnya mas Mbelor udah Dikunci nih”, katanya sembari melihat Jam tangan Akhirnya kutawarkan untuk tidur di kosku saja, karena memang ibu kos tak tinggal di tempat kos kami, sembari menggandeng mas Mbelor dari parkiran ke dalam kamar kostku.
“Stt…” bisik ku ketika mas Mbelor hendak mengucapkan kata.
“Semuanya pada tidur entar tergangu ” kataku kemudian.
Kubuka kunci dan kami pun berada didalam kamar kosku yg berukuran cukup luas, tak ada kamar mandi didalamnya akhirnya akupun berjalan dengan tubuh basah kuyub menuju lemari dan mengambil selembar handuk bersih dan melemparkannya ke arah mas Mbelor kemudian ke ranjang dan merapikannya.
Betapa kagetnya ketika kurasakan ada dua belah tangan tiba-tiba mendekap pinggangku dari belakang, dan kurasakan wajahnya menempel di leherku dan mengeluarkan nafas hangat yg menyapu sela-sela telingaku. Aku hanya bisa membetulkan pakiaku sembari mendesah
“mass….”.
Tanpa kusadari aku menatap ke cermin didepanku kudapatkan memang ternyata badanku telah benar-benar basah kuyub sehingga bentuk tubuhku tercetak melekat pada baju menonjolkan buah dadaku yg berukuran 34B dan mancung kedepan.
Tiba tiba pula dia mengangkat tubuhku sehingga bisa kulihat cahaya matanya yg berkilat dengan butiran2 air yg ada diwajahnya, benar-benar mempesona dan membiusku sehinga aku tak memberotak sedikitpun ketika dia mulai membawa dan membaringkanku diatas ranjang kamarku.
Dia berdiri sembari menatapku sedangkan tangannya telah berusaha membuka kancing kemeja yg kugunakan, tangan kirinya membelai pipiku dan sesekali menyingkirkan ranbutku yg sepanjang bahu dari leherku.
Akhirnya ketakberdayaanku semakin membuat dia berani menurunkan wajahnya dan mengecup lembut bibirku, kemudian menciumi leherku membuat tubuhku mengelinjang pasrah. Dan setelah beberapa saat tanpa kusadari dia telah berhasil melepaskan kancing kemejaku dan kemudian terasa tangannya masuk kedalam baju dalamku dari arah pusar membuka keatas baju dalam yg kugunakan sampai keleherku dan kemudian dia meremas-remas kedua buah dadaku sembari terus menjelajahi permukaan leherku membuat darahku berdesir kencang dan panas mengalir disekitar kemaluanku.
“eh………..hhhh…..”, desahku yg disambut dengan kuluman bibir mas Mbelor.
Tak terasa basah sudah seluruh tubuhku menahan gejolak dari rangsangan mas Mbelor, sedang kakiku sudah tak tahan saling menggesek-gesekkan untuk menenangkan gejolak pada bagian kemaluanku yg terasa sedikit gatal dan jengah karena tak disentuh sedikitpun olehnya.
Sampai akhirnya terasa sebuah tangan kekar menyelusup diantara celana dalamku dan menggesek-gesekkan kemaluanku dengan lembut, sementara dia melepaskan pangutan dibibirku membuat lenguhan ku kini bisa terdengar
“Oh…..”, teriakku kecil begitu tangan kekar itu berhasil menemukan tonjolan kecil klitorisku.
Terasa ingin melonjak begitu kemaluanku yg dari tadi dianak tirikan kini akhirnya terjamah juga oleh tangan mas Mbelor.
“Mas …. ” bisikku sembari memegang erat tangannya sembil menatap wajahnya,
“Ouww……”, teriakku begitu dia menggesek keras dibibir kemaluanku, kucubit kecil tangannya sembari menatap wajahnya yg menatap pandangan pasrah wajahku, tak terasa BHku telah terlepas dan mulutnya sekarang bergantian mengulum kedua buah dadaku, dan terus menerus merangsangnya dengan menggigit-gigit kecil di ujungnya, membuat pinggangku turun naik melengkung menerima rasa geli yg sangat, sampai akhirnya kekagetanku terkuak begitu kurasakan aliran darahku semakin mendesir desir dikepalaku dan lagi kulihat di cermin pemandangan mas Mbelor sedang mengocok sendiri kemaluannya sembari terus merangsang kemaluan dan mengulum buah dadaku.
“Aduh massss……..hhhmmm”, aku sudah tak tahan lagi seakan mau meradang seluruh tubuhku. mataku terbelalak begitu mendadak kurasakan dua buah jari mas Mbelor masuk keliang kemaluanku dengan cepat, membuat aliran darahku terhenti sejenak menjawab kegelisahanku sedari tadi.
“masukiinn .mass …” jawabku pasrah atas pebuatan mas Mbelor itu,
sementara mas Mbelor menurunkan rok ku dan menurunkan celana dalam sampai lutut, dia bergerak naik keatas ranjang kami, kulihat kemaluan mas Mbelor sekitar 16 cm dengan dia meter 2 ukuran ibu jari, dia mengarahkan pada kemaluanku yg telah banjir dan memerah itu, sembari memandang kearahku, aku hanya menutupkan mataku sembari merasakan detik-detik benda panjang itu mulai memasuki gerbang kewanitaanku, merangsek maju perlahan memenuhi sekuruh rongga udara dan memompa udara dalam kemaluanku terus menuju kedalah rahimku, sampai….
“Ohhh……….teruuss mass…”, bisikkku merasakan kemaluanku telah dipenuhi oleh kemaluan mas Mbelor dan menjadi semakin gerah saja.
“hhh. ….” suaraku berulang dengan maju mundurnya kemaluan mas Mbelor, terus meracau sembari menutup kedua mulutku supaya tak membangunkan tetangga kos.
“ohh………hhmmmm…….hsss….”, desisan ku tak kuat dengan hentakan-hentakan kemaluan mas Mbelor yg semakin cepat sampai akhirnya aku ………
“aduuuhh …mass…..oooooohhhhhhh….”, aku bangkit memeluk mas Mbelor dan kakiku bergerak ingin melingkarkan ke pinggang mas Mbelor meminta dia menghentikan genjotannya tapi tertahan oleh rok yg memang sampai dilututku, aku menggelinjang kian kemari, kepalaku tak kuasa menahan aliran kenikmatan itu sampai menggeleng tak tentu arah. Aku orgasme terlebih dahulu dari mas Mbelor,
“Maaf mas”, kataku begitu terlepas dari rasa kecamuk diseluruh tubuhku, seprai ranjangku terlihat basah pada bagian bawah kelaminku mengalir cairan orgasmeku, terasa geli kemaluan mas Mbelor di kemaluanku, sampai akhirnya aku mengambil inisiatif untuk melepaskannya dari kemaluanku sembari berbisik, mas biar Melda kocokin ya, kataku sembari mengocok keras kemaluan mas Mbelor, terus sampai dia melenguh tak tertahankan, kutarik mangkuk kecil diatas meja riasku dan kutaruh didepan menyambut semprotan cairan sperma yg keluar berulang- ulang dari kemaluannya.
Akhirnya mas Mbelor dan aku tertidur pulas sembari berpelukan, tentu saja dengan keadaan terakhir kami, rok dan celana dalamkupun masih tetap dilututku sedang baju dalamku telah turun menutupi kembali buah dadaku. Ini memang bukan ML ku dengan Mbelor yg pertama, akan tetapi malam itu adalah peristiwa yg terindah yg aku alami sampai sekarang, dibalik dinginnya gerimis kota dan hentakan-hentakan mas Mbelor yg perkasa membuaiku sampai ke negeri awan.
Keesokan harinya terlihat sepreiku bebercak besar air kenikmatan yg kami buat dikemaluanku semalam.
Share:

Selasa, 22 November 2016

Olahraga Binal Dengan Gadis Perawan...


Lia adalah yang tergolong imut dan manis untuk gadis seusianya. Entah kenapa, aku ingin sekali bersetubuh dengan Lia, aku ingin menikmati rasanya lubang kelamin Lia, yang kubayangkan pastilah masih sangat sempit. Ahhh.. nafsuku kian membara karena memikirkan hal itu. Aku mencoba mencari akal, bagaimana caranya agar keperawanan Lia bisa kudapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya dengan sabar. Tidak terasa, selesailah film panas yang sedang kami tonton. Suara Lia akhirnya memecahkan keheningan.

“Oom, tuh tititnya berdiri lagi.” kata Lia sambil menunjuk ke arah batang kemaluanku yang memang sedang tegang.
“Iya nih Lia, tapi biarin saja deh, gimana dengan filmnya?” jawabku santai.
“Bagus kok Oom, persis seperti apa yang papa dan mama lakukan, dan Lia ada beberapa pertanyaan buat Oom nih.” Lia sepertinya ingin menanyakan sesuatu.
“Pertanyaannya apa?” tanyaku.
“Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin titit ke… apa tuh, Lia ngga ngerti?” tanya Lia.
“Oh itu.., itu namanya titit dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang memek, pasti papa Lia juga melakukan hal itu ke mama kan?” jawabku menerangkan.
“Iya benar Oom, papa pasti masukin tititnya ke lubang yang ada pada memek mama.” Lia membenarkan jawabanku.
“Itulah seninya olahraga beginian Lia, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga ini khusus untuk dewasa.” kataku memberi penjelasan ke Lia.
“Lia sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu?” tanya Lia lagi.

Ouw.. inilah yang aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.
“Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa.” jelasku.
Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yang kuharapkan.
“Lia harus tahu, jika Lia melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan merasakan enak.” tambahku.
“Masa sih Oom? Tapi kayaknya ada benarnya juga sih, Lia lihat sendiri mama juga sepertinya merasa lelah tapi juga merasa keenakan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis.” Lia yang polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.
“Emang gitu kok. Ee…, mumpung masih siang nich, mama Lia juga masih lama pulangnya, kalo Lia memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana?” aku sudah tidak sabar ingin melihat pesona kemaluannya Lia, pastilah luar biasa.

“Ayolah!” Lia mengiyakan.
Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Lia sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi Lia. Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Lia merasakan apa yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yang menempel di tubuhku telah kulepas. Aku sudah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seorang gadis belia berumur 12 tahun. Lia hanya tersenyum-senyum memandangi batang kemaluanku yang berdiri dengan megahnya. Mungkin karena kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal yang tidak aneh lagi bagi Lia.

Kusuruh Lia untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Lia protes, tetapi setelah kuberitahu dan kucontohkan kenapa mama Lia telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Lia mau melepas pakaiannya satu persatu. Aku melihat Lia melepaskan pakaiannya dengan mata tidak berkedip. Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yang dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang Lia tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja.
Di balik kaos dalamnya yang cukup tebal itu, aku sudah melihat dua benjolan kecil yang mencuat, pastilah puting susunya Lia yang baru tumbuh. Baru saja aku berpikiran seperti itu, Lia sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yang kubayangkan, puting susu Lia yang masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku. Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yang biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.

Payudara Lia memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati. Warna puting susu Lia coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Lia menyadarinya. Lalu Lia melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, kemaluan Lia masih berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yang sering kulihat mandi di sungai. Vagina yang belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat pemandangan yang menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.

“Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.”
Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar Lia berbicara.
“Oke, sekarang dimulai yaaa…?”
Kuberi tanda ke Lia supaya tiduran di sofa. Pertama sekali aku meminta ijin ke Lia untuk menciuminya, Lia mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena Lia memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu. Yang penting bagiku, aku merasakan liang perawannya dan menyetubuhinya siang ini.

Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Lia hanya diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yang kulakukan kepadanya.
Setelah puas aku menciuminya, “Lia, boleh ngga Oom netek ke Lia?” tanyaku meminta.
“Tapi Oom, tetek Lia kan belon sebesar seperti punya mama.” kata Lia sedikit protes.
“Ngga apa-apa kok Lia, tetek segini malahan lebih enak.” kilahku meyakinkan Lia.
“Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja.” jawab Lia akhirnya memperbolehkan.
“Dijamin deh ngga sakit, malahan Lia akan merasakan enak dan nikmat yang tiada tara.” jawabku lagi.

Segera saja kuciumi puting susu Lia yang kiri, Lia merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku merasakan puting susu Lia mulai mengalami penegangan total. Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tersebut bergantian. Lia melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yang satunya lagi kupelintir-pelintir.
“Oom, kok enak banget nihhh… oohhh… enakkk…” desah Lia keenakan.
Lia terus merancau keenakan, aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. Lia sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang kemaluanku.

“Lia, kocok dong tititnya Oom Agus.” aku meminta Lia untuk mengocok batang kemaluanku.
Lia mematuhi apa yang kuminta, mengocok-ngocok dengan tidak beraturan. Aku memakluminya, karena Lia masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Lia tersebut, maka kuminta Lia untuk menghentikannya. Selanjutnya, kuminta Lia untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Lia langsung saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina Lia yang merekah. Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil Lia yang sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yang terutama, lubang kemaluan Lia yang masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubangnya.

Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap kemaluan Lia dengan lembut, Lia kembali melenguh. Lenguhan yang sangat erotis. Meram melek kulihat mata Lia menahan enaknya hisapanku di kemaluannya. Kusedot klitorisnya. Lia menjerit kecil keenakan, sampai tidak berapa lama.
“Oom, enak banget sih, Lia senang sekali, terussinnn…” pinta Lia.
Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Lia, dan Lia semakin mendesah tidak karuan. Aku yakin Lia hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.
“Oommm… ssshhh… Lia mau pipis nich..”
Lia merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.
“Tahan dikit Lia… tahan yaaa…” sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap kemaluannya.
“Udah ngga tahan nich Oommm… aahhh…”
Tubuh Lia mengejang, tangan Lia berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yang masih berada di antara selangkangannya.

Lia ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Itulah cairan mani nikmatnya Lia.
“Oohhh… Oom Agus… Lia merasa lemes dan enak sekali… apa sih yang barusan Lia alami, Oom…?” tanya Lia antara sadar dan tidak.
“Itulah puncaknya Lia.., Lia telah mencapainya, pingin lagi ngga?” tanyaku.
“Iya.. iya.. pingin Oom…” jawabnya langsung.
Aku merasakan kalau Lia ingin merasakannya lagi. Aku tidak langsung mengiyakan, kusuruh Lia istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh Lia untuk meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yang sempit itu, jadi aku ingin Lia dalam keadaan segar bugar.

Tidak berapa lama, Lia kulihat telah kembali fit.
“Lia… tadi Lia sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, Lia ingin mencapainya lagi kan..?” bujukku.
“Iya Oom, mau dong…” Lia mengiyakan sambil manggut-manggut.
“Ini nanti bukan puncak Lia saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya Lia” kataku lagi menjelaskan.
“Final?” Lia mengernyitkan dahinya karena tidak paham maksudku.
“Iya, final.., Oom ingin memasukan titit Oom ke lubang memek Lia, Oom jamin Lia akan merasakan sesuatu yang lebih enak lagi dibandingkan yang tadi.” akhirnya aku katakan final yang aku maksudkan.
“Ooh ya, tapi.. Oom.. apa titit Oom bisa masuk tuh? Lubang memek Lia kan sempit begini sedangkan tititnya Oom.. gede banget gitu…” Lia sambil menunjuk lubang nikmatnya.
“Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..?” pintaku lagi.
“Iya deh Oom…” Lia secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

Kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang vagina Lia yang masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yang menggigit dan menyedot kepala kemaluanku, memang sangat sulit untuk memasukkannya. Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tidak ingin Lia merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, kepala kemaluanku bisa masuk, Lia mengaduh dan menjerit karena merasa perih. Aku menyuruhnya menahan. Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.
“Blusss…”
Lia menjerit cukup keras, “Ooommm… tititnya sudaaahhh masuk… kkaahhh?”
“Udah sayang… tahan ya…” kataku sambil mengelus-ngelus rambut Lia.

Aku mundurkan batang kemaluanku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir kemaluan Lia ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti. Beberapa waktu, Lia pun sepertinya sudah merasakan enak. Setelah cairan mani Lia yang ada di lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah. Aku menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Enak sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Lia pun sudah sedemikian banyaknya.

Sambil kuterus berpacu, puting susu Lia kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir Lia aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya. Aku merasakan Lia sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang kemaluanku seperti tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga Lia. Aku ganti posisi. Jika tadi aku yang di atas dan Lia yang di bawah, sekarang berbalik, aku yang di bawah dan Lia yang di atas. Lia seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh enak sekali rasanya di batang kemaluanku. Naik turun di dalam lubang surga Lia.

Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan Lia di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh batang kemaluanku. Aku menegang hebat.
“Crruttt… crruttt…”
Cairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang kemaluan Lia, sedangkan Lia sudah merasakan kelelahan yang amat sangat. Aku cabut batang kemaluanku yang masih tegang dari lubang kemaluan Lia. Lia kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa terasa, Lia langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yang perlahan merembes keluar, kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Aku rebahkan tubuh mungil yang terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih Lia atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.

Keesokan harinya, Lia mengeluh karena masih merasa perih di vaginanya, untungnya Tante Linda tidak tahu. Hari berlalu terus. Sering kali aku melakukan olahraga senggama dengan Lia, tentunya tanpa sepengetahuan Oom Joko dan Tante Linda.
Share:
WELLCOME TO OSEX39.BLOGSPOT.CO.ID

NEW AHLICASINO 2017


Entri Populer

Blog Archive

Blog Archive

About Me

Total Tayangan Laman

HOT VIDEO