I Like A Beautiful Life

We Will Never Know, Before We Do So. Remember One Thing, The Work We Do Will Be Worth It.

Sexy Girl in World

When We Are Already One Of The Majors, Does Not Mean We Should Be One Of The Future.

How Much Sexy Girl In World

Never Underestimate Yourself. If You Are Unhappy With Your Life, Fix What's Wrong, And Keep Stepping.

Good Looking

If You Can Not Be Intelligent, Be a Good Person.

Can You Get What You Want

Most Millionaires Get a B or C on Campus. They Build Wealth Not Of IQ Alone, But Creativity and Common Sense.

Sabtu, 24 Desember 2016

7 Bintang JAV Paling Oke dan Menggoda...


Entah apa yang ada dipikiran orang-orang Jepang yang jelas-jelas melegalkan perederan video porno. Kalian semua pasti tahu tentang JAV kan? JAV adalah singkatan dari Japan Adult Video. Banyak sekali film dewasa yang beredar di Jepang, mulai dari yang tersensor maupun tidak. Di Indonesia, film-film JAV mudah sangat sekali untuk ditemukan, apalagi di download. Tetapi siapa sangka, orang Jepang menganggap soal seks adalah hal yang lumrah atau termasuk dalam fitrah kehidupan.

Sebelum masuk kedalam 7 bintang JAV paling oke, kita akan telisik sejarah dari JAV terlebih dahulu.

Sejarah JAV

Budaya Jepang seakan memaksa pemerintah untuk melegalkan film porno. Sebelum abad ke 20, banyak sekali tempat prostitusi dan film-film porno illegal. Akhirnya untuk menekan semua itu, pemerintah Jepang membuat peraturan untuk melegalkan film porno serta prostitusi. Perlu kalian tahu, di Jepang jika kamu berumur 20 tahun kamu bebas membeli seks toys, film porno di toko-toko pinggiran kota-kota besar di Jepang. Bahkan, ada rumor mengatakan kalau wanita Jepang menikah dan ternyata dia masih perawan, maka hal tersebut memalukan bagi sang wanita.

Nah, kembali lagi ke JAV, film JAV sebenarnya semuanya adalah tersensor. Karena menurut peraturan pemerintah tentang film JAV, film yang memperlihatkan kemaluan harus di sensor. Lalu kenapa kok ada film JAV yang tak tersensor?

Ternyata, di Jepang banyak sekali production house (PH) yang illegal, mereka tidak hanya membuat JAV yang tak tersensor, tetapi juga menyelundupkan film-film legal. Caranya, mereka menyuap staf-staf PH agar menyelundupkan film sebelum beredar dipasaran. Sekarang kalian tahu kan kenapa ada film JAV yang sensor dan tidak.

Sekarang, kita akan melihat 13 bintang JAV paling oke, mulai dari jaman Maria Ozawa sampai yang terbaru.

7. JULIA



Ini adalah MILF paling idola sepanjang masa JAV. Mukanya yang dewasa ini menjadi favorit pada penikmat JAV. Dia lahir 1983 dan sepanjang karirnya sudah membintangi sebanyak 56 film. Pada tahun 2013, Julia mendapatkan gelar paling artis JAV paling banyak didownload lho. Huwu!

6. YUNA HAYASHI



Jeng-jeng, dia adalah pendatang baru ditahun 2014. Yuna Hayashi langsung menggebrak dunia JAV karena bodinya yang tinggi, kurus tetapi sip.

5. TSUBASA AMAMI



Yak, masuk di 4 besar, akan ada jajaran para legenda JAV yang selalu menemani hari-hari para pria hidung belang. Tsubasa Amami, sangat familiar dengan para penggila JAV. Filmnya sudah mencapai puluhan, wajahnya sendu tapi menggemaskan menjadikan Amami favorit.

4. MIKU OHASHI



Ya Anda benar, dia adalah mantan anggota AKB48. Kalau di dunia JAV, dia disebut AKBitch.  Lahir tahun 1987, tinggi 158, total dia sudah membintangi 33 film. Keren kan, mantan anggota AKB48 jadi pemain JAV. Karena ada Miku Ohashi ini, nama AKB sedikit tercoreng dan para fansnya membayangkan hal yang tidak-tidak.

3. KIRARA ASUKA



Umur 26 tahun, cakep, body sip, idola para remaja. Kirara Asuka, walaupun filmnya hanya 15, dia sangat terkenal di dunia perJAVan.

2. AMERI ICHINOSE



Oke, siapa yang tidak kenal dengan Ameri Ichinose. Pacar Shinji Kagawa? Ternyata itu hanya rumor, dia adalah murni bintang JAV dan bukan pacar atar istri dari Shinji Kagawa. Ameri Ichinose terkenal karena rumor berpacaran dengan Shinji Kagawa. Walaupun badannya kurang menonjol, tetapi wajahnya okelah.

1. MARIA OZAWA



Adakah JAV lain yang bisa menandingi keterkenalan Maria Ozawa? Mungkin lebih cantik, lebih hot juga banyak, tetapi kharisma Maria Ozawa sangat termasyur di seluruh dunia. Bahkan ada pepatah mengatakan, “tidak akan sah dewasamu kalau tidak pernah menonton Maria Ozawa” dan “Sesuci-sucinya seseorang pasti kenal dengan Maria Ozawa”.


Sudah nonton mana sajakah kalian?
Share:

Rabu, 14 Desember 2016

Cerita Awal Mula Tetesnya Air Mata Almira...


Almira pulang kerja dengan berjalan kaki. Waktu itu jalanan cukup sepi, sementara suara guruh sesekali terdengar. Awan terlihat mendung dilangit malam itu.
wanita yang tingginya sekitar 170 cm, dengan body langsing, kakinya juga jenjang mempercepat jalannya.
Pukul 20:00 jalanan diluar rumah Almira, sepi dari mobil yang lewat. Penduduk kota sudah tahu akan ada badai besar malam itu. Kelima berandal yang bertubuh kekar itu mengendap-endap memasuki pekarangan rumah. Mereka mau membalas wanita bertampang melankolis itu yang memergoki mereka mencuri minuman keras tadi, dengan melaporkan kepada satpam setempat. Mereka berencana berpesta memperkosa wanita itu habis-habisan sebagai balasannya.
“Sssstttt…..hati-hati jangan berisik…..ayo sini….” Bisik Danilo sambil memberi aba-aba untuk segera maju bersembunyi dikebun rumah Almira yang penuh semak-semak.
Sementara itu Almira tidak mengetahui kalau dirinya diikuti oleh para berandal sejak sepulang kerja. Wanita itu menyalakan kran air mandi, lalu menuju kekamarnya. Almira menyalakan lagu disco, sambil melepaskan baju kerjanya.
Di kebun para berandal sudah mulai mengendap- endap sambil menyusun rencana untuk masuk ke dalam rumah. Edi dan Dickson mendapat tugas mengawasi jalanan, sedangkan Danilo membuka pintu depan, Jody dan Bernard mencari jalan masuk lewat belakang. Pada saat itu secara tidak sengaja Jody melewati jendela kamar Almira yang sedang membuka baju kerjanya. Roknya berada diatas ranjang, sementara Almira yang tubuhnya cuma terbungkus kemeja kerja dan celana dalam sambil berdisco membuka kancing kemejanya. Jody segera memanggil Bernard untuk melihat pemandangan itu. Mereka menelan ludah melihat Almira yang meliuk-liuk merangsang menari disco. Ukuran dadanya yang sekitar 36B terlihat jelas belahannya ketika wanita itu sudah melepas kemejanya.
“Wow, Jody… lihat itu dadanya….aku ingin segera mencicipi tubuhnya….” Bisik Bernard tanpa melepaskan padangan matanya menatap tubuh Almira yang hanya mengenakan baju dalam.
“He…he….he…sabar, Nard…nanti kita cicipi sama-sama, sampai pagi!” sahut Jody yang makin bernafsu melihat hal itu.
Beberapa saat kemudian Almira beranjak menuju kekamar mandi. Sementara itu Danilo yang berhasil membuka pintu depan segera memberi aba-aba pada teman-temannya untuk masuk. Para berandal itu sudah memperhitungkan segalanya, mereka mengunci pintu dari dalam sehingga nanti mereka bebas bertindak. Kabel telpon sudah mereka putus, wanita itu tinggal sendirian dan lagi badai yang akan datang sangat menguntungkan rencana mereka. Dengan leluasa mereka masuk ke kamar wanita itu. Dickson membuka kulkas, yang lain masuk ke kamar Almira. Edi memeriksa lemari pakaian Almira.
“Heehh….lihat apa yang kutemukan!” sambil menunjukkan barang temuannya. Jody segera menyahut celana dalam itu.
“Hmmmmm….mmmm…” Jody mencium celana dalam.
“Ingat aku yang pertama bercinta dengannya!” sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Para berandal itu tak sabar membayangkan apa yang akan mereka nikmati. Lalu mereka mengambil posisi untuk bersembunyi.
Almira selesai mandi menuju keruang tengah. Tubuhnya hanya terbalut oleh baju dalam dan kemeja putih, duduk menikmati acara TV kabel. Waktu itu pukul 20:30, wanita itu sama sekali tidak menaruh curiga bahwa ada orang lain dalam rumahnya. Tiba-tiba dari arah belakang salah seorang berandal maju mendekap tubuhnya. Almira terkejut dan segera berontak melepaskan diri.
“EVER BEEN GANG RAPED BABY? DON’T KNOW WHAT YOU BEEN MESSIN! YOU STILL REMEMBER US DON’T YOU……” ejek Edi.
Almira segera mengenali wajah itu menjadi ketakutan sekali, ia tak menyangka kalau para berandal itu benar-benar melaksanakan ancamannya.
Jody maju menerkamnya tiba-tiba, wanita itu menjerit ketakutan ketika berhasil dipeluk. Ia meronta-ronta dan menendang Jody. Tanpa disadarinya tendangannya mengenai selangkangan Jody membuatnya meringis kesakitan dan melepaskan dekapannya. Almira segera melepaskan diri dan lari menuju pintu depan. Para berandal segera mengejarnya sambil menyorakinya. Dengan sekuat tenaga pintu depan itu berusaha dibuka, tetapi usahanya sia-sia.
“Wooooo……woooooo……ha…ha…ha….ayo sayang, mau lari kemana kamu hah….ayo sini…ha…ha….ha…” Ejek para berandal yang mengejarnya dari belakang.

Almira segera dikepung oleh para berandal. Mereka menyoraki ketidak berdayaannya. Almira didesak terus sampai merapat kedinding, Jody yang tadi meringis kesakitan mulai maju. Pada saat wanita itu hampir putus asa, ia berhasil berkelit dari kepungan berandal itu, lolos dan lari menuju ke dapur, Almira bermaksud lari lewat pintu belakang. Para berandal segera mengejarnya lagi. Nasib sial bagi Almira, begitu tangannya berhasil menyentuh gagang pintu, para berandal berhasil menangkapnya kembali. Rambut pirang Almira yang panjangnya sebahu terjambak, sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa.
“Aaaahhhh….aammpun…aaah” pinta Almira, sementara para berandal tersenyum sinis memandangnya.
“Sayang…. Kami akan memberimu pengalaman yang tak akan kau lupakan! kau tadi telah merusak acara pesta kami, sekarang kau harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah itu……ha…ha..ha…, oya kau juga akan menyesal telah menendang punyaku, akan kujoblos kau sampai mampus! ” Jody maju dari kerumunan temannya.
Almira tak berdaya, rambutnya dijambak sementara tangannya dilipat kebelakang. Dari dapur ia diseret menuju ruang tamu saat itu pukul 20:45. Disana ia dikelilingi oleh kelima berandal sambil didorong-dorong.
“Sayang, kita akan berpesta denganmu!” seru Edi tak sabar sambil mendorong ke arah Bernard.
“Ha…..ha…ha…. kau tak akan bisa lolos kali ini….” Ejek Bernard sambil mendekap tubuh Almira. Mereka berteriak-teriak membuat Almira makin ketakutan.
“Kemarikan dia Nard….HEY BABE, I BET MY COCK WOULD FEEL REAL GOOD WARPED UP IN YOUR PUSSY!” seru Dickson tak sabar, sambil mempraktekkan gaya bercinta penuh nafsu. Almira didorong ke arah Dickson yang segera merangkul nya dari depan. Mulutnya segera mencari dada wanita itu, sementara pinggulnya bergerak maju mundur seakan sedang bercinta dengannya.
“Wooooo…. Wooooou…..FUCK YOU GIRL, FUCK YOU…..” Dickson menggerayangi wanita itu.
“Aaaahhhh…….aaam…punnn….aahhh…..jaa…aa ahhhh!!!” jerit Almira ketakutan.
Tiba-tiba dengan satu sabetan, tangan salah satu berandal merobek kemeja putih Almira, membuat wanita itu terpelanting. Danilo segera mendekap dari belakang. Sekarang tubuh Almira hanya mengenakan BH dan celana dalam saja, membuat mereka makin menjadi-jadi.
“Ah…aahh…aahh!” jerit Almira ketika tangan Danilo yang mendekap tubuhnya dari belakang mulai menggerayangi pahanya yang putih mulus.
“Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manis…ha…ha…ha…” bisik Danilo.
Para berandal lainnya ikutan beraksi. Tangan Edi meremas remas buah dada Almira. Dickson memburu kemaluan Almira, sementara Bernard dan Jody buka baju dan celana panjang mereka sambil tertawa sinis. Tubuh para berandal itu terlihat begitu kekar dan berotot.
“HEY, iket tangan nya aku yang pertama menyetubuhinya!” Jody memberi aba-aba yang langsung disetujui teman-temannya. Wanita itu meronta-ronta di bopong kelima berandal itu keruang tengah.
“Dickson, Danilo, kau pegangi tangan dan kakinya, terlentangkan dia di meja ini” perintah Jody.
Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Disana Almira diterlentangkan di atas sebuah meja bundar. Masing-masing tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh para berandal. Sinar lampu diatas meja membuat wanita itu silau, Almira hanya bisa melihat tubuh-tubuh kekar mengerubunginya dan tangan-tangan berotot meraba-raba dadanya, wajah sinis dan suara tawa para berandal mengejek ketidak berdayaannya.
Lidah Jody menelusuri lehernya yang jenjang. Almira berontak berusaha melepaskan diri, tetapi apa daya tenaga seorang wanita dibanding dengan lima laki-laki yang kesetanan. Dickson dan Edi memegangi kakinya, sementara tangan kanan dan kiri Almira dipegangi erat-erat oleh Danilo dan Bernard. Jody mencumbunya dengan kasar dan penuh nafsu, tangannya dengan liar meremas-remas buah dada Almira.
“I CAN SEE THE NIPPLES POKING AT HER BRA!” kata Jody yang langsung disambut oleh tawa para berandal.
“HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHAT’S WRONG WITH YOU?” sahut Danilo sudah tidak sabar lagi.
“Aaaah…..aaah….ooh…jangan…..aahkh!” jerit Almira ketika dengan satu hentakan kasar tangan Jody merobek BH yang dikenakannya. Para berandal makin seru menyorakinya. Mulut Jody segera melumat buah dada Almira yang kenyal, sementara tangan kirinya masih meremas-remas buah dada sebelah kanan Almira.
“Aaaaah….aaoooh…..ooooh…aahh …aaaahh…aaahhhhh….” desah Almira mengeliat-liat. Putingnya dijilati penuh nafsu oleh lidah Jody.
“Ha….ha….ha…. kau sungguh mengiurkan sayang!” tawa Bernard menelan ludah tak sabar ingin segera menikmati gilirannya. Jody sekarang membuka celana dalamnya sendiri, penisnya yang hitam besar 10 inci itu terlihat tegak siap beraksi.
“Kenyal sekali…..ha…ha…ha…”seru Jody sambil menerkam dan mulutnya menciumi buah dada wanita itu dengan buas. Tubuh Almira mengeliat-liat membusur, sementara buah dadanya diremas-remas sampai merah. Lidah Jody menelusuri buah dada Almira, lalu turun ke daerah perut dan menjilati pusarnya. Beberapa saat kemudian sambil tersenyum sinis, mata Jody memelirik kearah paha Almira.
“Oooohhh….jangan…..aaahhhh….” hiba Almira ketakutan tidak berani membayangkan diperkosa oleh kelima berandal kekar dan berotot.
Lalu tangan Jody mulai memelorot celana dalam Almira. Wanita itu berusaha mempertahankannya,
“Ha..ha…ha…percuma kau berontak manis!” ejek Jody ketika Almira berontak sekuat tenaga, tetapi Bernard dan Danilo makin erat memegangi tangan Almira, perlahan- lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Almira terlihat ketika celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya dan akhirnya terlepas.
“Cihuuuiiii……Ha…ha…ha….PARTY TIMES… ha…ha…ha….” Teriaknya sambil memutar-putar celana dalam itu, lalu dicium dalam-dalam menikmati aromanya dan dilemparkan kelantai. Mata Jody jelalatan memandangi Almira yang telanjang bulat terlentang diatas meja. Almira lemas karena ketakutan, ia tak berani membayangkan para berandal itu akan ‘menelan tubuhnya ramai-ramai’. Para berandal makin ramai menyorakinya, mata mereka jelalatan memandang setiap lekuk tubuh Almira. Danilo yang tadi memegangi tangan Almira digantikan oleh Bernard.
“Oooooh…..aaaahh….am…pun…..aaaah…jang… an…aaahh..” hiba tangis Almira.
“Diam!….THERE’S GOING TO BE A BIG PARTY IN YOUR PUSSY TONIGHT…..Ha…ha…ha…kita lihat siapa yang paling hebat bercinta denganmu!” ejek Danilo mendekati Almira sambil mengeluarkan pisau lipat.
Almira semakin ketakutan ketika Danilo memainkan pisau itu diantara buah dadanya sambil tersenyum sinis memandang tubuhnya. Pisau itu bergerak kearah puting susunya dan diputar-putar mengelilingi belahan buah dada Almira yang naik-turun karena napasnya tak beraturan. Hal itu membuat para berandal benar-benar terangsang. Pisau itu terasa dingin di buah dada Almira, lalu pisau itu bergerak kearah perut wanita itu dan turun ke daerah bawah pusar wanita itu. Edi menyeringai penuh arti ketika mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Danilo dengan pisau lipatnya.
“Ayo Dan…, cukur sampai habis…..ha…ha…ha…ha…” seru Edi kegirangan.
“Aaaahh…..ohhhh…jangan….aaah….” teriak Almira sambil berontak, tetapi para berandal itu makin mempererat pegangannya, sementara pisau lipat itu dengan buas mulai beraksi mencukur rambut kemaluannya.

“Ha…ha….ha… kesempatan yang langka ini tak akan kami lewat begitu saja. Ayo manis berteriaklah semaumu, tak akan ada yang mendengarmu saat ini.” Ejek Jody sambil menerkam buah dada Almira, diremasnya kuat-kuat membuat wanita itu mengerang kesakitan sementara Danilo mencukur rambut kemaluannya tanpa foam pelicin sehingga Almira merasa perih.
Bernard, Dickson dan Edi yang memegangi kaki dan kedua tangan Almira tertawa melihat wanita itu meronta-ronta.
“Aaaaaagggg….aaaaoooohh….ooooohhh…oohh.. .” desah Almira buah dadanya diremas-remas oleh Jody. Suara desahan itu membuat para berandal itu makin terangsang.
Dengan buas pisau Danilo beraksi, dalam beberapa menit saja rambut kemaluan Almira telah tercukur habis. Daerah kulit bawah perut Almira yang tadinya ada rambut kemaluannya terlihat memerah. Danilo tersenyum puas, Jody segera maju sambil mementang kaki wanita itu lebar-lebar, sekarang ia berada diantara pahanya , memandang kemaluan Almira yang terlihat jelas karena rambut disekitar daerah itu habis tercukur.
“Ha…ha…ha…buah dadamu sungguh lezat, NOW I’LL EAT YOUR PUSSY!” kata Jody sambil menjilatkan lidahnya sementara matanya melirik kearah kemaluan Almira.
“Oooooh….lepas…kan….jang…an ..oooOOAAHH!” tangis Almira terhenti ketika Jody mulai menjilatinya. Lidah itu seakan menjulur panjang menjelajahi lorong vagina Almira. Tubuh wanita itu mengelinjang-gelinjang, sementara lidah Jody bergerak seperti cacing menggali lobang.
“Oooooohhhhh…aaaauuuuoooo…oooouuu…aaaah. ..” Desis Almira sementara kepalanya hanya bisa menggeleng ke kiri dan kanan. Tubuh Almira bergetar, tangannya mengepal erat-erat, Danilo menciumi leher dan daerah sekitar ketiak, sambil tangannya mencubit puting susu wanita itu. Dickson melepaskan kaki wanita itu, dan ikutan mencumbu perut Almira. Lidah Dickson menjilati pusar wanita itu.
“Uuuuuuhhhh….oooouuh…ooohhh…” suara desah Almira makin keras, ketika lidah Jody masuk makin dalam divaginanya.
“Ha…ha…ha….percuma kau berontak sayang, mau tak mau kau akan menikmati pesta ini!” ejek salah satu berandal.
Buah dada Almira memerah dan mengembang karena remasan tangan Danilo.
Jody makin bersemangat, ketika vagina Almira mulai berlendir. Lidah itu menjelajah makin dalam bersamaan dengan pekik desah Almira. Danilo masih mengulum buah dada wanita itu. Putingnya disedot kuat-kuat, membuat wanita itu mengeliat menahan rasa nikmat dan sakit yang bercampur menjadi satu. Tanpa disengaja dari puting buah dada Almira keluar cairan putih seperti susu. Danilo lebih bersemangat lagi menyedoti cairan itu, sementara tangannya meremas-remas buah dada Almira agar keluar lebih banyak.
“Uuuuggghhhh……uuuuuhhhh….uuuhhhh….aaauuuhh hhh….” desis Almira dengan napas tersedak-sedak.
“Ha…ha…ha….ternyata tubuhmu menghianatimukan? Diam-diam kau menikmatinya……BITCH!!!!” ejek Danilo sambil menyedoti buah dada Almira, kanan-kiri.
Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 21:30. Rupanya para berandal itu senang bermain-main dengan tubuhnya dan berniat melakukan WARMING-UP sebelum memperkosanya. Almira hanya bisa mengeliat-liat dikerubuti para berandal yang kekar. Lidah Jody dengan lahapnya menjilati vagina Almira. Tidak puas hanya lidah, sekarang jari tangan Jody ikutan beraksi. Jari tengah dan telunjuk Jody masuk di lobang kemaluan wanita itu, diputar-putar seolah-olah mengaduk-aduk vagina Almira, sementara lidahnya ikut menjilati bibir kemaluan Almira.
“Aaaauuuuhhhhh……uuuuuhhh…..aaahhhh” desah wanita itu makin keras, membuat para berandal itu tertawa mengejek ketidak berdayaannya. Jari tangan Jody menusuk masuk dan bermain-main dengan klitorisnya, membuat Almira mengelinjang-gelinjang. Mata Almira terpejam, kepalanya menggeleng ke kiri kanan, Dickson menciumi pusarnya, tangan Danilo meremas-remas buah dadanya. Setelah puas bermain-main, Jody mementang kedua kaki Almira.
“Jody mau pakai kondom?” tanya Bernard. Jody menolak usul Bernard.
“NO WAY….Ha…ha…ha….I WANT TO FEEL SKIN TO SKIN…ok sekarang saatnya manis… NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT YOUR CUNT IS!” Jody mengangkat pinggul Almira tinggi-tinggi. Penisnya sekarang digesek-gesekkan disekitar bibir kemaluan Almira berusaha menyibak belahannya. Mata wanita itu terbelalak kaget ketika merasakan kepala penis Jody yang besar dan hangat. Batang penis itu berdenyut-denyut dibibir kemaluannya.
“Ohhh…ohhhh sekarang saatnya!” pikiran Almira melayang jauh ketika Jody mulai beraksi menindih tubuhnya.
“Ayo Jody cumbu dia sampai mampus……Cihuuui!!!” para berandal itu memberi semangat.
Jody merasakan rasa hangat yang mengalir pada kepala batang kemaluannya yang sudah menancap tepat pada pintu gua kenikmatan milik wanita itu. Jody menekan perlahan, seperempat dari bagian kepala kemaluannya mulai terbenam ….Almira menahan napas …. ditekan lebih dalam lagi …. separuh dari bagian kepala kemaluannya melesak masuk …. dengan lebih bertenaga Jody mendesak batang kemaluannya untuk masuk lebih dalam lagi.
“Ayo Jody! sedikit lagi! Masukin saja semua! Biar dia rasain Jody!” Danilo menyoraki Jody sambil meremas-remas buah dada Almira.
“AAAgggh!!!!” Pekik Almira merasakan sesuatu yang menyakitkan dipangkal pahanya ketika seluruh kepala kemaluan Jody sudah terbenam kedalam liang hangat miliknya, dengan satu hentakan yang kuat, penis Jody menyeruak masuk ke dalam vagina Almira membuatnya memekik kesakitan.
Sementara badai diluar mulai turun dengan deras dimulailah pesta perkosaan itu. Almira terlentang diatas meja bundar diruang tengah, tangan dan kakinya dipegangi erat-erat oleh Bernard dan Edi, buah dadanya dijilati, disedoti oleh Dickson dan Danilo, sementara penis Jody mengoyak-koyak vaginanya dengan ganas.
“Aaagh…..aaahh….ooooh….ooohh…” suara rintih Almira seiring dengan gerakan ayunan pinggul Jody yang kuat. Senti demi senti batang kemaluan Jody menelusur masuk menerobos keketatan liang kemaluan Almira yang sudah basah berlendir itu. Setiap ayunan Jody membuat tubuhnya mengelepar kesakitan karena penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam. Suara desahan Almira membuat para berandal itu makin bernafsu menikmati tubuhnya.
“Ayo Jody…..genjot terus sampai mampus….. ha…ha…ha…” seru salah satu berandal.
Jody merasakan begitu ketatnya ujung kemaluannya terjepit di dalam vagina Almira, selang beberapa saat penis itu terhenti menerobos keluar masuk.
“CAN’T SEEM TO GET MY COCK DEEP ENOUGH INTO YOU BABY!” Jody mengatur posisi pinggulnya,
“YOU SO DAMN TIGHT!.” kemudian dengan satu hentakan yang kuat membuat batang penis itu hilang tertelan kemaluan Almira.
“AAAaaaaggggkkk!!” suara lolong histeris Almira ketika dengan satu hentakan kuat tanpa masalah penis itu beraksi lagi di liang vagina Almira yang berlendir, rupanya selaput perawan Almira robek.
“Uuuugggghhhh…. SO YOU’RE STILL A VIRGIN? Ha…ha…ha….manis, kau tak akan melupakan pengalaman ini!” ejek Jody,
Penis itu dengan mudah menerjang keluar masuk dengan cepat, sementara tubuhnya menghentak hentak barbar diatas Almira yang mendesah-desah tak berdaya. Kemaluan Almira terasa akan robek oleh desakan penis Jody yang menyeruak masuk keluar dalam-dalam seperti membor kilang minyak. Jody melengkuh-lengkuh nikmat, pinggulnya berayun-ayun memompa, penis itu keluar masuk.
Kaki Almira terangkat tinggi diatas meja terayun-ayun seirama gerakan pinggul Jody menghujamkan keluar masuk batang penisnya yang dengan barbar beraksi divaginanya.
Almira berharap ia dapat pingsan saat itu juga supaya tidak merasakan sakit yang tak terlukiskan itu. Para berandal itu menyanyikan lagu “ROW YOUR BOAT”.
“Aaaahhh…aaaahh….ammm….pun….aahh… aaahh…aaahh….sakit..ahhhhh..aaaahhh….”jerit Almira. Pinggul Jody bergerak seperti pompa. Penis itu keluar masuk seiring desahan Almira.
“Ayo Jody coblos terus, coblos…coblos…woooo… wooooo BABY….” teriak Danilo sambil menciumi dada wanita itu.
“Delapan puluh delapan……delapan puluh sembilan….sembilan puluh…Ayo…” dengan semangat Edi menghitungi setiap hujaman penis Jody.
“Aaaaahhh….wahhhhaaa….aaaah….uuuuh… uuugh….” pekik Almira, sementara Jody berayun-ayun diatas tubuhnya. Wanita itu hanya bisa terisak-isak. Suara petir menyambar di sela-sela badai.
“YEAAAHHH. HOW’S IT FEEL, BABE, HOW’S IT FEEL WITH A REAL MAN’S BIG COCK IN YOUR BELLY? OOOOOOOOOOOOO YOU FEEL SO GOOD, SO HOT.” ejek Jody sambil memaksa Almira yang mendesah untuk melihat penisnya mengenjot keluar masuk lorong vaginanya.
Almira bisa merasakan setiap inci dari otot dibatang penis Jody bergerak menelusuri lorong kemaluannya.
“Uuuh…uuuh….uuaah…” lengkuh Jody, sudah sekitar setengah jam dia berayun-ayun diatas wanita itu, keringat membasahi tubuh keduanya, tetapi gerakan pinggulnya tetap ganas, penisnya menyodok-sodok dikemaluan Almira, tangannya menggerayangi pahanya dengan liar.
Sementara itu Danilo membuka celana panjang dan celana dalamnya sendiri, penisnya panjang, (tetapi tidak sebesar Jody sekitar 8.7 inci) sudah tegak menegang. Dickson masih asyik menyedoti puting buah dada Almira. Sesekali wanita itu berusaha memberontak, tetapi Edi dan Bernard mempererat pegangannya. Jody melengkuh-lengkuh nikmat di atas tubuh Almira yang mengeliat-liat menahan berat tubuh Jody yang menindihnya.
“Seratus enam puluh enam…… seratus enam puluh tujuh…..seratus enam puluh delapan…..ayo Jody taklukan dia….ha…ha…ha…” Edi menyemangati yang langsung diikuti oleh para berandal yang lain.
“Seratus tujuh puluh tiga….seratus tujuh puluh empat…seratus tujuh puluh lima….” Para berandal yang lain ikutan menyemangati Jody.
Tubuh dan buah dada Almira berguncang-guncang seirama dengan hentakan genjotan Jody yang makin liar. Vaginanya terasa terbakar oleh gesekan penis Jody yang buas.
“Aaaaaaahhhh…..aaaaaa….aaaaaahh…..aahhhh…. ..ooooohhh” Almira melolong menahan sakit.
“Ayo…….ayo….seratus delapan puluh delapan…..seratus delapan puluh sembilan….seratus sembilan puluh….ha…ha…ha…” Edi memberi semangat.
“Uuuuaah….uuuuuh….uuughh…tubuhmu nikmat sekali!” Jody mengejek Almira yang mengigit bibirnya menahan sakit. Pinggulnya maju mundur diantara selangkangan wanita itu. Dickson dengan gemas mengigit puting buah dada Almira, sementara tangannya yang satu meremas- remas buah dada sebelah kanan.
“Aaaaahh……uuuughhh…..uuughh…uuukkkh….ooo uuuughh…” rintih Almira, sementara gerakan Jody mulai pelan, tapi mantap.
“Seratus sembilan puluh enam…..seratus sembilan puluh tujuh….” Semua berandal menyemangati Jody. Batang penisnya keluar masuk dengan barbar.
“”I’M COMING, BABY!” lengkuh Jody.
“OH GOD! NO, PLEASE ! NOOOOO!! NOO! DON’T COME INSIDE ME!!! NOOO, PLEASE!!!!…..AAAKKKHHHH!” kepala Almira terjengkang keatas, sementara terdengar suara lolong kesakitan ketika batang penis itu menghujam dalam-dalam divaginanya.
Dengan satu hentakan kuat Jody mencapai klimax, penisnya menyemburkan sperma dalam lorong kemaluan Almira.
“Uuuuuugggh…..ha…ha…ha….bagaimana?” ejek Jody sambil mencabut penisnya dengan perkasa.
“kau akan digilir sampai pagi!!…..ha…ha…ha…NEXT!!!” seru salah satu berandal.
Sementara itu kilat diluar menyambar-yambar, waktu itu pukul 22:25. Almira hanya bisa terisak-isak, Danilo maju sambil menyeringai. Tanpa perlawanan yang berarti, Danilo sudah berada di antara selangkangan wanita itu.
“Ha…ha…ha…IS MY TIME TO RIDE, BABY I’M GONNA TAKE MY TIME AND FUCK YOU NICE AND SLOW. LET’S SEE HOW LONG I CAN KEEP MY DICK HARD IN THIS WONDERFULLY TIGHT CUNT OF YOURS. SEE HOW LONG I CAN KEEP YOU MOANS…..!” ejek Danilo, sementara batang penisnya dengan mudah masuk ke vagina Almira. Danilo memulai gerakannya, pinggulnya bergerak memutar, memastikan penisnya masuk penuh, beritaseks.com lalu bergerak maju mundur perlahan tapi dalam. Pinggulnya berayun-ayun pelan dan mantap, diantara kedua paha Almira yang terbuka lebar, sambil meremas-remas buah dadanya. Kadang jari-jari tangan Danilo melintir-lintir puting susu wanita itu, tubuh Almira hanya bisa mengeliat-liat, sementara dari bibirnya yang terbuka terdengar suara erangan dan desah.
Penis itu beraksi di vaginanya, pinggulnya diangkat ke antara pinggang Danilo yang maju mundur. Dickson meninggalkan kerumunan menuju kulkas diruang makan. Jody duduk disofa, sambil melihat teman- temannya beraksi diatas tubuh Almira. Bernard masih dengan erat memegangi tangan kanan dan kiri Almira, juga Edi yang memegangi kedua kaki Almira. Suara desah erangan wanita itu bagai musik merdu ditelinga mereka. Tubuh Almira basah kuyup karena keringat, sementara Danilo melengkuh-lengkuh nikmat.
“Ooooooooohhhhhh…….uuuuuuhhhhh…..uuuhhhh…. .uuhhh…..ha…ha…ha….” suara Danilo, penisnya yang panjang tanpa ampun terus mengenjot kemaluan Almira. Buah dadanya dijadikan bual-bualan oleh Danilo. Giginya mengigiti putingnya dengan gemas, membuat Almira menjerit kesakitan. Terlihat bercak-bercak merah bekas cupangan disekitar leher dan dada ditubuh Almira.
“Aaaahhh…..aaaaoooohhh….ooooohhhhhh…ooooohhh h…..” desah Almira merasakan penis Danilo menusuk keluar masuk divaginanya. Sudah sekitar lima belas menit Danilo beraksi, tubuh Almira berguncang- guncang seirama ayunan pinggul Danilo.
Pukul 23.10. Kilat dan guntur bersahutan diluar, membuat jalanan bertambah sepi.
“Hah…hah….hah……uuuggghhh…”lengkuh Danilo, sekarang ayunannya tidak perlahan seperti pertama, tetapi berirama cepat dan dalam. Vagina Almira terasa perih terbakar oleh gesekan penis Danilo.
“Ha….ha…ha….. tunggu punyaku manis, YOU WILL LOVE IT!” seru Edi sambil mengolesi penisnya sendiri dengan selei sehingga kepala penis itu terlihat gilap dan lebih besar dari yang sebelumnya.
“Uuuuuggghhhh…….uuuuuggghh…… uuuugggghhhh……”desah Almira pendek seirama keluar masuk penis Danilo di kemaluannya. Edi meremas-remas penisnya sendiri, sambil memandangi setiap lekuk tubuh Almira.
“Ha…ha…ha….Ed, kau sudah tak sabar ya?……” tanya Bernard sambil matanya terkagum melihat penis Edi yang makin besar, sehingga kepala penis itu seperti jamur.
“Oooooohhhhhh….uuugggghhh…..oooohh…… oooohh……..HERE I CAMEEE……!!!!” jerit klimax Danilo, penisnya menghujam dalam-dalam sambil menyemprotkan cairan putih.
“Aaaaaaakkkkkhhhhhhh……oooohhh……” pekik Almira diantara lengkuhan nikmat Danilo.
Danilo mencium kening Almira yang terlentang terengah-engah diatas meja.
“FUCK YOU BABE!…..ha…ha..ha….” ejek Danilo sambil mencabut penisnya.
Posisinya segera digantikan oleh Edi. Kepala penis yang besar itu digesek-gesekkan di antara paha Almira. Edi memandangi tubuh Almira yang sintal dan mulus basah oleh keringat.
“LET’S GO TO HEAVEN, manis…ha…ha…ha….” Bersamaan dengan kata itu Edi menciumi buah dada Almira, sementara tangannya mengesek-gesekkan penisnya di bibir kemaluan wanita itu.
Teriakan Almira tertelan badai yang ganas, pukul 23.45. Almira, meronta-ronta tubuhnya membusur digumuli Edi yang penuh nafsu, sementara para berandal yang lain tertawa terbahak-bahak. Tangan Almira yang dipegangi oleh Bernard,membuatnya tak bisa melawan, sehingga dengan leluasa Edi menciumi tubuhnya. Dari leher, lidah Edi terus menelusur turun ke buah dadanya, disedotnya kuat-kuat buah dada wanita itu, membuatnya mengerang kesakitan, lidahnya menjilati dengan lahap cairan yang keluar dari puting susu Almira. Tiba-tiba dengan hentakan yang kuat penis Edi menerobos masuk kemaluan wanita itu.
“Aaaaakkkkkkkhhhhh…….”Almira berteriak kesakitan. Penis itu terus berusaha masuk penuh, Almira bisa merasakan kepala penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam di vaginanya.
“Uuuuugggghhhhh…..sempit sekali….uuuuaahh…
hhhaaaa….”seru Edi sambil terus mendorong masuk penisnya.
“Ayo…..Ed,……ha….ha…ha….masukkan semuanya….biar mampus dia!” teriak Jody menyemangati Edi.
Sekarang kepala penis itu sudah masuk, Edi diam sebentar merasakan otot vagina Almira yang berusaha menyesuaikan diri dengan penisnya. Dinding vagina Almira serasa meremas-remas penisnya, membuatnya lebih tegang.
“Ha….ha…ha….kulumat kau, manis!” bisik Edi sambil mulai menggenjotkan penisnya dengan barbar. Jody menciumi leher Almira, Dickson meremas-remas buah dadanya, Danilo meratakan olesan selai, sedangkan tangan Edi mementang pahanya agar lebih leluasa penisnya bisa maju mundur diliang kemaluan Almira.
“Aaaahhhh……aaahhhhhh…..aaaggghhhh… aaahhhhh…” lolongan desah Almira digarap ramai-ramai. Suara desah dan erangan Almira terdengar bagai musik merdu ditelinga para berandal. Tanpa menghiraukan Almira yang sudah kelelahan, mereka terus berpesta menikmati tubuh wanita itu. Bagai menyantap hidangan lezat, mereka melahap dan menjilati tubuh Almira yang basah, mengkilat karena olesan selai dan keringat. Penis Edi menerobos keluar masuk dengan cepat, sementara disetiap hentakan tubuhnya terdengar erangan Almira menghiba kesakitan. Dickson yang meremas-remas buah dadanya sekarang mulai menjilatinya penuh nafsu, sedangkan putingnya disedoti agar keluar cairan seperti susu, Jody terus menciumi leher Almira yang jenjang.
“Uuugggh…….uuuuggghhh……..aauughh….. uuugghhh….uuuuggghhh….” rintih Almira, sudah sekitar lima belas menit Edi berpacu dengan birahi, peluh membasahi tubuhnya. Edi melengkuh-lengkuh penuh nafsu, menikmati setiap inci hujaman penisnya dilorong kemaluan Almira.
“Haaah…..haaah….uuuggh…..bagaimana manis, asik bukan…..kau akan digilir sampai pagi…ha…ha… ha….Haah….haaah….” seru Edi sementara pinggulnya bergerak seperti memompa diantara kedua paha Almira. Buah dada wanita itu memerah diremas-remas dengan kasar oleh para berandal. Tubuh Almira berguncang-guncang dengan ganas seirama ayunan Edi.
“He…he…he…..buah dadamu lezat sekali, ya…..kau akan membayarnya dengan tubuhmu sayang!” ejek Dickson sambil menjilatkan lidahnya keudara sementara tangannya meremas-remas buah dada wanita itu dengan nafsu. Almira hanya bisa terisak-isak sambil menahan sakit disekujur tubuhnya yang basah kuyup karena keringat dan selai. Penis Edi makin ganas menggenjot wanita itu.
“Aaaauuh…..aaagggh……uuuuugggghhhh… uuuughhhhh….” pikik desah Almira. Vaginanya terasa panas dan perih oleh gesekan penis Edi yang barbar.
Badai masih ganas, didekat lantai meja makan, terlihat BH dan celana dalam Almira berserakan sementara diatas meja Almira diperkosa dengan ganas oleh lima berandal yang kekar, beritaseks.com tubuhnya dipentang dan dijilati penuh nafsu. Buah dadanya dicengkram dan diremas-remas, lehernya diciumi, puting dan pusarnya dijilati, sementara Edi melengkuh-lengkuh nikmat, wanita itu hanya bisa merintih dan mendesah karena penis besar dan hitam beraksi menghentak-hentak barbar keluar masuk diantara selangkangannya. Waktu menunjukkan 24:16 Edi sudah hampir mencapai klimax, irama ayunan pinggulnya makin cepat tanpa perduli Almira yang terengah-engah kelelahan, Dickson menggigit puting buah dadanya, membuat Almira mengerang kesakitan.
“aakkkh….aaahh…ooooohhhh…” rintih Almira diantara lengkuh nikmat Edi.
“Huuuh…uuuhhh…..uuuuhhh…..uhhhh…. HUUAAAHHHH…..” jerit Edi mencapai klimax, dengan satu hujaman yang kuat, penisnya masuk hilang tertelan dilorong vagina Almira.
“Aaaaakkkkhhhh….” jerit Almira tertahan, tubuh wanita itu mengeliat kejang, lalu lunglai, pingsan kelelahan, sementara penis itu menyemburkan banyak sprema dalam vaginanya. Peluh menetes dari tubuh Edi yang masih menindih wanita itu.
“Ha…ha…ha….tubuhmu sungguh menggairahkan sekali…” Raut wajahnya terlihat puas, beberapa saat kemudian Edi mencabut penisnya, sambil mencium leher Almira yang masih pingsan. Dickson siap-siap maju mengambil posisi.
“Biarkan dia istirahat dulu, nggak enak kalau nggak ada perlawanan” Cegah Jody.
“Kita beri dia obat perangsang saja!” usul Bernard sambil tersenyum penuh nafsu.
“Jangan, kita simpan itu untuk yang terakhir” Jody duduk disofa.
Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 24:40, Almira yang baru saja siuman dibopong ramai-ramai menuju kamarnya, disana wanita itu dilempar ke ranjang dan langsung diterkam oleh para berandal yang sekarang semuanya sudah telanjang bulat. Wanita itu berusaha berontak melarikan diri, tetapi dengan cekatan para berandal itu menerentangkan tubuh Almira. Wanita itu berteriak ketakutan ketika para berandal dengan buas menggumuli tubuhnya.
“Aaaahhhh…..aampun…..aaaahhhh….”hiba Almira, sementara Edi dengan kasar mulai meremas-remas buah dada kanannya. Jody berusaha mencium bibirnya yang merah merekah. Danilo menjilati dan menyedoti puting sebelah kiri.
“Aaaaduuuhh…aaaaawww…aaaahhh…..ja…. ja….ngan…”teriakan Almira tak digubris. Dickson maju mengambil posisi diantara kedua kakinya, tersenyum sinis sambil membungkuk menciumi leher wanita itu. Almira mengeliat-liat tak berdaya. Lidah Dickson menelusur turun dari lehernya menuju perutnya Almira.
“Aaaaaahhh…..le…paskan…..aaaahhh” jerit Almira ditengah kerubutan berandal. Dickson mulai menjilati daerah pusar Almira.
“Manis…tadi kulihat kau suka disco! bagaimana kalau sambil diputarkan lagu…hmmm?… disco…rock…atau metal?….OK metal saja!” Bernard mengejek Almira. Beberapa saat kemudian terdengar lagu metal, membuat para berandal itu lebih bersemangat menikmati setiap lekuk tubuh Almira.
“Ha…ha…ha…manis, kami masih belum puas!” ejek Dickson. Bernard membaca surat yang ditemukannya dimeja rias pinggir ranjang.
“Hmmmm…..SO YOUR NAME’S Almira McCatry…. INTERESTING….” gumam Bernard sambil melihat Almira yang mendesah-desah tak berdaya dijilati dan diciumi teman-temannya. Beberapa saat kemudian Bernard naik keatas ranjang, berbaring disamping wanita itu.
“Nah Almira sayang, ARE YOU READY TO LOSE YOUR VIRGINITY IN ANOTHER HOLE? kau benar-benar beruntung manis! kau pasti puas!” kata Bernard sambil menjilat muka wanita itu yang menangis ketakutan. Bernard merangkul tubuhnya dari samping dan digulingkan menghadapkan keatas terlentang sehingga posisinya sekarang dibawah Almira.
“Hai….sayang pestanya dilanjutkan. Manis kau pikir tadi sudah yang paling sakit, tunggu yang ini kau akan rasain sakit yang sebenernya!” kata Danilo sambil menerkam gemas buah dadanya.
“Dan sekarang kau dapat kehormatan manis BECAUSE I’LL TAKE YOUR ASS VIRGINITY!!” mata Almira terbelalak ketakutan.
“Oooohhh….jang…aan…PLEASE!!!!” hiba Almira disela isak tangisnya.
“Almiray kau akan merasakan sesuatu yang belum pernah kau bayangkan sebelumnya sayang!” ejek Bernard.
Wanita itu berusaha berontak sekuat tenaga, tapi kerubutan dan remasan dibuah dadanya membuatnya tak bisa berkutik. Almira didudukkan tepat diatas tubuh Bernard, berandal itu mengarahkan penisnya yang tegak di lobang anus wanita itu dan segera dihujamkan dalam anus Almira tanpa pelumas sehingga membuatnya menjerit kesakitan.
“AAAAKKKKKKKHHHHHH!!!!” lolong Almira, sementara penis Bernard (10 inci) masuk penuh dalam anusnya, sekarang wanita itu dipaksa tidur terlentang. Dickson diatas menindihnya sementara Almira meronta-ronta kesakitan, anusnya terasa sakit oleh batang penis Bernard yang berada dibawahnya. Dickson yang sudah puas menjilati perut Almira, sekarang mementang kedua paha Almira, mengarahkan penisnya (8 inci) ke lorong vagina wanita itu. Apa daya tenaga seorang wanita yang dikeroyok lima lelaki kekar, dengan mudah masing-masing tangan Almira diikat dengan tali BH dijeruji pilar ranjangnya agar tidak bisa berontak.
Dickson segera memasukkan penisnya ke vagina Almira yang masih meronta-ronta, sambil tertawa terbahak-bahak.
“Ha….ha…ha…. sayang sekarang kau rasakan ini!” sambil berkata seperti itu, Dickson dan Bernard mulai menggoyangkan pinggul mereka. Penis Bernard bergerak naik-turun dianus sedangkan penis Dickson menyodok keluar masuk seirama nada metal yang makin bersemangat. Teriakan wanita itu tertelan oleh bunyi halilintar yang keras. Usaha Almira untuk berontak membuat ikatan ditangannya makin erat dan menyakitkan. Tubuh Almira meronta-ronta kesakitan, tanpa disadarinya gerakannya itu makin membuat Dickson dan Bernard yang memperkosanya makin terangsang. Tubuhnya mulai menggelinjang kesana kemari, pinggulnya bergerak-gerak ke kanan, kiri, memutar, sementara Bernard yang dibawah mempertahankan kecepatan ritme keluar masuk batang penisnya dianus Almira. Suara kecipak akibat gesekan kemaluan mereka berdua semakin terdengar. Sodokan batang penis Bernard dianus Almira membuat tubuh wanita itu meliuk-liuk tak beraturan dan semakin lama semakin bergerak naik seolah menantang kejantanan Dickson.
“Ha…ha…ha….Almiray kau suka ya? Nih akan kumasukkan lebih dalam lagi! HAAAHHHH!!!!” teriak Dickson sambil bertumpu pada remasan tangannya dibuah dada wanita itu ia menyodokkan penisnya lebih dalam ke vagina Almira.
“Oooooohhhh……aaahhh….aaahhhh…aahh…
ampun…amp..aaaaahhh…aaahh!!!!” erang Almira kesakitan. Sementara kedua penis berandal itu mengkoyak-koyak vagina dan anusnya, begitu penuh nafsu, ganas dan liar. Melihat pemandangan itu dan terbakar oleh api birahi, para berandal lainnya sambil tertawa terbahak-bahak melihat ketidak berdayaan Almira, mereka meremas-remas penis mereka sendiri.
“Ohhh….ha…ha…ha….bagaimana sayang, bagaimana rasanya….puas nggak? tenang pestanya masih lama….tunggu giliran kita…ha…ha…ha..” seru para berandal lainnya.
Beberapa menit saja penis mereka sudah tegak tegang siap beraksi kembali. Ranjang berderit-derit seirama musik metal dan gerakan mereka yang barbar, Almira ditindih ditengah-tengah mereka yang menghentak-hentak berpacu dalam birahi. Gerakan Bernard bagaikan dongkrak memaksa tubuh Almira mengelinjang keatas mengundang penis Dickson masuk ke lorong vaginanya, sedangkan gerakan Dickson yang seperti memompa dari atas menekan kebawah sehingga penis Bernard masuk penuh, begitu seterusnya, membuat wanita itu terengah-engah menahan rasa sakit di anus dan vaginanya sekaligus. Bernard menciumi leher, tengkuk, telinganya penuh nafsu.
“Uuuggh…uuggh…uuuughhh….” rintih Almira seirama ayunan kedua penis itu. Wanita itu bisa merasakan seakan-akan kedua penis itu saling bertemu dan bergesekan didalam perutnya, hanya berbeda lorong saja.
Dickson dan Bernard melengkuh-lengkuh nikmat. Buah dadanya diremas-remas dengan kasar sekali oleh Dickson. Almira merasakan kesakitan, tapi remasan dibuah dadanya membuatnya tetap tersadar. Para berandal yang lainnya bersorak-sorak menyemangati keduanya melahap tubuh Almira , Penis-penis mereka digesek-gesekkan di tubuh wanita itu. Waktu menunjukkan Pukul 01:20 sementara pesta perkosaan itu makin brutal terbawa nafsu birahi para berandal. Badai diluar makin ganas dan guntur sesekali menggelegar menelan teriakan Almira. Jody menemukan lipstik dimeja rias dan dioleskan dengan paksa dibibir Almira.
Share:

Minggu, 04 Desember 2016

Bermain Di Tetangga Sebelah Kamar Kost...


Cerita ini bermula saat aku kuliah di Jakarta,dimana saat itu aku masi berusia 20 tahun dan sebut saja namaku Aji.aku tinggal disebuah kost-kostan yang tidak jauh dari tempatku kuliah hanya sebuah kamar dan lansung kamar mandi didalam.dimana cewek dan cowok diterima ngekost disini.karena yang tinggal rata2 para pekerja shif kadang aku jarang berjumpa dengan mereka.ada 1 cewek yang kerjanya office hour tinggal disebelah kamarku sebut saja namanya Tari yang usianya saat itu kira-kira 26 tahun dengan tinggi 165 cm dan berkulit kuning langsat mempunyai body yang sangat bagus dan dadanya lumayan besar untuk ukuran gadis Indonesia.Seperti biasa tiap aku pulang kuliah sebelum mandi aku duduk didepan kamar hanya dengan memakai handuk dan kaos dalam,menghabiskan sebatang rokok dan menunggu mba Tari lewat pulang kerja.Dari jauh aku melihat dia berjalan kearah depan kamarku karena memang kamarnya terletak paling pojok setelah kamarku.
“Sore mba Tari,baru pulang kerja mba ?” tanyaku ramah.
“Iya Aji” jawabnya juga ramah sambil tersenyum padaku.
“koq keliatannya cape banget mba ? lagi banyak kerja ya ?”
“iya nih aku lagi dikejar deadline kerjanya banyak banget,badannya pada pegel”
“Mmmh,ntar mau beli makan bareng ga mba ?”
“Engga kayanya Aji,aku boleh nitip aja ya ?”
“Ya boleh mba.apa sih yang ga buat mba hehehee..”
Sebelum masuk kekamarnya mba Tari memberiku uang duapuluhribuan dan nitip makanan untuk nanti malam.
Sehabis mandi aku beli makanan dan lansung kekamarnya ngetok pintu.tok tok tok “Mba Tari…..”
Karena ga ada jawaban aku lansung buka pintu dan mendapati mba Tari terbaring ditempat tidur yang kepalanya masi dililitkan handuk kayanya habis mandi mungkin dia menunggu rambutnya kering tapi malah ketiduran dan kakinya masi belum dinaikin kekasur.tanpa pikir panjang aku masuk dan menutup pintu lalu meletakkan makanan yang baru kubeli. kuangkat kakinya dan kunaikan ditempat tidur.
Perlahan mba Tari membuka matanya dan tersenyum padaku
“Kamu baik banget Aji”katanya dengan nada pelan.
”Ah gapapa mba,kasian aja mba nya kecapean,kalo mba mau aku pijitin kakinya ya ?”
“Ga usah,nanti ngerepotin kamu Aji”
Aku ga dengerin omongannya,seketika aku mengambil lotion dan mulai memijit kakinya,memang saat itu dia udah memakai celana pendek longgarselutu dan baju kaos rumahan.aku mulai pijit jari-jari kaki mba Tari sampai ketumit.baru sebentar kayanya mba Tari udah ketiduran pulas banget dan ada kayanya setengah jam aku terus memijitnya sampai dia terbangun lagi.
“Aduh Aji maaf ya mba ketiduran pijitan kamu enak banget” katanya aga malu.
“hehehee iya donk,kan aku udah bersertifikat dari departemen pijit-memijit” candaku padanya.
“iihh kamu bisa aja,ada loh 30 menit aku ketiduran tapi kamu mijitin aku terus ya ?”
“iya mba biar mba bangunnya nanti seger kasian lagi banyak kerja,kalo mba mau aku pijitin betisnya sekalian ya ?”Tanya ku pada mba Tari.
“Kamu yakin gapapa ?”
“iya mba gapapa aku seneng bisa bantuin mijitin mba,lagian mba Tari juga enak mijitnya kulitnya halus banget”
Mba Tari hanya tersenyum dan lansung membalikkan badannya tengkurap sambil memeluk bantal,dan aku pun mulai memijit betisnya yang sangat indah itu.saat itu aku ga tau mba Tari memasukkan tanganya kebelakang baju meraba punggungnya sendiri,sekilas aku lihat dia kayanya membuka pengait bra nya.dan mulai tengkurap lagi.
Aku berfikir kayanya mba Tari udah ngasi lampu hijau buatku untuk memijit punggungnya dan saat itu terlintas aja dalam otak ku seandainya itu terjadi aku bisa dengan laluasa menyentuh kulitnya yang sangat terawat itu.baru aja kepikiran kayanya dalam celanaku ada yang merespon dan lansung aja seketika celanaku menjadi sempit karena siotong udah berdiri duluan.
“kamu bisa mijitin punggung sama pinggangku juga ga Aji ?”
Seketika aja aku jadi kaget dia ngomong gitu,baru aja aku menghayal malah uda dikabulkan.
“ Eh oH iya iya bisa mba Tari”jawabku gelagapan.
“Pinggangku nyeri semua duduk seharian dikantor nih”katanya lagi.
“iya mba Tari aku pijitin sekalian aku juga tau titik-titik syaraf biar bisa aku acupressure juga”
Aku duduk menyamping disebelah mba Tari.Pertama aku deg-degan juga coba menaikan baju mba Tari keatas dan aku tertegun melihat punggungnya secara lansung karena sangat putih mulus dan tanpa cacat sedikit pun.Mulai aku usap pinggangnya pelan-pelan naik keatas kepunggung dan benar aja dugaanku tadi dia udah membuka pengait bra nya.saat aku mijit punggungnya kadang dekat pangkal lengannya jariku menyentuh pinggiran payudaranya dan saat aku mau memijit pundak dan belakang lehernya mba Tari seperti tau kalo bajunya menghalangi tanganku dan seketika dia malah mambuka bajunya sambil tengkurap dan tetap memeluk bantal dan mengempitkan payudaranya yang besar itu.aku udah bener-bener ga tahan rasanya karena siotong dalam celanaku udah keras dari tadi.
Karena udah seperti ini aku memberanikan diri naik duduk diatas pantat mba Tari yang bohai seperti orang menunggang kuda Aku mulai acupressure punggung mba Tari dengan menekan kedua jempolku dititik syarafnya.tanpa aku sadari rupanya penisku tepat berada ditengah-tengah pantatnya dan menekan sangat kencang.bukanya marah mba Tari mulai memutar-mutarkan pantatnya supaya bergesekan terus dengan penisku.aku tau dia udah mulai teransang dengan mengeluarkan erangan-erangan erotis dari mulutnya.
“mmmh oohhh enak Aji terusss ditekan lagiiii”
Seketika mba Tari membalikkan badannya sehingga aku yang tadi memegang punggungnya kini malah memegang kudua payudaranya yang besar montok dan mengacung keatas.tanpa banyak omong kedua tangannya menarik kepalaku dan mencium bibirku aku pun membalasnya.kamipun berciuman .tanganku yang tadi memegang payudaranya sekarang mulai meremas-remas dan memelintir kedua putingnya.
“Aji aku mau kamu mijitin aku sampai tuntas malam ini sayang”katanya sambil membuka celana dan celana dalamnya.
“Iya mba Tariku sayang”kataku juga sambil membuka semua pakaianku.
Penisku yang dari tadi tertahan dicelana sekarang bebas berdiri dengan kerasnya.mba Tari keliatan senang dengan ukuran penisku yang lumayan besar panjang 17 cm dan diameter 4 cm.
Kami pun mulai berciuman lagi dengan posisi mba Tari masi dibawah,aku menciumnya dengan lembut tangan kiriku meremas kedua payudaranya bergantian dan kadang memelintir putingnya,tangan kananku mulai menjamah perutnya dan turun kepusar kebawah dan aku rasakan bulu halus diatas vaginanya lalu aku merasakan itilnya yang udah basah dengan lendir kewanitaanya,itilnya aku putar dan aku tekan dengan lembut.
“ooouuhhh oouuhhh ssshhhh nikmat banget sayang”desah mba Tari.
Ciumanku mulai turun menjalar kelehernya dan terus kebelahan dadanya aku mengecup putingnya yg kecil bewarna kemerahan itu lalu menghisapnya dengan rakus bergantian kiri dan kanan.seketika bulu romanya berdiri dan dia menggelinjang merasakan hisapanku diputingnya.
Setelah itu ciumanku turun kebawah lagi kepusarnya dan tanganku berusaha melebarkan kakinya selebar mungkin dan terpampanglah pemandangan indah mba Tari yang bertubuh bahenol itu sedang mengangkang pasrah dengan vagina yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus dan bibir vagina yang bewarna kemerahan.bibirku mendekat kevaginanya aku kecup itilnya dan lidahku mulai menjilati benda kecil itu aku hisap dan aku pelintir dengan mulutku.mba Tari tidak kuasa menahan nikmat yang aku berikan,badannya terus bergerak dan pantatnya terus diputar-putar,mulutnya mengoceh tidak karuan.Tangan kiriku meremas-remas payudaranya dan tangan kananku mulai memasukkan jari kedalam liang vaginanya yang terus basah,mba Tari menekan kepalaku sangat kuat kearah vaginanya dan menjepit kepalaku dengan pahanya.
“oouhhh oouuhh mmmmmhhhh eeaaahhhhh”satu desahan panjang diiringi menyemburnya cairan vaginanya mba Tari orgasme tepat dimulutku .
Sekarang mba Tari mendorong badanku berdiri disisi tempat tidur dia berjongkok menghadap kearah ku dan tangannya mulai mengelus dan meremas-remas penisku setelah itu dia mulai menjilati penisku dari pangkal hinga ujungnya.tangan kirinya membelai kedua buah zakarku dengan lembut dan yang kanan memegang batang kejantananku,saat mba Tari mulai memasukkan penisku kemulutnya terasa sangat nikmat sekali,tangannya mengocok batang penisku pelan-pelan dan mulutnya terus menghisap dan menjilati kepala penisku dengan rakus.dia coba memasukkan penisku kedalam mulutnya tapi cuma setengah karena mentok dikerongkongannya.
Saat yang dinanti datang mba Tari duduk mengangkang dipinggir tempat tidur tepat didepanku yang masi berdiri dia mengarahkan penisku kelobang vaginanya,aku mulai memasukkan kepala penisku kevaginanya pelan-pelan terasa masih sempit dan peret.saat baru kepala penisku masuk aku menariknya keluar lagi sampe 3 kali biar terbiasa,tapi mba Tari yang ga sabaran malah mengunci pantatku dengan melingkarkan kedua kakinya dipantatku dan mau penisku dimasukkan semua.mba Tari meremas kedua bahuku gemas karena seperti aku mempermainkannya,aku coba menekan lagi pelan-pelan dan penisku udah masuk setengah mba Tari mendongak keatas menahan nikmat,aku mulai menggoyangkan pantatku maju mundur dan dengan satu tekanan kuat bleess penisku masuk semua sampai kepangkalnya,saat itu juga mba Tari berteriak kecil “Ooouucchhh” dengan mata terpejam.
Dimulailah permainan kami,aku menggenjot vagina mba Tari kadang pelan dan kadang kaya orang kesetanan,aku memaju-mundurkan pantatku diiringi irama penisku yang bergesekan dengan liang kewanitaannya,cairan vaginanya yang sebelumnya keluar jadi pelicin dan menimbulkan bunyi yang sangat erotis.kami berdua bermandikan keringat memacu birahi yang udah sama-sama memuncak.mba Tari mengusap dadaku dan meraba perutku yang rata.
“Badan kamu bagus sayang,pasti stamina kamu kuat” katanya.
“Iya donk sayang,aku kan rajin nimba air tiap pagi heheee” jawabku centil.
“ooouuchhhh puasin aku sayang”
“pasti sayangku,sepuas yang kamu mau sayang”
mba Tari mencengkram bahuku kuat yang aku tau dia mau nyampe lagi dan aku lebih mempercepat ritme goyanganku.
“ooouchhh uuuhhhh ooouuchhh yeaaahhhh” erangan keluar dari mulut mba Tari disertai lagi dengan orgasme keduanya.
Aku mencabut penisku dari vagina mba Tari yang lagi-lagi udah basah sama cairan orgasmenya dan meminta dia balik badan menungging kearahku.mba Tari udah aga lemas kayanya tapi dengan senang dia menuruti kemauanku.dari belakang dengan posisi menungging aku lebih bernafsu lagi melihat tubuhnya yang sintal ditambah dengan pantatnya yang besar basah oleh keringat,lipatan vagina yang sangat sempurna menyembunyikan itil nya didalam.aku arahkan kepala penisku kevaginanya dan mulai memasukkan kepala penisku pelan-pelan.sambil memaju mundurkan pantatku aku mencengkram kuat kedua pinggang mba Tari membuat dia merintih dan mendesah membuatku semakin kencang memompa vaginanya dari belakang.
“oouuchhh ooouuchhhh mmmhhh enaakkkk sayyaaaanngggggg” katanya.
Lumayan lama dengan posisi menungging dan kayanya mba Tari udah mau keluar lagi dia mau ganti posisi dan memintaku berbaring lurus ditempat tidur dengan gaya women on top.aku menurutinya sambil berbaring dan mba Tari lansung berjongkok diatas tubuhku sambil mengarahkan kepala penisku kevaginanya dan dengan satu tekanan blessss amblaslah penisku masuk semua kevaginanya,dia naik turun menghujamkan penisku keluar masuk divaginanya,goyangannya sangat erotis dengan sekalian memutar pantatnya kepenisku.rasanya sangat nikmat penisku bagai diurut dari ujung sampe pangkalnya.
Tak lama akupun rasa udah mau keluar aku mempercepat gerakanku kevaginanya.
“Oouuucchhh mbaaa a a a akuuu ma ma mauuu kekekeluaarrr jugaaaa”kataku terbata-bata.
“iya sayang ooouuchhh aku juga mau keluarr lalalagiii ooouuuuccchhhhh”kata mba Tari.
Diiringi teriakan kita berdua aku menekan penisku sekuat-kuatnya kelobang vagina mba Tari dan croott crooott croott croottt……. Spermaku tumpah semua didalam vaginanya dan mba Tari pun sama orgasme,cairannya keluar membasahi penisku.seketika mba Tari lemas dan merebahkan tubuhnya diatas tubuhku dan aku menerimanya dalam pelukanku aku mengecup lama keningnya,tampak dia memejamkan mata dan puas sekali.
“Terimakasih banyak sayangku,aku puas banget malam ini”kataku pada mba Tari.
“Aku yang seharusnya terimakasih sayangku,kamu udah memenuhi keinginan ku minta dipijit sampai tuntas sama kamu,bukan itu aja kamu gentle banget setelah main lansung memelukku,mengecup keningku dan berterimakasih aku sangat bahagia” kata mba Tari.
“Wanita secantik mba pantas mendapatkan yang terbaik,dan aku sebagai lelaki wajib memberikannya”
“Ooohh Aji ku sayang,beruntung banget wanita yang nanti mendapatkan kamu,ga kaya cowok aku dulu main 2 menit udah KO duluan dan lansung tidur”
“Ah mba,ga perlu repot-repot mencari wanita itu,karena dia sekarang ada dalam pelukanku”
Mba Tari hanya tersenyum dan memelukku erat kita berciuman lagi sampai akhirnya tertidur.Dan saat pagi bangun kita mengulang permainan lagi.Setiap ada kesempatan kita main lagi tidak tau tempat tidak tau waktu,lagi dan lagi.
Share:

Dapat Kado Special Dari Mamaku...


Perkenalkan namaku Toni. Well, langsung saja kali ya. Ceritaku ini bermula kira-kira 5 tahun yang lalu. Saat itu umurku masih 16 tahun, yaah mendekati 17 tahun. Aku ingat betul karena ceritaku ini terjadi berdekatan dengan ulang tahunku, dan mungkin sedikit berhubungan dengan ulang tahunku itu.

Hari itu adalah tepat satu hari sebelum hari ulang tahunku yang ke 17. Saat itu aku dan Mamaku sedang makan malam berdua. Oh iya ada yang hampir kulupakan. Sejak umur 15 tahun aku tinggal berdua dengan Mamaku. Orangtuaku bercerai ketika aku berumur 15 tahun. Dan aku memilih untuk ikut Mama. Entah kenapa tapi sejak kecil aku memang lebih dekat ke Mama. Mungkin karena Mama sangat sayang kepadaku.

Aku dan Mama tinggal di sebuah rumah yang lumayan besar. Maklumlah, Kakekku (dari pihak Mama) adalah pengusaha yang sangat sukses. Dan Mama adalah penerusnya. Oh iya sebagai gambaran, saat itu Mamaku masih berusia 33 tahun. Hari ulang tahun Mama terpaut dua minggu dari hari ulang tahunku. Mama mempunyai wajah yang sangat cantik. Berkulit kuning langsat yang menambah kecantikannya. Dengan tinggi dan berat sekitar 165 cm dan 45 kg membuat Mama terlihat sangat ideal. Sedangkan buah dada Mama kuperkirakan berukuran 36 yang nantinya ternyata terbukti perkiraanku salah.

Kembali ke cerita awal. Pada saat asyik-asyiknya aku melahap makan malamku, Mama tiba-tiba berkata, “Ton, besok kamu kan ulang tahun.”

Aku yang lagi enak-enaknya makan sih hanya mengangguk saja. Melihat aku yang tidak begitu menanggapinya, Mama berkata lagi, “Kalo Mama nggak salah umurmu udah 17 tahun kan?”

Dan seperti tadi, aku pun hanya mengangguk-angguk saja sambil tetap melahap makanan di depanku.
“Ton, Mama ingin ulang tahunmu besok menjadi ulang tahun yang berkesan buatmu. Jadi kamu boleh meminta kado apa saja yang kamu mau.”

Aku yang mulai tertarik dengan ucapan Mama pun bertanya, “Apa saja Ma..?”
“Iya, apa saja yang kamu mau,” jawab Mama.

Dengan hati-hati aku bertanya lagi, “Ma, Toni kan udah gede.”
“Betul, Mama tau itu. Lalu..?” tanya Mama penuh selidik.

“Toni rasa udah waktunya Toni tau yang namanya… seks,” kataku dengan hati-hati.
Kulihat Mama agak terkejut dengan perkataanku barusan. Tapi setelah dapat menguasai keadaan, Mama pun tersenyum sambil bertanya, “Apa nggak ada kado lain yang lebih kau inginkan dari pada itu, Ton..?”

“Tadi Mama bilang boleh minta apa saja, kok sekarang jadi menolaknya. Kalo Mama nggak mau ya udah. Beri aja Toni kado sweater atau baju seperti ulang tahun Toni yang udah-udah.” kataku dengan wajah agak muram.

“Wow, tunggu dulu donk Sayang. Kan Mama belon bilang mau apa nggak. Jadi jangan ngambek dulu donk.” kata Mama dengan wajah sabar.

“Jadi… boleh nggak, Ma..?” tanyaku dengan tidak sabar.

“Setelah Mama pikir, bolehlah. Buat anak tercinta sih apa saja boleh kok Sayang..” jawab Mama.

“Terima kasih Ma. Toni sayang banget sama Mama.” jawabku dengan antusias.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Seperti malam kemarin, aku dan Mama lagi makan malam berdua. Malam itu Mama terlihat cantik sekali.

Mama tiba-tiba berkata, “Ton, kamu udah siap menerima kado istimewamu..?” tanya Mama dengan tersenyum manis.

Aku yang memang sudah tidak sabar langsung saja menjawab, “Ya jelas siap donk, Ma.” >>>
Setelah selesai makan Mama menggandengku ke ruang televisi.
“Duduk di sini Sayang. Tunggu sebentar ya..!” kata Mama sambil menyuruhku duduk di permadani.

Mama lalu masuk ke kamarnya. Tidak lama kemudian Mama keluar dari kamar. Aku terkejut, karena sekarang Mama hanya memakai baju tidur yang sangat seksi dan menonjolkan setiap lekuk tubuhnya. Di tangannya, Mama memegang beberapa buah CD. Mama lalu menuju ke VCD player lalu memasang CD yang dibawanya.

Setelah diputar, ternyata itu adalah VCD XXX, VCD yang pertama kuingat berjudul ‘ChowDown’. Setelah duduk di sebelahku, Mama memandangiku sambil berkata, “Kamu udah siap Ton..?” tanya Mama.

“Udah dari tadi Ma.” jawabku.

Mama pun mendekatkan wajahnya ke wajahku. Lalu sedetik kemudian Mama mulai mencium bibirku. Dengan refleks aku pun membalas ciumannya. Dan tidak lama kedua lidah kami pun bertautan.

“Mmmh.. mmhh.. mmm..” hanya desahan saja yang terdengar kini dengan diiringi desahan-desahan dari film yang diputar di TV.

Aku memeluk Mama erat-erat sambil tetap berciuman. Mama pun terlihat sudah sangat terangsang.
Tidak lama tanganku pun mulai menggerayangi tubuh Mama. Tangan kiriku mulai meremas-remas payudara Mama dari luar baju tidurnya. Sedangkan tangan kananku mulai meraba-raba selangkangan Mama.

“Ahh..!” teriak Mama ketika tanganku menyentuh vaginanya.
Setelah sekitar 20 menit kami saling berciuman dan saling meraba, Mama melepaskan pelukan dan ciumannya. Lalu Mama menuntun tanganku untuk membuka bajunya. Tanpa diminta dua kali, tanganku pun mulai beraksi melepas baju tidur Mama dari tubuhnya. Sekarang Mama hanya memakai BH dan celana dalam saja. Mama tersenyum padaku lalu mendekatiku. Dan tidak lama, tangan Mama mulai berusaha melepas pakaian yang kukenakan. Aku hanya menurut saja diperlakukan begitu. Dan kini pun hanya tinggal CD saja yang melekat di tubuhku.

Dengan tubuh yang sama-sama setengah telanjang, aku dan Mama kembali berpelukan sambil berciuman. Hanya desahan saja yang terdengar di ruangan. Lalu perlahan tanganku membuka kaitan BH Mama. Melihat aku yang kesulitan membuka BH-nya, Mama tersenyum, lalu tangannya membantuku membuka BH-nya. Sekarang buah dada Mama yang indah itu pun terpampang jelas di depanku.

“Tetek Mama gede banget sih. Toni suka deh,” kataku sambil meraba payudara Mama.

“Jangan diliatin aja donk Sayang..! Dijilat dan disedot donk Sayang..!” pinta Mama.
Tanpa dikomando dua kali, aku langsung saja menjilati payudara Mama yang sebelah kanan. Sedangkan tangan kananku meremas-remas payudara Mama yang sebelah kiri.

“Aahh… Ohhh… fuck..!” teriak Mama ketika buah dadanya kujilat dan kusedot-sedot.
Secara bergantian payudara Mama kusedot dan kujilati, sedangkan tangan kanan Mama meremas-remas batang penisku dari luar CD-ku. Dan tanpa sadar, Mama berusaha melepaskan CD-ku. Aku pun tidak mau kalah. Setelah puas menggarap payudara Mama yang besar itu, aku pun berusaha melepaskan CD Mama. Melihat kelakuanku yang tidak mau kalah, Mama hanya tersenyum saja.
Sesaat kemudian kami berdua sudah telanjang bulat. Aku hanya dapat menelan ludah melihat tubuh indah Mama. Di selangkangan Mama, terlihat bulu-bulu yang tertata rapi membentuk segitiga.
“Ton, kontol kamu gede bauanget,” kata Mama takjub melihat batang penisku yang sudah menegang.

“Masa sih Mam..?” tanyaku seakan tidak percaya, “Tapi tetek Mama juga gede kok. Emang tetek Mama itu ukuran berapa..?” tanyaku lagi.

“Ukuran 38B, emang kenapa si Ton. Kamu suka kan..?” tanya Mama.

“Ya jelas donk Mama sayang, mana mungkin Toni nggak suka.” jawabku, dan tanganku kembali meremas payudara Mama sambil menggigitnya.

“Aauww..!” teriak Mama, “Kamu nakal Sayang, masa tetek Mama digigit..?” kata Mama manja.

“Ma’af, Ma. Toni nggak sengaja.” jawabku sekenanya.

“Nggak apa-apa kok Sayang, Mama suka kok. Kamu boleh memperlakukan Mama sesukamu.” kata Mama sambil tangan kanannya masih meremas-remas kemaluaku.

Dan tidak lama Mama pun berjongkok, lalu tersenyum. Mama mendekatkan wajahnya ke kemaluanku, lalu mulai mengeluarkan lidahnya.

“Uuhh… aahh… enak Mam..!” aku berteriak ketika lidah Mama mulai menyentuh kepala penisku.

Mama masih menjilati penisku, mulai dari pangkal sampai ujung kepala penisku. Dan kedua bijiku pun tidak terlewatkan oleh lidah Mama. Aku hanya memejamkan mata sambil mendesah-desah memperoleh perlakuan seperti itu.

Setelah sekitar sepuluh menit, aku merasa kemaluanku berada di sebuah lubang yang hangat. Aku pun membuka mataku dan melihat ke bawah. Ternyata sekarang separuh penisku sudah masuk ke mulut Mama.

“Aahh… oohh.. yeeahh.. enaakk ba..nget Maa..!” teriakku lagi.
Kuperhatikan penisku diemut-emut oleh Mama tanpa mengenai giginya sedikit pun. Lidah Mama bergerak-gerak dengan lincah seperti ular.

Dan sekarang kulihat Mama menyedot-nyedot bulu kemaluaku seperti mau dikeramasi.
“Maaa… enak Maa..!” aku hanya dapat berteriak.

Aku merasa ada yang mau keluar dari penisku, aku tidak tahan lagi, dan seerr.. Aku kaget juga, kupikir yang keluar tadi adalah sperma, tapi tidak tahunya adalah air kencingku yang menyembur sedikit.

“Wah, ma’af Ma. Toni nggak sengaja.” kataku buru-buru dengan napas yang masih terengah-engah.
Tapi apa yang terjadi, Mama malah menjilati air kencingku yang berleleran. Gila.., sensasi yang kurasakan sangat luar biasa. Dan tiba-tiba Mama menarik tanganku dan mengajakku ke kamar mandi. Kamar mandi kami dapat dibilang sangat besar dan mewah. Sudah itu wangi lagi. Mama menuntunku menuju jacuzi, lalu Mama pun berlutut lagi. Batang penisku dikocok-kocok di depan wajahnya, terus disedot-sedot seperti makan es krim.

“Ayo Sayang..! Sekarang kencingi Mamamu ini..!” kata Mama.

Aku kaget juga. Tapi aku memang sudah tidak tahan lagi ingin kencing. Aku pun mengerahkan semua tenaga untuk kencing. Kulihat mulut Mama menganga dan lidah Mama seperti ular menelusuri kepala penisku.

Dan ketika kulihat mulut Mama tepat di depan batang penisku, “Maa.., Toni mo pipiis..!” teriakku.
Kulihat air kencingku menyembur kencang sekali dan seerr.., masuk ke dalam mulut Mama.

Kuperhatikan mata Mama merem sambil mulutnya terus menganga menerima siraman air kencingku. Kepalang tanggung, akhirnya kumasukkan juga penisku ke mulut Mama sehingga air kencingku memancar dan muncrat keluar lagi berleleran di tubuh telanjang Mama.

“Enak nggak Ma..?” tanyaku setelah aku selesai kencing.

Mama memandangku dengan manja, sedangkan mulutnya masih mengulum batang kemaluanku.

Setelah itu kedua bijiku pun dijilatinya.
“Kamu mau tau rasanya, Ton..?” tanya Mamaku setelah melepaskan kulumannya dari penisku.

“Boleh aja, Ma.” jawabku penuh semangat.
Mama lalu menyuruhku tidur telentang di lantai kamar mandi. Aku mengikuti saja perintah Mama.
Mama lalu berdiri dengan kedua kakinya berada di kiri kanan kepalaku. Dan sesekali kakinya digosok-gosokkan ke wajahku. Dan meskipun ada air kencingku yang berleleran di kaki Mama, aku tidak merasa jijik untuk menjilati kaki Mama. Setelah itu Mama perlahan-lahan mulai jongkok. Kuperhatikan pantat seksi Mama mulai mendekati wajahku. Aku menunggu dengan sabar sampai sesaat vagina Mama benar-benar berada tepat di atas mulutku.

Lubang kemaluan Mama terlihat sudah berlendir bertanda Mama sudah terangsang. Kujilati lubang kemaluan dan lubang anusnya secara bergantian. Mama menguakkan bibir vaginanya secara perlahan sampai-sampai aku dapat melihat lubang kemaluannya mengembang.

“Mama mau kencing nih. Minuumm.. Sayang..!” Mama merintih dengan sangat keras.
Seerr.., dari lubang kencing Mama memancar cairan yang bening dan panas sekali, masuk ke mulutku dengan deras.

Entah karena sudah nafsu atau karena apa, kutelan saja cairan yang rasanya asin dan agak pahit yang keluar dari kemaluan Mama. Suara erangan kepuasan menggema di dalam kamar mandi itu.

“Bagaimana rasanya Sayang, enak bukan..?” tanya Mama sambil matanya terpejam menahan nikmat karena vaginanya kujilat-jilat.

“Enak banget, Ma.” jawabku singkat.
Setelah itu Mama berdiri lalu duduk di sebelahku. Kedua kakinya dikangkangkan sehingga aku dapat melihat vaginanya dengan jelas.

“Sayang, sekarang kamu jilatin memek Mama ini..!” kata Mama sambil menunjuk ke arah vaginanya.
Setelah itu Mama tidur telentang di lantai kamar mandi. Aku langsung saja menuju bagian bawah pusar Mama. Kudekatkan wajahku ke vagina Mama, lalu kukeluarkan lidahku dan mulai menjilati vaginanya.

“Ahh… fuuckkk.. yeaahh.. shiitt… hisapnya itilnya Sayang..!” Mama hanya dapat meracau saat kujilati vagina dan klitorisnya kuhisap-hisap.

“Ohhh… Aahh.. fuuck… mee… yeaaahh… masukin kontolmu sekarang Sayang..! Mama udah nggak tahan..!” pinta Mama memohon.

Aku pun perlahan bangun dan mensejajarkan tubuhku dengan Mama. Kugenggam batang penisku, lalu perlahan-lahan kudorong pantatku menuju vagina Mama.

Ketika memasuki liang senggamanya, Mama berteriak-teriak, apalagi ketika separuh penisku mulai menelusuri dinding vaginanya. Baru pertama kali aku merasakan kenikmatan yang luar biasa seperti ini. Rasanya seperti diurut-urut, enak seperti dielus-elus daging basah dan kenyal.

“Aahhkk enak se..kali.. Sayang..! Fuuuck… me.. hardeer.. honey..!” jeritan Mama memenuhi kamar mandi.

Setelah sekitar 10 menitan, aku mencabut batang kemaluanku dari lubang vagina Mama. Mama terlihat sangat kecewa ketika aku melakukan itu. Dan tidak lama kemudian aku meminta Mama untuk berganti posisi. Kuminta Mama untuk menungging. Lalu dari belakang kuremas-remas pantat Mama yang semok itu. Lalu kuarahkan batang penisku ke bibir vagina Mama. Setelah kurasa tepat, lalu kusetubuhi Mama dari belakang dengan doggie style.

“Aduhh… enak… sekali Sayang..! Kamu… pin..tarr… Sayang..!” jerit Mama ketika kusetubuhi dari belakang.

Sedangkan aku pun tidak kalah hebohnya dalam berteriak, “Maaa… memek.. nya.. e..naak..!”
Rupanya gaya itu membuat Mama sudah tidak tahan lagi, sehingga sesaat kemudian, “Sayang Mama mau sam..paai… Aahhh..!”

Mama berteriak keras sekali, dan aku yakin kalau kami tidak berada di rumah itu, orang lain pasti mendengar teriakan Mama.

Aku merasakan penisku seperti disiram cairan hangat. Walau kusadari Mama sudah mencapai puncaknya, aku tetap saja memompa batang penisku di dalam vagina Mama. Malah semakin giat karena sekarang liang Mama sudah licin oleh cairan Mama.

Dan tidak lama, “Maa… Toni.. mau sampaaii nih..!” kataku ketika aku merasa mau orgasme.
“Cabut kontolmu Sayaang..!” perintah Mama.

Segera saja batang kemaluanku kucabut dari liang Mama yang masih menungging.
Mama lalu berbalik kepadaku dan memegang batang penisku. Lalu dibukanya mulutnya dan Mama pun mulai mengulum kemaluanku.

“Aahh… oohhh..!” hanya desahan itu yang keluar dari mulutku.

Dan, creet.. croott… crot..! air maniku menyemprot sebanyak sepuluh kali ke dalam mulut Mama. Mama tidak langsung menelan spermaku, melainkan memainkan spermaku di dalam mulutnya seperti orang yang sedang berkumur. Dan sebelum ditelan, Mama membuka mulutnya dan menunjukkan spermaku yang ada di dalam mulutnya itu. Baru setelah itu pejuku ditelan sampai habis.

Belum selesai sampai di situ, Mama menjilat-jilat batang penisku dan membersihkan sisa sperma yang masih menempel di kemaluaku. Rasanya ngilu, nyeri plus gimana gitu. Setelah itu kami berdua menuju ke ruang TV. Aku dan Mama duduk bersebelahan dalam keadaan telanjang bulat.

“Bagaimana kadonya, Ton..?” tanya Mama ketika sudah agak tenang.

“Luar biasa, Ma. Nggak ada kado yang sehebat tadi. Terima kasih, Ma.” sahutku.

“Mama bahagia kalo kamu puas. Sebenarnya Mama juga menginginkannya kok.” jawab Mama.

“Lalu kenapa Mama nggak minta ke Toni..?” tanyaku lagi.

“Iya ya, kalo tau kamu punya kontol segitu gedenya Mama pasti udah minta sejak dulu. Tapi nggak apa-apa kok, kan belon terlambat. Betul kan..?” sahut Mama sambil tersenyum manis padaku.

“Iya Ma. Tapi Ma, setelah ini masih ada ronde selanjutnya kan..?” tanyaku.

“Kalo kamu masih kuat, ya pasti donk Sayang..!” jawab Mama manja.

“Toni sayang banget sama Mama,” kataku.

“Mama juga sayang banget sama Toni.” jawab Mama.
Setelah berisrirahat secukupnya, kami berdua melanjutkan persetubuhan kami sampai jam dua pagi.

Setelah itu kami berdua tidur dalam keadaan telanjang bulat. Dan keesokan harinya aku dan Mama, yang kebetulan lagi tidak masuk kerja, berada di rumah dalam keadaan telanjang bulat selama sehari penuh. Dan tidak terhitung berapa kali kami bersetubuh. Sampai sekarang aku masih tinggal dengan Mama dan masih setia menyetubuhi Mama setiap hari, selama Mama tidak haid.

Itu adalah hadiah ulang tahun yang paling berkesan dalam hidupku. Bagi pembaca cewek yang ingin berkenalan, silakan kirim e-mail. Saya akan membalas setiap e-mail yang masuk asal bukan e-mail yang sekedar iseng.
Share:

Diperkosa Kuli Bangunan Yang Haus Seks...


Hampir 3 jam lebih Retno menunggu angkutan umum bus yang biasanya dia berangkat sekolah melalui jasa tersebut, hanya angkuta tersebut yang bisa mengahantarkan dia menuju ke sekolahnya karena tidak ada ojek, sudah lama sekali dia menunggu sampai kakinya pegal menunggu. Retno yang kelas satu dan belum sebulan ini masuk sekolah barunya, melirik sekali lagi jam tangannya hadiah dari kakaknya yang kerja di Batam.

Pukul lima siang lewat sepuluh menit. Inilah arloji hadiahnya jika masuk SMP favorit. Gadis 12 tahun bertubuh imut tapi tampak subur itu memang pintar dan cerdas. Tak heran jika ia mampu menembus bangku sekolah idamannya.

Cuaca di atas langit sana benar-benar sedang mendung. Angin bertiup kencang, sehingga membuat rambut panjang sepinggangnya yang lebat tapi agak kemerahan itu berkibar-kibar. Hembusannya yang dingin membuat gadis berkulit kuning langsat dan berwajah ayu seperti artis Paramitha Rusady itu memeluk tas barunya erat-erat untuk mengusir hawa dinginnya. Berulang kali bus-bus kota lewat, tapi jalur yang ditunggu-tunggunya tak kunjung lewat juga.

Sejenak Retno menghela nafasnya sambil menebarkan pandangannya ke seluruh calon penumpang yang berjejalan senasib dengannya. Lalu menengok ke belakang, memperhatikan pagar seng bergelombang yang membatasi dengan lokasi pembangunan proyek tersebut.

Tampak puluhan pekerjanya yang tengah meneruskan kegiatannya, walaupun cuaca sedang jelas hendak hujan deras. Hilir mudik kendaraan yang padat kian membuat kegelisahannya memuncak.

Mendadak hujan turun dengan derasnya. Spontan saja, Retno dan tiga orang calon penumpang bus kota yang di antaranya dua pasang anak SMA dan seorang bapak-bapak secara bersamaan numpang berteduh masuk ke lokasi proyek yang pintunya memang terbuka dan di sana terdapat bangku kayu serta teduh oleh tritisan beton.

Sedangkan belasan orang lainnya memilih berteduh di depan toko fotocopy yang berada di sebelah bangunan proyek itu. “Numpang berteduh ya, Pak!” pinta ijin bapak-bapak itu disahuti teriakan “iya” dari beberapa kuli bangunan yang turut pula menghentikan kerjanya lalu berteduh di dalam bangunan proyek.

Tapi dalam beberapa menit saja, bapak tua itu telah berlari keluar sambil berterima kasih pada para kuli bangunan setelah melihat bus kota yang ditunggunya lewat.

Tak sampai lima menit kedua anak SMA itupun mendapatkan bus mereka. Kini Retno sendirian duduk menggigil kedinginan.
“Aduh..!” kaget Retno yang tersadar dari lamunannya itu tatkala sebuah bus yang ditunggunya lewat dan berlalu kencang. Tampak wajah gelisah dan menyesalnya karena melamun.

“Mau pakai 6A, ya Dik?” tanya seorang kuli yang masih muda belia telah berdiri di sampingnya Retno yang tengah mondar-mandir di depan bangku.

Retno sempat kaget, lalu tersenyum manis sekali.
“Iya Mas. Duh, busnya malah bablas. Gimana nih?!”

“Tenang saja, jalur 6A-kan sampai jam tujuh malam. Tunggu saja di sini, ya!” ujarnya sambil masuk ke dalam.

Retno hanya mengangguk ramah, lalu duduk kembali di bangkunya, yang sesekali waktu dia menengok ke arah timur, kalau-kalau terlihat bus jalur 6A lewat. Setengah jam lewat. Tak ada tanda-tanda bus itu lewat.

Retno melihat ke dalam gedung yang gelap itu, tampak sekitar lima puluh kuli sedang istirahat. Sebagian asyik ngobrol, lainnya merokok atau mandi di bawah siraman air hujan. Lainnya terlihat terus-menerus memperhatikan Retno. Perasaan tak enak mulai menyelimuti hatinya.

Belum sempat otaknya berpikir keras untuk dapat keluar dari lokasi proyek, mendadak sepasang tangan yang kuat dan kokoh telah mendekap mulut dan memiting lehernya. Retno kaget dan berontak. Tapi tenaga kuli kasar itu sangatlah kuat, apalagi kuli lainnya mengangkat kedua kaki Retno untuk segera dibawanya masuk ke dalam bangunan proyek.

“Diam anak manis! Atau kami gorok lehermu ini, hmm!” ancam kuli yang telanjang dada yang menyekapnya itu sambil menempelkan sebilah belati tajam di lehernya, sedangkan puluhan kuli lainnya tertawa-tawa senang penuh nafsu birahi memandangi kemolekan tubuh Retno yang sintal padat berisi itu.

Retno hanya mengagguk-angguk diam penuh suasana takut yang mencekam. Tak berapa lama gadis cantik itu sesenggukan. Tapi apalah daya, suara hujan deras telah meredam tangis sesenggukannya.

Sedangkan tawa-tawa lima puluh enam kuli usia 16 sampai yang tertua 45 tahun itu kian girang dan bergema sembari mereka menanggalkan pakaiannya masing-masing.
Retno melotot melihatnya.

“Jangan macam-macam kamu, ya. Hih!” ancamnya lagi sambil membanting tubuh Retno di atas hamparan tenda deklit oranye yang sengaja digelar untuk Retno. Tas sekolahnya diserobot dan dilempar ke pojok. Retno tampak menggigil ketakutan. Wajahnya pucat pasi menyaksikan puluhan kuli itu berdiri mengelilingi dirinya membentuk formasi lingkaran yang rapat.

“Tolong.. tolong ampuni saya Pak.. jangan sakiti aku.. kumohon.. toloong, ouh.. jangan sakiti aku..” pinta Retno merengek-rengek histeris sambil berlutut menyembah-nyembah mereka.

Tapi puluhan kuli itu hanya tertawa ngakak sambil menuding-nuding ke arah Retno, sedangkan lainnya mulai menyocok-ngocok batang zakarnya masing-masing.

“Buka semua bajumu, anak manis! Ayo buka semua dan menarilah dengan erotisnya. Ayo lakukan, cepaat!” perintah yang berbadan paling kekar dan usia sekitar 30 tahun itu yang tampaknya adalah mandornya sambil mencambuk tubuh Retno dengan ikat pinggang kulitnya.

“Cter!”

“Akhh.. aduh! Sakit, Pak.. akhh..!” jerit kesakitan punggungnya yang kena cambuk sabuk.

Tiga kali lagi mandor itu mencabuk dada, paha dan betisnya. Sakit sungguh minta ampun. Retno menjerit-jerit sejadinya sambil meraung-raung minta ampun dan menangis keras. Tapi toh suaranya tak dapat mengalahkan suara hujan.

“Cepat lakukan perintahku, anak manja! Hih!” sahut mandor sambil melecutkan sabuknya lagi ke arah dada Retno yang memang tumbuhnya belum seberapa besarnya, bisa dikatakan, buah dadanya Retno baru sebesar tutup teko poci. Retno kembali meraung-raung.

“Iya.. iya Pak.. tolong, jangan dicambuki.. sakiit.. ouh.. ooh.. huk.. huuh..” ucap Retno yang telah basah wajahnya dengan air mata.

Ucapannya itu disahuti oleh gelak tawa para kuli yang sudah tak sabar lagi ingin menikmati makan sore mereka.
“Aduuh, udah ngaceng nih, buruan deh lepas bajunya.”

“Iya, nggak tahan lagi nih, mau kumuntahkan kemananya yaa?”

Perlahan Retno beranjak berdiri dengan isak tangisnya.
“Sambil menari, ayo cepat.. atau kucambuk lagi?” desak mandor mengancam.

Retno hanya mengangguk sambil menyadari bahwa batang-batang zakar mereka telah ereksi semua dengan kencangnya.

Retno perlahan mulai menari sekenanya sambil satu persatu memreteli kancing seragam SMP-nya, sedangkan para kuli memberikan ilustrasi musik lewat mulut dan memukul-mukulkan ember atau besi. Riuh tapi berirama dangdut.

Sorak-sorai mewarnai jatuhnya bajunya. Retno kian pucat. Kini gadis itu mulai melepas rok birunya. Kain itu pun jatuh ke bawah dengan sendirinya. Kini Retno tinggal hanya memakai BH dan CD serta sepatu. Sepatu dilepas. Retno lama sekali tak melepas-lepas BH dan CD-nya. Dengan galak, mandor mencabuk punggungnya.
“Cter!”

“Auukhh.. ouhk..!” jerit Retno melepas BH dan CD-nya dengan buru-buru.

Tentu saja dia melakukannya dengan menari erotis sekenanya. Terlihat jelas bahwa Retno belum memiliki rambut kemaluan. Masih halus mulus serta rapat. Tepuk tangan riuh sekali memberikan aplaus.

Sedetik kemudian, rambut Retno dijambak untuk dipaksa berlutut di depan mandor. Retno nurut saja.
“Ayo dikulum, dilumat-lumat di disedoot.. kencang sekali, lakukan!” perintahnya menyodorkan batang zakarnya ke arah mulut Retno.

Retno dengan sesenggukan melakukan perintahnya dengan wajah jijik.
“Asyik.. terus, lebih kuat dan kencang..!” perintahnya mengajari juga untuk mengocok-ngocok batang zakar mandor.

Retno dengan lahap terus menerus menyedot-nyedot batang zakarnya mandor yang sangat keasyikan. Seketika zakar itu memang kian ereksi tegangnya. Bahkan mandor menyodok-nyodokkan batang zakarnya ke dalam mulut Retno hingga gadis itu nyaris muntah-muntah karena batang zakar itu masuk sampai ke kerongkongannya.

Di belakang Retno dua kuli mendekat sambil jongkok dan masing-masing meremas-remas kedua belah buah dadanya Retno sembari pula mempintir-plintir dan menarik-narik kencang puting-puting susunya itu.

“Ouuhk.. hmmk.. aauuhk.. hmmk..!” menggerinjal-gerinjal mulut Retno yang masih menyedot-nyedot zakar mandor.

Tak berapa lama spermanya muncrat di dalam mulut Retno.
“Creeot.. cret.. croot..!”

“Telan semua spermanya, bersihkan zakarku sampai tak tersisa!” perintah galak sambil menjambak rambut Retno.

Gadis itu menurut pasrah. Sperma ditelannya habis sambil menjilati lepotan air mani itu di ukung zakar mandor sampai bersih.

Mandor mundur. Kini Retno kembali melakukan oral seks terhadap zakar kuli kedua. Dalam sejam Retno telah menelan sperma lima puluh enam kuli! Tampak sekali Retno yang kekenyangkan sperma itu muntah-muntah sejadinya.

Tapi dengan galak mandor kembali mencambuknya. Tubuh bugil Retno berguling-guling di atas deklit sambil dicambuki omandor. Kini dengan ganas, mereka mulai menusuk-nusukkan zakarnya ke dalam vagina sempit Retno. Gadis itu terlihat menjerit-jerit kesakitan saat tubuhnya digilir untuk diperkosa bergantian.

Sperma-sperma berlepotan di vagina dan anusnya yang oleh sebagian mereka juga melakukan sodomi dan selebihnya membuang spermanya di sekujur tubuhnya Retno. Retno benar-benar tak tahan lagi.

Tiga jam kemudian gadis itu pingsan. Dasar kuli rakus, mereka masih menggagahinya. Rata-rata memang melakukan persetubuhan itu sebanyak tiga kali. Darah mengucur deras dari vagina Retno yang malang.
Share:

Sabtu, 03 Desember 2016

Posisi Seks Ini Bikin Pria Tak Berdaya di Ranjang..


Buat malam Anda dan pasangan di akhir pekan ini panas dengan beberapa posisi seks. Sebab bagaimanapun, seks adalah tentang cinta dan keintiman. Jadi tak ada salahnya mencoba berbagai variasi dalam bercinta.

Berikut beberapa posisi seks yang paling menggairahkan pria, seperti dilansir Your Tango, Sabtu (3/11/2016):

1. Woman on top

Hampir sebagian pria dijamin tak akan berdaya saat melakukan posisi seks ini. Selain menyenangkan, posisi akan membuat pria bisa mengendalikan dan mengatur kecepatan penetrasi.

2. Misionaris

Posisi klasik ini memang selalu jadi pilihan pria. Posisi ini memudahkan pinggul bebas bergerak dan Anda berdua bisa mengatur kecepatan bersama-sama. Seks terbaik yang paling utama adalah saling menatap wajah, melakukan percakapan dan berkomunikasi dengan tubuh.

3. Reverse Cowgirl

Variasi terbalik dari posisi woman on top ini memberi pandangan seksi bagi pria. Posisi memungkinkan kontak mata yang romantis.

4. Doggie Style

Posisi ini menempatkan dia dalam kontrol. Plus, memungkinkan pria untuk penetrasi lebih dalam, membuatnya merasa seperti raja di kamar tidur. Namun lagi-lagi, komunikasi adalah kunci untuk menikmati seks dan mengalami manfaat psikologis penuh keintiman fisik.

5. Standing Up

Bercinta sambil berdiri mungkin perlu sedikit usaha, tapi itu sempurna untuk berkeringat. Posisi seks ini sangat cocok untuk quickie.
Share:

Intip 3 Posisi Seks Yang Digemari Wanita..


Posisi seks klasik misionaris merupakan salah satu posisi yang disukai wanita. Namun, bosan juga bila melakukan posisi yang sama dengan suami setiap kali bercinta. Tak heran, wanita juga menggemari posisi seks lain yang tak kalah panas selain misionaris.

Berdasarkan hasil survei terhadap 1.100 wanita oleh Men's Health, kaum hawa memaparkan mereka melakukan posisi bercinta sebagai berikut seperti mengutip Sabtu (3/12/2016).

1. Face-off

Posisi bercinta sambil duduk berhadapan dengan wanita berada di atas ini disukai oleh 48 responden. Wanita menyukai posisi ini karena bisa mengontrol kedalaman penetrasi. Selain itu bisa tatap muka dan meliaht pasangan memberi sensasi tersendiri.

2. G-Whiz

Sekitar 32 persen responden menyukai posisi wanita di bawah lalu mengangkat kedua kakinya di atas bahu pria. Dengan posisi ini, membuat Mr. P bisa mencapai G-spot lebih mudah.

3. Flatiron

Saat wanita dengan posisi meringkuk, lalu pria hadir di belakang membuat wanita jadi merasa nyaman. Tak heran sekitar 31 persen wanita menyukai posisi seks ini.
Share:

Rabu, 30 November 2016

Li En 莉恩 adalah model Asia cantik dan HOT


Li En 莉恩 adalah model Asia cantik dan panas dari Shenyang, Provinsi Liaoning, Timur Laut Cina. Lahir pada 29 Januari 1995, Li En juga dikenal sebagai Xiao Cao Jie Jie 小曹 姐姐. hobi Li En menonton film, belanja dan bepergian. Apakah Anda suka gadis baru Li En dan foto dia di pos ini?










Share:

Selasa, 29 November 2016

Berbagi Nikmat Dengan Kakak Ipar ku...


Kakak Ipar Butuh Sex : Berbagi Kenikmatan Dengan Kakak Istriku Malam itu, 21 Juni 2013.. “ Kami mau tidur dulu, Mbak..”, kata Sandra kepada Shanty yang masih asyik menonton acara di televisi. “ Tadi anakku tertidur di kamarmu..”, kata Sandra lagi. “ Iya.. Pergilah istirahat sana. Kasihan si Lucky besok harus kerja lagi..”, kata Shanty sambil tersenyum. “ Biar anakmu tidur denganku..”, sambung Shanty. Akhirnya Sandra dan Lucky segera masuk ke kamarnya. “ Kasihan Mbak Shanty ya, Mas?”, kata Sandra sambil memeluk Lucky. “ Betul.. Sudah berapa lama dia pisah ranjang dengan suaminya ?”, tanya Lucky sambil memjamkan matanya. “ Kalau tidak salah sih.. Sudah hampir 4 bulan, Mas ”, kata Sandra sambil menyusupkan tangannya ke sarung Lucky. Berbagi Kenikmatan Dengan Kakak Istriku “ Ha?! Mas nggak pakai celana dalam ya ?”, tanya Sandra agak kaget tapi tangannya erat memegang kontol Lucky. “ Memang tidak pakai kok..”, kata Lucky santai sambil tersenyum menatap Sandra. “ Jadi selama kita tadi nonton TV bersama Mbak Shanty.. Yee nakal ya !”, kata Sandra sambil meremas kontol Lucky agak keras. “ Nggak apa-apa kok.. Nggak kelihatan ini kan?”, kata Lucky sambil memiringkan badannya menghadap Sandra. “ Lagian kalau dia lihat juga.. Anggap saja amal. ”, kata Lucky sambil tersenyum nakal. “ Nakal ya!”, kata Sandra sambil melumat bibir Lucky sementara tangannya tak henti mengocok kontol Lucky hingga tegang. “ Mm.. Enak sayang..”, bisik Lucky ketika kontolnya makin cepat dikocok. “ Buka dulu bajunya, Mas..”, kata Sandra sambil menghentikan tangannya. Lalu Sandra bangkit dari kasur dan melepas seluruh pakaiannya. Lucky juga ikut bangkit lalu segera melepas pakaiannya. “ Jangan dulu ke kasur.. Hisap dulu dong.. ”, kata Lucky sambil mengecup bibir Sandra lalu tangannya agak menekan dan membimbing kepala Sandra ke arah kontolnya. Sandra mengerti dan menuruti kemauan suaminya itu. “ Ohh..”, desah Lucky terdengar ketika mulut Sandra sudah mengulum penuh kontolnya. “ Mm.. Kamu memang pintar.. hh..”, kata Lucky sambil memejamkan matanya ketika tangan Sandra dengan pelan mengocok kontolnya. “ Mm..”, terdengar suara Sandra ketika mulutnya tak henti menghisap kontol Lucky sambil tangannya tak henti mengocoknya. “ Ohh.. Ennakk sayangg..”, kata Lucky sambil memajumundurkan pantatnya seiring hisapan mulut Sandra pada kontolnya. “ Gantian, Mas..”, kata Sandra setelah menghisap kontol Lucky beberapa lama. Sandra lalu membaringkan tubuhnya di kasur kemudian membuka lebar pahanya. Tampak bulu bulu halus tumbuh agak lebat di sekitar memeknya. “ Oww.. Enak sekali Mass..”, desah Sandra dengan mata terpejam ketika lidah Lucky mulai menjilati belahan memeknya dari atas ke bawah bolak-balik. Pantat Sandra langsung bergoyang seiring rasa nikmat yang dirasakannya. “Ohh.. Teruss.. Ohh.”, desah Sandra makin keras ketika jari Lucky keluar masuk lubang memeknya yang sangat basah sambil tetap lidahnya menjilati kelentitnya. Tubuh Sandra melengkung dan menggeliat serta menggelinjang menahan nikmat yang luar biasa.. Sampai akhirnya, serr! Serr! Serr! Sandra mendesakkan kepala Lucky ke memeknya ketika terasa semburan air mani dalam memeknya disertai rasa nikmat dan nyaman yang amat sangat. “ Ohh!! Ohh!!”, suara Sandra serak keluar dari mulutnya.. “ Nikmat sekali Mass..”, desah Sandra dengan tubuh lemas terkulai di atas kasur. “ Kini giliranku..”, kata Lucky tersenyum sambil bangkit lalu menaiki tubuh Sandra. Mulut Lucky yang masih basah oleh cairan memek Sandra segera melumat bibir Sandra. Sandra segera membalas lumatan bibir Lucky sambil memegang kontol Lucky dan mengarahkan ke lubang memeknya. Bless.. Bless.. Kontol Lucky ditekan dan dengan segera sudah keluar masuk memek Sandra. “ Ohh..”, kembali desah Sandra terdengar seiring keluar masuk kontol Lucky ke memeknya. “ Ohh enak sekali rasanya sayang..”, bisik Lucky ke telinga Sandra sambil tak henti memompa kontolnya. “ Kita enak-enakan di sini, sementara Mbak Shanty kesepian.. ”, kata Sandra sambil mengecup bibir Lucky. “ Ya itu sudah nasibnya, sayang..”, kata Lucky sambil terus merengkuh tubuh Sandra dalam kenikmatan. “ Ohh enakk, sayangg..”, desah Sandra sambil menggeliat keenakan. “ Mas suka nggak kepada Mbak Shanty ?”, tanya Sandra di sela persetubuhan itu. “ Ya tentu saja suka, namanya juga kakak sendiri.. ”, kata Lucky sambil terus memompa kontolnya keluar masuk. “ Maksudku, suka secara fisik.. Lelaki suka wanita.. ”, kata Sandra sambil menggoyangkan pantatnya. “ Kok kamu membicarakan orang lain sih ?”, kata Lucky. “Ngak apa-apa kan, Mas? Lagian itu membuatku makin bergairah.. ”, kata Sandra sambil mempercepat goyangannya. “ Benarkah?”, tanya Lucky. “Iyaahh.. Kadang saya suka membayangkan Mas bersetubuh dengan wanita lain. Dan itu membuat saya bergairah.. Nggak marah kan, Mas ?”, tanya Sandra. “Fantasi seperti itu boleh saja, sayang.. ”, kata Lucky sambil mencium dahi Sandra. “ Ohh.. Betulkahh?”, Sandra mendesah. “Kalau saya mau Mas membahagiakan Mbak Shanty, mau nggak ?”, tanya Sandra mengagetkan Lucky. Serta merta mereka menghentikan gerakan sambil organ kenikmatan mereka tetap berpautan. “ Masksud kamu apa, sayang..?”, tanya Lucky. Sandra tidak menjawab pertanyaan Lucky, tapi hanya tersenyum lalu mengecup bibir Lucky. “ Mbak Shanty adalah orang yang paling saya sayang, dan saya ingin dia mendapatkan yang terbaik.. ”, kata Sandra. “ Saya ingin bisa memberikan yang terbaik buat dia.. ”, lanjut Sandra. “Mas adalah yang terbaik buat saya.. ”, kata Sandra sambil tersenyum. “ Saya rela membagi hal terbaik yang saya punya dengan Mbak Shanty.. ”, kata Sandra lagi. “ Mas ngerti kan maksud saya?”, Sandra sambil kembali menggoyang pantatnya. “ Mas ngerti.. Tapi apakah kamu benar-benar.. ”, ucapan Lucky terputus karena Sandra keburu melumat bibirnya. Kembali mereka bersetubuh melanjutkan yang terhenti tadi. “ Saya benar-benar ingin Mas membahagiakan Mbak Shanty.. Juga itu membuat saya makin bergairah..”, kata Sandra sambil menggoyang pantatnya lebih cepat. “ Baiklah.. Ohh.. Ohh..”, desah Lucky sambil mempercepat gerakannya. “ Aku mau keluarr sayangg..”, kata Lucky sambil mendesakkan kontolnya makin dalam ke memek Sandra. Crott! Croott! Croott! Air mani Lucky menyembur banyak di dalam memek Sandra. “ Ohh.. Enak sekali sayang..”, kata Lucky sambil mengecup bibir Sandra. “ Mas mau kan memenuhi permintaan saya.. ?”, tanya Sandra manja. “Iya.. Baiklah..”, kata Lucky sambil tersenyum. “ Terima kasih. Sering saya membayangkan Mas menyetubuhi Mbak Shanty.. ”, bisik Sandra. Dan mereka pun kembali saling berpagutan tanpa melepas kontol dan memek mereka yang masih bertautan. ***** Suatu pagi.. “Mas, Mbak Shanty.. Saya akan ke pasar dengan si kecil.., ada mau titip tidak ?”, kata Sandra kepada mereka berdua. “ Aku ikut, San..”, kata Shanty. “Nggak usah, Mbak.., saya mau ke rumah ibu Heru dulu soalnya ”, kata Sandra berdalih. “ Ya sudah kalau begitu..”, kata Shanty. Akhirnya Sandra dan anaknya segera meninggalkan rumah. Tinggal Lucky dan Shanty berdua. “ Tidak ke kantor, Luck?”, tanya Shanty. “ Saya sudah ijin untuk datang agak siang, Mbak.. ”, jawab Lucky sambil mendekati dan duduk di samping Shanty. “ Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, Mbak.. ”, kata Lucky. “Apa itu?”, tanya Shanty sambil menatap mata Lucky. “ Bagaimana urusan Mbak dengan Mas Rudy? Saya kasihan kepada Mbak.. ”, kata Lucky. “ Nggak tahulah, Luck.. Kita lihat saja nanti.. ”, kata Shanty sambil menyenderkan tubuhnya di kursi. “ Mbak putus asa?”, tanya Lucky sambil tangannya mencoba memegang tangan Shanty. Shanty hanya diam ketika Lucky menggenggam tangannya. Hanya air mata yang terlihat menetes di sudut matanya. “Aku tidak ingin hidup lebih lama lagi..”, kata Sandra sambil terisak. “ Saya mengerti bagaimana perasaan Mbak.. ”, kata Lucky air mata Shanty makin deras membasahi pipinya.. “ Boleh aku pinjam bahumu, Luck? Aku nggak tahan.. ”, kata Shanty. Lucky mengangguk. Dan Shanty segera merebahkan kepalanya di bahu Lucky dan menangis terisak. Lucky mengusap-ngusap rambut dan punggung Shanty untuk menenangkannya. “Sudahlah, Mbak.. Mbak masih punya kami.. ”, kata Lucky sambil melepas rangkulan Shanty dan menatap matanya. “ Kami sayang Mbak.. Saya sayang Mbak.. ”, kata Lucky. “Benarkah?”, tanya Shanty sambil meyeka air matanya. Lucky tak menjawab hanya mengangguk sambil menatap mata Shanty. Lama mereka saling bertatapan. Ada rasa tak menentu ketika Shanty menatap mata Lucky. Apalagi ketika Lucky sedikit demi sedikit mendekatkan wajahnya hingga hampir bersentuhan. Shanty tak bisa berkata apa-apa ketika terasa ada rasa hangat dan nyaman ketika bibir Lucky menyentuh bibirnya. Ketika Lucky mengecup bibirnya, Shanty hanya bisa terpejam merasakan rasa nyaman dan rasa berdesir di hatinya. “ Mmhh..”, hanya itu yang keluar dari mulut Shanty ketika Lucky mulai melumat bibirnya. “ Luck.. Jangan.. Mmhh..”, kata Shanty ingin menolak tapi gairahnya telah mulai naik. Lucky tak menjawab, tapi makin hangta melumat bibir Shanty. “ Mmhh..”, Shanty mendesah dan mulai terbawa aliran gairahnya yang bangkit perlahan. Dibalasnya ciuman Lucky dengan panas dan liar. Sebagai wanita yang telah lama tidak merasakan kehangatan sentuhan laki-laki, perlakuan Lucky membuat Shanty bergairah tinggi dan mulai melupakan kesedihannya saat itu. “ Luck.. Aku.. Aku.. Ohh..”, suara Shanty terputus putus serak ketika tangan Lucky mulai menggerayangi bagian depan baju dasternya. Dua gumpalan empuk di dada Shanty diremas perlahan oleh Lucky sambil tetap berciuman. “Mbak, kita pindah ke kamar..”, ajak Lucky sambil menarik tangan Shanty. “ Tapi.. Tapi.. Bagaimana dengan Sandra ?”, tanya Shanty ragu. “Saya bisa menyayangi Mbak seperti ini karena Sandra sayang kepada Mbak.. ”, kata Lucky sambil menarik Shanty ke kamar. “ Maksudnya apa, Luck..”, tanya Shanty. Lucky tidak langsung menjawab, tapi langsung memeluk dan melumat bibir Shanty. Shantypun karena sudah terbawa gairahnya langsung membalas pagutan Lucky. Keduanya terus berciuman sambil melepas pakaian masing-masing. Lucky merebahkan tubuh telanjang Shanty ke atas kasur. “ Ohh.. Luckyy.. Mmhh..”, desah Shanty keras ketika lidah dan mulut Lucky menggigit dan menjilati buah dadanya, apalagi ketika satu tangan Lucky turun ke perut lalu turun lagi ke memeknya yang sudah sangat basah. “Saya sayang Mbak..”, kata Lucky sambil menatap Shanty lalu kepalanya mulai turun ke perut lalu turun lagi ke memek. “ Oohh.. Ohh.. Oww.. Sshh..”, jerit lirih Shanty sambil mata terpejam ketika lidah Lucky liar mengoral vagina dan clitorisnya bergantian. Serr! Serr! Serr! Shanty merasakan rasa nikmat yang sangat luar biasa ketika cairan cintanya menyembur disertai dengan geliatan dan gelinjang tubuh ketika rasa nikmat itu menjalar. “ Ohh, Lucky.. Aku sudah lama tidak merasakan hal seperti ini.. Makanya aku keluar cepat.. ”, kata Shanty sambil menatap Lucky yang sudah berada di atas tubuhnya. “ Saya akan membahagiakan Mbak.. Kapan saja Mbak mau.. ”, kata Lucky sambil tersenyum lalu mengecup bibir Shanty. “ Tapi.. Sandra..”, tanya Shanty. “Sandra sangat sayang pada Mbak..”, kata Lucky sambil mengarahkan kontolnya ke lubang memek Shanty. Shanty meraih kontol Lucky dan membimbing ke lubang memeknya. Tak lama Lucky sudah turun naik memompa kontolnya di lubang memek Shanty. “ Ohh.. Mhh..”, desah Lucky dengan mata terpejam sambil memeluk Shanty. “ Ohh.. Enak sekaliihh.. Ohh..”, desah Shanty sambil menggoyangkan pinggulnya cepat. Setelah beberapa lama, serr! Serr! Serr! Kembali Shanty menyemburkan spermanya disertai jeritan kenikmatan dari mulutnya. “Nikmat sekali.. Ohh..”, bisik Shanty dengan tubuh lunglai. “ Tengkurap, Mbak..”, pinta Lucky sambil mencabut kontolnya. Shanty menuruti permintaan Lucky tersebut. Shanty membalikkan badannya tanpa menungging, lalu melebarkan kakinya agar kontol Lucky bisa mudah masuk lubang memeknya. Bless..! Lucky mengarahkan kontol ke vagina Shanty dari belakang lalu menekan dan akhirnya kontol Lucky leluasa keluar masuk. Mata Lucky terpejam merasakan kenikmatan memompa kontolnya di memek Shanty sambil memegangi bongkahan pantat Shanty yang bulat padat. “ Ohh.. Saya mau keluarrhh..”, kata Lucky serak. “ Jangan dikeluarkan di dalam, Luck.. Aku nggak KB.. ”, kata Shanty cepat. Lucky makin mempercepat pompaan kontolnya lalu dengan segera mengeluarkan kontolnya kemudian digesek-gesekkan di belahan pantat Shanty, sampai.. Croott! Croott! Croott! Air mani Lucky menyembur banyak dan jauh hingga punggung Shanty. “ Ohh.. Enak sekali, Mbak..”, kata Lucky sambil berbaring di samping tubuh Shanty yang masih tengkurap berlumuran air mani Lucky di punggung dan pantatnya. “ Apakah ini akan menjadi masalah, Luck ?”, tanya Shanty. “Tidak akan, Mbak.. Percaya kepada kata-kata saya.. ”, kata Lucky sambil tersenyum lalu mengecup bibir Shanty.
Share:
WELLCOME TO OSEX39.BLOGSPOT.CO.ID

TOP AHLICASINO 2017


Entri Populer

Blog Archive

About Me

Total Tayangan Laman

BEST POKER


HOT POKER